Liputan Khusus
Lipsus - Kuota Pupuk di NTT Hanya 35 Persen
Lecky menyebut, masalah gagal panen akan membebani pemerintah untuk menyiapkan skema baru terkait bagaimana merumuskan kebijakan.
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menyebut terjadinya gagal panen di wilayah NTT memicu tingginya harga beras.
"Ini (gagal panen) sudah pasti mempengaruhi harga beras yang mahal juga karena suplay bahan pangan terbatas dan permintaannya tinggi sehingga harga naik," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Lecky Frederich Koli, S.TP saat diwawancarai Pos Kupang, Rabu (28/2).
Lecky menyebut, masalah gagal panen akan membebani pemerintah untuk menyiapkan skema baru terkait bagaimana merumuskan kebijakan untuk menolong masalah gagal panen yang terjadi di NTT.
Baca juga: Lipsus - Harga Beras di NTT Tembus Rp 18 Ribu, Desperidag Gelar Operasi Pasar di 6 Kota
Baca juga: News Analysis Harga Beras di NTT Tembus Rp 18 Ribu, Kepala DJPb NTT: Pengaruhi Inflasi
"Kalau gagal panen maka tidak ada makanan, ekonomi juga menurun karena daya beli masyarakat menurun, harga naik. Kondisi ini sangat tidak kita harapkan," sebutnya.
Saat ini, kata Lecky, NTT sedang mengalami fenomena alam El Nino yaitu terjadi kekeringan yang berkepanjangan. Fenomena alam itu sangat ekstrem yang melanda keseluruhan wilayah di NTT.
"Oleh karena keterbatasan sumber daya air itu, kita menghadapi ancaman hasil panen. Biasanya bulan seperti ini, kita hampir selesai menanam. Tetapi dari data kerangka sampel area atau KSA dari 150 ribu hektare, kita baru menanam 40 persen. Ini akan berpengaruh pada ketersediaan pangan kita di tahun ini dan beberapa waktu ke depan," jelasnya.
Terkait persoalan itu, kata Lecky, Dinas Pertanian Provinsi NTT mengundang semua Dinas Pertanian Kabupaten untuk melakukan rapat koordinasi yang membicarakan langkah yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan produksi petani yang sudah menanam.
Lecky menyebut, adapun langkah yang diambil Pemerintah Provinsi NTT dalam hal penanganan yaitu berkoordinasi dengan BMKG untuk memetakan wilayah mana saja yang hujannya masih memungkinkan, harus sudah beralih ke komoditas lain selain padi.
"Berdasarkan data dari BMKG dalam melihat fenomena alam yang terjadi, kita akan geser dari padi ke jagung dan saat ini kita sudah mempersiapkan sekitar 30 ribu hektare. Untuk wilayah yang tidak dimungkinkan untuk menanam jagung bisa memilih kacang ijo," tuturnya.
Langkah selanjutnya, kata Lecky, Dinas Pertanian Provinsi NTT telah meminta dinas pertanian kabupaten untuk memonitor semua sumur yang dibangun Dinas PUPR untuk dioptimalkan pemanfaatannya, sehingga suplay air bisa memenuhi kebutuhan petani-petani yang akan menanam.
Kemudian, langkah ketiga, semua aset Pemprov yang dikelola oleh Dinas Pertanian yang memiliki sumber airnya diizinkan untuk dimanfaatkan agar bisa diproduksi
Juga meminta seluruh Dinas Pertanian di Kabupaten untuk menginventarisir sumber pangan selain beras di wilayah masing-masing. Tujuan sebagai antisipasi gagal panen yang mengakibatkan naiknya harga beras. Melalui cara itu para petani bisa beralih komoditas, tidak hanya beras tetapi juga jagung, pisang sorgum dan lainnya.
Dari proses inventarisasi itu, kata Lecky, akan menjadi bahan yang dilaporkan kepada bupati untuk mengambil kebijakan lainnya terkait ketersediaan pangan dan penyelamatan dari ancaman kekurangan pangan akibat gagal panen.
Dikatakan Lecky, tantangan lain dari gagal panen yaitu soal pupuk. Pupuk sudah tersedia, namun di beberapa tempat para petani tidak bisa ambil karena masalah aplikasi yang disiapkan Kementerian Pertanian mengalami gangguan.
"Ini sangat berisiko, kita berhadapan dengan kondisi suplay sarana produksi terbatas, gangguan hama penyakit dan kita selalu berupaya untuk melakukan pengendalian secara serentak tetapi sumber daya kita juga terbatas," ujarnya.
Lecky menyebut, dari kuota yang diterima, untuk pupuk urea yang terpenuhi hanya 53 persen, sedangkan pupuk NPK yang menjadi kebutuhan petani hanya dialokasikan 30 persen. Sehingga petani yang biasanya dapat 6 karung hanya dapat 90 kilogram.
Dikatakan Lecky, Dinas Pertanian sudah mengajukan dana BTT ke Provinsi untuk siapkan benih kacang-kacangan agar menutup gagal panen yang dialami petani yang terlanjur menanam dan mengalami kegagalan akibat keterbatasan sumber air.
"Yang penting mereka (para petani) menanam dan harus dijaga tanamannya sampai dipanen, agar dalam kondisi dampak perubahan iklim ini tetap ada ketersediaan makanan di rumah tangga," ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumba Barat Daya, Ir. Yohanes Frianus Tuka mengimbau petani memanfaatkan air yang tersedia seperti di pinggir kali atau sumur bor untuk menanam hortikultura seperti sayur-sayuran, tomat, lombok dan lainnya.
“Hal itu karena curah hujan terlambat turun. Biasanya kalau hujan turun normal maka pada bulan Januari rata-rata petani sudah menanam. Namun karena hujan terlambat dan baru mulai hujan pada akhir bulan ini sehingga terlihat para petani baru 2-3 menanam padi dan jagung yang kini mulai tumbuh,” ujarnya.
Menurutnya, para petani harus kreatif memanfaatkan peluang sekecil apapun pada suasana iklim seperti ini demi mengembangkan usaha pertaniannya. Misalnya mengembangkan tanaman hortikultura seperti sayur-sayuran di pinggir kali. Selain untuk konsumsi juga dijual sehingga memberi keuntungan bagi petani itu sendiri.
Pihaknya akan membantu benih tanaman padi ataupun jagung bagi petani agar bisa menanan. Bantuan tersebut diberikan karena pembibitan padi rusak atau mati katena panas berkepanjangan. Kini, petani mengalami kendala benih untuk menanam lagi.
Karena itu, ia .meminta para petani bersabar karena bantuan tersebut berasal dari pusat. Walau demikian, ia mengingatkan tidak semua petani mendapatkan bantuan tersebut tetapi prioritas terhadap petani yang benar-benar membutuhkannya.
Operasi pasar murah
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Disperindag NTT) melaksanan operasi pasar murah bersubsidi di 6 kabupaten dan Kota Kupang pada tahunn 2024 ini.
Operasi pasar murah di Kota Kupang, ibukota NTT telah dilaksanakan pada 17 Februari 2024 lalu. Operasi pasar murah itu menyasar 10 kelurahan.
Sementara itu, operasi pasar murah di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) digelar pada Kamis 29 Februari 2024 dan Jumat, 1 Maret 2024.
"Data-data penerima paket bantuan ini adalah nama-nama yang diusul dari desa atau kelurahan masing-masing,"ungkap Frumen Augustinus Haru, Pengawas Perdagangan dan Lorens Kleden, Analisi Perdagangan pada Disperindag NTT saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (28/2).
Pemerintah, kata Frumen, menyediakan kupon senilai Rp100 ribu agar warga bisa membeli beras dan kebutuhan pokok lainnya. Pasar murah bersubsidi dipusatkan pada satu lokasi untuk setiap kabupaten atau kota.
Pemerintah juga mengundang mitra, diantaranya Bulog serta distributor-distributor di wilayah kabupaten/kota setempat.
"Mereka datang, mereka pajang barang-barangnya dan masyarakat datang belanja tunjukkan kupon. Jadi kupon tidak boleh hilang karena itu menggantikan uang. Kalau lebih ya mereka tambah uang. Kita hanya siap Rp100 ribu," jelasnya.
Selain Kota Kupang dan kabupaten TTS, selanjutnya operasi pasar murah bersubsidi ini dilakukan di Flores Timur, Ngada, Sikka, Sumba Barat Daya, Sumba Timur dengan masing-masing kabupaten/kota mendapatkan 1.000 kupon senilai Rp100 ribu.
Untuk setiap kabupaten/kota, pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp100 juta sehingga untuk 7 kabupaten/kota ini, pemerintah gelontorkan dana mencapai Rp700 juta.
Dijelaskan, Sumba Timur, Sikka dan Kota Kupang menjadi lokasi diselenggarakan operasi pasar murah ini karena ketiga daerah ini merupakan daerah yang ditetapkan untuk pengukuran inflasi kota di NTT pada tahun 2024.
Sementara TTS dan Ngada menjadi kabupaten tambahan untuk pengukuran inflasi di NTT.
Operasi pasar murah bersubsidi ini juga dilaksanakan sejak lama namun pada 2022 nilai kupon naik Rp100 ribu dari nilai kupon sebelumnya senilai Rp50 ribu. Hal ini terjadi karena harga bahan pokok terus meningkat.
"Kita berharap, apa yang kita buat di tingkat provinsi ini dapat juga ditindaklanjuti di tingkat kabupaten/kota sehingga jangan hanya berharap dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten kota juga harus jeli melihat," ungkap Frumen.
Selain itu, pemerintah mengadakan pasar murah dalam rangka memperingati hari besar keagamaan seperti Natal dan Lebaran tetapi tidak bersubsidi. Sehingga banyak orang yang memanfaatkan pasar murah untuk berbelanja kebutuhan.
Tembus Rp18 Ribu
Dari Waingapu Sumba Timur dilaporkan, di Pasar Inpres Matawai harga beras jenis medium dijual dengan harga Rp 16.000 per kilogram sedangkan jenis premium dijual dengan harga Rp. 18.000 per kilogram.
Salah satu pedagang beras, Paman Yanto mengaku, harga beras yang melonjak tajam membuatnya kesulitan karena jumlah pembeli menurun. Naiknya harga beras membuat masyarakat pembeli terpaksa mengurangi jumlah beras yang dibeli, dan hanya mampu berburu beras medium saja.
"Biasanya masyarakat dapat membeli beras hingga 10-20 kilogram, namun harga naik drastis sehingga maayarakat hanya mampu beli dua hingga tiga kilogram saja untuk penuhi kebutuhan sehari-hari," tambah Paman Yanto.
Warga Kambaniru, Mariana Rambu menilai harga beras sangat tinggi membuatnya terpaksa harus membeli beras dalam jumlah terbatas.
"Biasanya kami beli untuk kebutuhan rumah tangga.bisa 20 kilogram per bulan, namun harga saat ini membuat kami terpaksa harus mengurangi jumlah pembelian beras, serta harus berhemat agar beras tersedia beberapa hari ke depan," ungkap Mariana.
Dia juga meminta agar pemerintah segera mencari solusi terbaik agar harga beras bisa kembali normal, sehingga tidak memberatkan masyarakat.
"Kami yang punya pekerjaan tetap saja untuk beli beras sudah pusing memikirkannya, apalagi masyarakat yang tidak punya pekerjaan tetap, tidak bisa membayangkan usaha mereka untuk bertahan hidup. Sehingga kami minta agar pemerintah segera atasi keadaan tersebut," pungkasnya.
Di tengah melonjaknya harga beras yang mencapai Rp 16.000 per kilogramnya untuk jenis medium. Walau demikian, Bulog tetap menjual harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp 11.500 per kilogram. Sedangkan untuk beras jenis medium dijual dengan harga Rp 13.500 per kilogram, sedangkan jenis premium Rp 14.400 per kilogram.
Kepala Kantor Bulog Waingapu, Zulkarnain kepada Pos Kupang, Rabu (28/2) mengatakan permasalahan beras terjadi semua wilayah Indonesia, berupa mahalnya harga beras namun Bulog tetap menjaga ritme harga beras sesuaii HET.
"Harga beras yang ada di Bulog masih tetap sesuai HET, dan belum ada kenaikan," ungkap Zulkarnain.
Dijelaskan, stok beras yang tersedia di Gudang Bulog Waingapu sebanyak 500 ton, dan belum direalisasikan kepada semua mitra RPK Bulog, sebab stoknya masih kurang.
"Untuk jumlah stok 500 ton itu masih kurang sehingga kami juga tidak salurkan kepada mitra RPK Bulog, dan kami sementara menunggu pengiriman persediaan beras sebanyak 500 ton dari pusat," tambah Zulkarnain.
Selain belum bisa realisasikan beras, Bulog juga fokus mendukung Pemkab Sumba Timur dalam penyaluran beras Program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang dibagikan 10 kilogram untuk setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
"Saat ini di Gudang Bulog, selain beras Bulog, ada juga beras Program CPP yang sementara disalurkan untuk jatah bulan Januari 2024, sambil menunggu stok beras yang masih dalam pengiriman," ujarnya.
Kepala Gudang Bulog Pogotena Sumba Barat Daya, Wayan, mengatakan, saat ini, stok beras yang tersedia di gudang sebanyak 400 ton dan dalam waktu dekat akan tiba lagi 1000 ton. Stok yang tersedia tersebut cukup memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Sumba Barat Daya termasuk mendukung kegiatan pemerintah menggelar operasi pasar murah.
Menurutnya, pihaknya selalu melayani pemerintah untuk kepentingan gelar pasar murah dibeberapa wilayah di Sumba Barat Daya termasuk kegiatan pangan murah sebagaimana berlangsung di depan rumah jabatan Bupati Sumba Barat Daya, Selasa 27 Februari 2024 lalu.
Ia menambahkan, secara keseluruhan, pihaknya senantiasa siap untuk melayani kebutuhan masyarakat melalui program pemerintah daerah seperti pasar murah dan lainnya.
Di Pasar Inpres Ruteng, kabupaten Manggarai sejak tiga minggu lalu harga beras melonjak tajam dan bertengger pada harga Rp17.000 per kg untuk jenis premium. Rp.16.000 untuk jenis medium.
Penjualan beras di Pasar Inpres Ruteng memang masih didominasi beras dari luar daerah seperti Makassar Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. "Kenaikan ini sejak dua minggu lalu. Sesudah stok pada periode Januari lalu. Walaupun persediaan sudah tipis kami juga piker-pikir untuk pesan," ujar Apri, penjual beras mayoritas dari Makasar di Pasaran Ruteng.
Bruno Blasius Balangkat, pedagang beras di Pasar Ruteng mengatakan, kenaikan beras ini setelah pelaksaan Pemilu 14 Februari 2024 lalu. "Sekarang beras jenis premium kami jual dengan harga Rp17.000 per kg," kata Blasius .
Plt.Kepala Dinas Pertanian Manggarai Laurensius Laoth mengatakan, ada 1000 hektar areal persawahan yang memasuki musim penen raya yaitu pada 4 desa di Kecamatan Satar Mese.
Desa-desa itu antara lain, Desa Tal seluas 664 ha, melibatkan 26 Kelompok tani, Desa Paka seluas 231 ha, melibatkan 12 kelompok. tani, Desa Wewo seluas 79 ha, melibatkan 4 kelompok tani, Desa Persiapan Ulungali 26 ha, melibatkan dua kelompok. tani.
Berdasarkan hasil pengukuran produksi melalui proses ubinan pada setiap kelompok tani, diperoleh hasil produktivitas 7,5 ton/ha sampai 9,8 ton/ha. Estimasi perhitungan dirata-ratakan adalah 8 ton/hektar dikali 1000 ha menjadi 8000 ton gabah kering panen. Kemudian dikonversi menjadi beras sebanyak 3997,76 ton beras atau 3.997.760 Kg Beras. "Panen raya ini kita harapkan bisa menekan lonjakan harga beras di pasaran," kata Laurens. (cr20/pet/zee/cr23/cr2)
Ikuti Lipiutan Khusus POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Petani-sawah-di-Kabupaten-Kupang-mengeluhkan-kurangnya-alokasi-pupuk-di-tahun-2024.jpg)