Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 3 Maret 2024, Kasih-Nya Membuka Lembaran Hidup Baru
Maka semua bentuk peribadatan termasuk hukum-hukum agama hanya akan menjadi semata-mata transaksi antar manusia.
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Minggu 3 Maret 2024, Kasih-Nya Membuka Lembaran Hidup Baru
Renungan Harian Katolik Minggu 3 Maret 2024 dengan judul Kasih-Nya Membuka Lembaran Hidup Baru ditulis oleh Romo Leo Mali dan mengacu dalam Bacaan: Kel.20: 1-17, 1Kor.1 : 22-25 dan Injil: Yoh. 2:13-25.
Di gunung Sinai, sebelum mengundangkan sepuluh hukum-Nya kepada Israel, Tuhan mengingatkan: “Akulah Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.”
Tuhan mengingatkan Israel mengenai pengalaman exodus dari Mesir. Perbudakan di Mesir adalah masa-masa kelam dalam sejarah Israel. Identitas mereka sebagai budak adalah sebuah hinaan.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 1 Maret 2024 Berjudul, Jangan ada Benci dan Iri Hati di Antara Kita
Kisah pembebasan dari perbudakan di Mesir (seperti diceritakan dalam kitab keluaran) adalah pengalaman yang paling diingat dalam sejarah Israel. Inilah awal mula terbentuknya Israel sebagai sebuah bangsa, seperti diceritakan dalam empat kitab pentateukh: Keluaran, Bilangan Ulangan dan imamat.
Keluar dari Mesir, Israel dibimbing Tuhan untuk melewati padang gurun selama 40 tahun hinga ke gunung Sinai untuk membuat sebuah perjanjian dengan Tuhan. Mereka menjadi bangsa kesayangan Tuhan, dan Allah Yahwe menjadi Tuhan mereka.
Di atas perjanjian inilah Tuhan mengundangkan hukum-hulkumnya: untuk tetap menyembahNya sebagai satu-satunya Allah mereka dan mengasihi dan berlaku adil pada sesama.
Israel tidak boleh lupa akan identitas mereka. Melupakan peristiwa pembebasan dari Mesir, berarti melupakan identitas mereka sebagai kekasih Tuhan. Tidak ada kasih lebih besar dari kasihNya. Tidak ada Allah lain seperti Dia.
Atas dasar keyakinan ini kehidupan mereka dibangun. Demikian kita dengar pada bacaan pertama yang diambil dari kitabKel.20: 1-17.
Yesus mengingatkan Israel yang Lupa
Dalam ibadat yang dilaksanakan di bait suci, orang-orang Yahudi selalu mengenang kisah ini. Di rumah-rumah ibadat mereka Taurat dibacakan, ingatan akan peristiwa pembebasan dari Mesir dan sejarah pembentukan Israel sebagai bangsa pilihan Allah diulang dan disegarkan dalam ingatan secara turun temurun.
Akan tetapi dalam perjalanan waktu, sebagaimana kita dengar dalam Injil hari ini, orang-orang Yahudi mengabaikan hal ini.
Di tengah perjalanan ke Yerusalem untuk menuntaskan misiNya mulai dari istana Pilatus, ketika sudah dekat hari raya Paskah Yahudi, hari yang mengingatkan pembebasan israel dari Mesir, Yesus mengusir orang-orang yang berjualan di bait Allah.
Ia membuang semua jualan dan alat penukar uang dari rumah ibadat. Praktek jual beli di bait suci melukai hati Yesus dan cintaNya yang begitu besar kepada Allah Bapa-Nya. Sebagaimana ada tertulis: “Cinta akan rumahMu, menghanguskan aku”.
Yesus mengingatkan kaum sebangsaNya bahwa kalau cinta kasih dan perbuatan baik Allah dalam hidup mereka dilupakan, maka semua bentuk peribadatan termasuk hukum-hukum agama hanya akan menjadi semata-mata transaksi antar manusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Romo-Leo-Mali-menyampaikan-Renungan-Harian-Katolik-Minggu-3-Maret-2024.jpg)