Opini
Terima Kasih Sri Mulyani
Pajak sudah turun menjadi sekitar 6 persen. Hal itu begitu berpengaruh terhadap sedikit royalti yang diterima.
Yang saya paling kagumi adalah profesionalisme dan sikap pengutamakan bangs dan negara di atas kepentingan pribadinya. Ini yang luar biasa.
Di sinilah Sri Mulyani bisa mempertahankan kredibilitasnya yang berani ‘tidak populer’ yang menghasilkan kebijakan yang bisa saja dilihat tidak ‘pro pertumbahan’ dan hanya procyclical dan hanya melingkar ‘di situ-situ saja’ tetapi justru di situlah kepribadiannya menjadi bersahaja.
Sesungguhnya tidak banyak orang memilih jalan Sri Mulyani. Banyak orang yang ingin tampil pro rakyat dan seakan tidak punya keinginan apa-apa seperti yang pernah kita kagumi dari Jokowi.
Pada akhirnya yang terjadi paling ujung itulah yang membuat orang terkejut. Tetapi tidak sama dengan Sri Mulyani. Ia yang dari awal begitu, melakukan tugas begitu dan akan menyelesaikan tugasnya seperti itu.
Tetapi di sanalah orang akan mengakui dirinya sebagai pribadi terhormat, hal mana jadi judul tulisan ini untuk berterima kasih pada Sri Mulyani.
Pada sisi lain, komitmen yang dipegang hingga tidak lama lagi akan meninggalkan jabatannya sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani menjadi legenda hidup yang membenarkan kata-kata dari Abraham Lincoln: If you want test a man's character, give him power.
Pada Sri Mulyani terbenarkan bahwa karakternya tetap seperti Sri Mulyani dan tidak berubah apapun ketika ia berada di puncak kekuasaan sebagai ‘pemegang’ keamanan keuangan negeri ini.
Sri Mulyani menjadi pembda dari politisi yang bisa saja awalnya sangat kita bangga dan ayubahagiakan. Mereka itu talah ‘dijadikan’ (bukan dilahirkan) oleh banyak pihak hingga mengantarnya ke puncak seperti sekarang.
Tetapi setelah kekuasana itu diberikan, ia membuat kita heran dan tidak percaya tetapi akhirnya harus percaya bahwa di penghujugn kekuasaaan itu ternyata menunjukkan dirinya yang sebenarnya. Kekuasaan justru membantu untuk menampilkan diri sebenarnya.
Sri Mulyani justru memeberikan hal berbeda dari kebanyakan orang. Ia tetap seperti itu meski kekuasaan yang ada padanya sebenarnya bisa mengguncangkan Indonesia.
Tetapi ia tidak piliha cara seperti itu karena pada akhirnya yang dikenang adalah hal yang dipertahankan sampai akhir. Karenanya kita patut berterima kasih pada Ibu Sri Mulyani Indrawati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Sri-Mulyani-Soal-Pajak-Penghasilan.jpg)