Liputan Khusus

Lipsus - Sebanyak 104 TPS Pemilu di NTT Rawan

Menurutnya, pemetaan terhadap wilayah rawan di 22 kabupaten/kota di NTT melibatkan berbagai pihak berkaca pada pengalaman sebelumnya.

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Suasana simulasi pungut hitung suara pemilu 2024 di TPS 001 Kelurahan Langgalero, Kecamatan Kota.Tambolaka, Sumba Barat Daya, Selasa 30 Januari 2024. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kepolisian Daerah (Polda) NTT mengidentifikasi sebanyak 104 tempat pemungutan suara atau TPS sebagai TPS dengan kategori rawan dalam pelaksanaan pemilihan umum atau Pemilu 2024. Hal ini diungkapkan Kapolda NTT, Irjen Pol Daniel Silitonga, Senin (12/2/2024).

Menurutnya, pemetaan terhadap wilayah rawan di 22 kabupaten/kota di NTT melibatkan berbagai pihak berkaca pada pengalaman sebelumnya.

"Misalnya kami petakan di seluruh wilayah di NTT itu ada 104 TPS yang dinyatakan sangat rawan," kata Irjen Pol Daniel Silitonga saat dialog di TVRI Kupang.

Baca juga: Ingat, Besok Pemilu 2024 Digelar,  Dokumen Ini yang Harus Dibawa ke Tempat Pemungutan Suara

Baca juga: TNI-Polri dan Pol PP di NTT Gelar Patroli Gabungan Skala Besar Jelang Pemilu 2024 di Kota Kupang

Dia merincikan, ratusan TPS itu terdiri dari, 42 TPS di Kabupaten Kupang, 16 TPS di Sumba Timur, 15 TPS di Rote Ndao, 4 TPS masing-masing di Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara. Selanjutnya, 5 TPS di Nagekeo, 5 TPS di Sumba Barat, 4 TPS di Sumba Barat Daya  dan sisanya TPS yang tersebar di daerah lainnya.

Pemaparan yang disampaikan itu, merupakan data tahun 2022 lalu. Menurutnya, Polda NTT telah melakukan koordinasi dengan Bawaslu dan KPU. Data itu kemudian dipelajari kepolisian untuk menentukan kerawanan. Sebab, dalam tahun-tahun sebelumnya ada gangguan seperti ke petugas KPU, TPS maupun gangguan ke logistik Pemilu.

"Itu yang menjadi perhatian kami. Polanya tersendiri. Setelah kami pelajari, bahwa untuk TPS, satu TPS diamankan bersama dua anggota Polri dan empat Linmas bersama KPPS," ujarnya.

Irjen Pol Daniel Silitonga menyebut upaya itu sebagai bentuk pencegahan. Selain melibatkan sejumlah pihak atau pengawasan langsung, Polda NTT juga menyiapkan pasukan khusus bila ada pergerakan massa yang mengganggu Pemilu.  Saat ini, media sosial cukup panas.

Namun sejak jauh hari, Polda NTT terus melakukan pemantauan agar perkembangan situasi di tengah masyarakat bisa diketahui. Polda NTT juga bekerja sama dengan pihak lainnya di bidang sistem informasi untuk memantau dan melakukan penyelidikan terhadap sumber informasi, terutama dalam kategori hoax atau berita bohong. 

"Kegiatan yang kami lakukan itu adalah misalnya, apa yang disebut dengan calling system," kata dia.

Calling system, kata dia, adalah meningkatkan frekuensi aktivitas kepolisian di tengah masyarakat. Aktivitas itu sebagai upaya preventif dan membicarakan dengan berbagai pihak bermuara pada kepentingan publik.

"Masyarakat ingin tidak terjadi apa-apa. Aman, tenang itu hasil pertemuan kami dengan seluruh lapisan masyarakat tentunya ya," kata dia.

Baca juga: 90 TPS di Manggarai Barat Kategori Rawan, Dua Sangat Rawan

Selain itu, kepolisian juga melakukan kegiatan rutin seperti patroli dan penjagaan maupun pengawalan hingga kunjungan ke masyarakat. Ia menyebut aktivitas itu juga ditingkatkan lebih maksimal dari biasanya. Adapun keinginan masyarakat semata menginginkan adanya Pemilu yang damai. Hal itu didapat dari ragam aktivitas yang dilakukan kepolisian saat bertemu berbagai lapisan masyarakat.

Polda NTT juga menugaskan Direktorat Cyber untuk memantau kondisi di sosial media. Penelusuran lebih dalam itu berkaitan dengan upaya pencegahan, terhadap hal-hal yang bisa mempengaruhi persepsi publik ke arah kurang baik. "Ada beberapa memang kami harus lakukan penindakan termasuk take down akun tertentu yang sangat meresahkan," katanya.

Irjen Pol Daniel Silitonga menambahkan, polisi sebetulnya sudah dilibatkan dalam tiap tahapan Pemilu. Polisi, atas arahan KPU akan membantu pelaksanaan tiap tahapan berjalan lancar. Pada level Polda NTT, kerja sama antar pihak lain terjalin untuk mendukung pelaksanaan tahapan Pemilu. Adanya sinergitas itu, maka masyarakat akan melaksanakan Pemilu dengan aman.

 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved