Minggu, 3 Mei 2026

Liputan Khusus

Lipsus - Kuota Pupuk di NTT Hanya 35 Persen

Lecky menyebut, masalah gagal panen  akan membebani pemerintah untuk menyiapkan skema baru terkait bagaimana merumuskan kebijakan.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN
Petani sawah di Kabupaten Kupang mengeluhkan kurangnya alokasi pupuk di tahun 2024. 

"Biasanya kami beli untuk kebutuhan rumah tangga.bisa 20 kilogram per bulan, namun harga saat ini membuat kami terpaksa harus mengurangi jumlah pembelian beras, serta harus berhemat agar beras tersedia beberapa hari ke depan," ungkap Mariana.

Dia juga meminta agar pemerintah segera mencari solusi terbaik agar harga beras bisa kembali normal, sehingga tidak memberatkan masyarakat.

"Kami yang punya pekerjaan tetap saja untuk beli beras sudah pusing memikirkannya, apalagi masyarakat yang tidak punya pekerjaan tetap, tidak bisa membayangkan usaha mereka untuk bertahan hidup. Sehingga kami minta agar pemerintah segera atasi keadaan tersebut," pungkasnya.

Di tengah melonjaknya harga beras yang mencapai Rp 16.000 per kilogramnya untuk jenis medium. Walau demikian, Bulog tetap menjual harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp 11.500 per kilogram. Sedangkan untuk beras jenis medium dijual dengan harga Rp 13.500 per kilogram, sedangkan jenis premium Rp 14.400 per kilogram.

Kepala Kantor Bulog Waingapu, Zulkarnain kepada Pos Kupang, Rabu (28/2) mengatakan permasalahan beras terjadi semua wilayah Indonesia, berupa mahalnya harga beras namun Bulog tetap menjaga ritme harga beras sesuaii HET.

"Harga beras yang ada di Bulog masih tetap sesuai HET, dan belum ada kenaikan," ungkap Zulkarnain.

Dijelaskan, stok beras yang tersedia di Gudang Bulog Waingapu sebanyak 500 ton, dan belum direalisasikan kepada semua mitra RPK Bulog, sebab stoknya masih kurang.

"Untuk jumlah stok 500 ton itu masih kurang sehingga kami juga tidak salurkan kepada mitra RPK Bulog, dan kami sementara menunggu pengiriman persediaan beras sebanyak 500 ton dari pusat," tambah Zulkarnain.

Selain belum bisa realisasikan beras, Bulog juga fokus mendukung Pemkab Sumba Timur dalam penyaluran beras Program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang dibagikan 10 kilogram untuk setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Saat ini di Gudang Bulog, selain beras Bulog, ada juga beras Program CPP yang sementara disalurkan untuk jatah bulan Januari 2024, sambil menunggu stok beras yang masih dalam pengiriman," ujarnya.

Kepala Gudang Bulog Pogotena Sumba Barat Daya, Wayan, mengatakan, saat ini, stok beras yang tersedia di gudang sebanyak 400 ton dan dalam waktu dekat akan tiba lagi 1000 ton. Stok yang tersedia tersebut cukup memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Sumba Barat Daya termasuk mendukung kegiatan pemerintah menggelar operasi pasar murah.

Menurutnya, pihaknya selalu melayani pemerintah untuk kepentingan gelar pasar murah dibeberapa wilayah di Sumba Barat Daya termasuk kegiatan pangan murah sebagaimana berlangsung di depan rumah jabatan Bupati Sumba Barat Daya, Selasa 27 Februari 2024 lalu.

Ia menambahkan, secara keseluruhan, pihaknya senantiasa siap untuk melayani kebutuhan masyarakat melalui program pemerintah daerah seperti pasar murah dan lainnya.

Di Pasar Inpres Ruteng, kabupaten Manggarai sejak tiga minggu lalu harga beras melonjak tajam dan bertengger pada harga Rp17.000 per kg untuk jenis premium. Rp.16.000 untuk jenis medium.

Penjualan beras di Pasar Inpres Ruteng memang masih didominasi beras dari luar daerah seperti Makassar Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. "Kenaikan ini sejak dua minggu lalu. Sesudah stok pada periode Januari lalu. Walaupun persediaan sudah tipis kami juga piker-pikir untuk pesan," ujar Apri, penjual beras mayoritas dari Makasar di Pasaran Ruteng.

Bruno Blasius Balangkat, pedagang beras di Pasar Ruteng mengatakan, kenaikan beras ini setelah pelaksaan Pemilu 14 Februari 2024 lalu. "Sekarang beras jenis premium kami jual dengan harga Rp17.000 per kg," kata Blasius .

Plt.Kepala Dinas Pertanian Manggarai Laurensius Laoth mengatakan, ada 1000 hektar areal persawahan yang memasuki musim penen raya yaitu pada 4 desa di Kecamatan Satar Mese.

Desa-desa itu antara lain, Desa Tal seluas 664 ha, melibatkan 26 Kelompok tani, Desa Paka seluas 231 ha, melibatkan 12 kelompok. tani, Desa Wewo seluas 79 ha, melibatkan 4 kelompok tani, Desa Persiapan Ulungali 26 ha, melibatkan dua kelompok. tani.

Berdasarkan hasil pengukuran produksi melalui proses ubinan pada setiap kelompok tani, diperoleh hasil produktivitas 7,5 ton/ha sampai 9,8 ton/ha. Estimasi perhitungan dirata-ratakan adalah 8 ton/hektar dikali 1000 ha menjadi 8000 ton gabah kering panen. Kemudian dikonversi menjadi beras sebanyak 3997,76 ton beras atau 3.997.760 Kg Beras. "Panen raya ini kita harapkan bisa menekan lonjakan harga beras di pasaran," kata Laurens. (cr20/pet/zee/cr23/cr2)

 

Ikuti Lipiutan Khusus POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved