Liputan Khusus
Lipsus - Kuota Pupuk di NTT Hanya 35 Persen
Lecky menyebut, masalah gagal panen akan membebani pemerintah untuk menyiapkan skema baru terkait bagaimana merumuskan kebijakan.
Lecky menyebut, dari kuota yang diterima, untuk pupuk urea yang terpenuhi hanya 53 persen, sedangkan pupuk NPK yang menjadi kebutuhan petani hanya dialokasikan 30 persen. Sehingga petani yang biasanya dapat 6 karung hanya dapat 90 kilogram.
Dikatakan Lecky, Dinas Pertanian sudah mengajukan dana BTT ke Provinsi untuk siapkan benih kacang-kacangan agar menutup gagal panen yang dialami petani yang terlanjur menanam dan mengalami kegagalan akibat keterbatasan sumber air.
"Yang penting mereka (para petani) menanam dan harus dijaga tanamannya sampai dipanen, agar dalam kondisi dampak perubahan iklim ini tetap ada ketersediaan makanan di rumah tangga," ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumba Barat Daya, Ir. Yohanes Frianus Tuka mengimbau petani memanfaatkan air yang tersedia seperti di pinggir kali atau sumur bor untuk menanam hortikultura seperti sayur-sayuran, tomat, lombok dan lainnya.
“Hal itu karena curah hujan terlambat turun. Biasanya kalau hujan turun normal maka pada bulan Januari rata-rata petani sudah menanam. Namun karena hujan terlambat dan baru mulai hujan pada akhir bulan ini sehingga terlihat para petani baru 2-3 menanam padi dan jagung yang kini mulai tumbuh,” ujarnya.
Menurutnya, para petani harus kreatif memanfaatkan peluang sekecil apapun pada suasana iklim seperti ini demi mengembangkan usaha pertaniannya. Misalnya mengembangkan tanaman hortikultura seperti sayur-sayuran di pinggir kali. Selain untuk konsumsi juga dijual sehingga memberi keuntungan bagi petani itu sendiri.
Pihaknya akan membantu benih tanaman padi ataupun jagung bagi petani agar bisa menanan. Bantuan tersebut diberikan karena pembibitan padi rusak atau mati katena panas berkepanjangan. Kini, petani mengalami kendala benih untuk menanam lagi.
Karena itu, ia .meminta para petani bersabar karena bantuan tersebut berasal dari pusat. Walau demikian, ia mengingatkan tidak semua petani mendapatkan bantuan tersebut tetapi prioritas terhadap petani yang benar-benar membutuhkannya.
Operasi pasar murah
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Disperindag NTT) melaksanan operasi pasar murah bersubsidi di 6 kabupaten dan Kota Kupang pada tahunn 2024 ini.
Operasi pasar murah di Kota Kupang, ibukota NTT telah dilaksanakan pada 17 Februari 2024 lalu. Operasi pasar murah itu menyasar 10 kelurahan.
Sementara itu, operasi pasar murah di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) digelar pada Kamis 29 Februari 2024 dan Jumat, 1 Maret 2024.
"Data-data penerima paket bantuan ini adalah nama-nama yang diusul dari desa atau kelurahan masing-masing,"ungkap Frumen Augustinus Haru, Pengawas Perdagangan dan Lorens Kleden, Analisi Perdagangan pada Disperindag NTT saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (28/2).
Pemerintah, kata Frumen, menyediakan kupon senilai Rp100 ribu agar warga bisa membeli beras dan kebutuhan pokok lainnya. Pasar murah bersubsidi dipusatkan pada satu lokasi untuk setiap kabupaten atau kota.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Petani-sawah-di-Kabupaten-Kupang-mengeluhkan-kurangnya-alokasi-pupuk-di-tahun-2024.jpg)