NTT Terkini
Pertamina Buka Suara Soal Kelangkaan Minyak Tanah dan Harga LPG yang Melambung
Ahad Rahedi, menegaskan, harga LPG non-subsidi ukuran 12 kilogram di tingkat agen dan outlet resmi Pertamina masih berada pada kisaran normal.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – PT Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan terkait keluhan masyarakat mengenai harga LPG 12 kilogram yang disebut-sebut bergerak menuju Rp500.000 per tabung serta isu kelangkaan minyak tanah yang terjadi di sejumlah wilayah.
Berdasarkan rilis yang diterima oleh POS-KUPANG.COM Senin (1/6/2026), Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menegaskan, harga LPG non-subsidi ukuran 12 kilogram di tingkat agen dan outlet resmi Pertamina masih berada pada kisaran normal.
Menurut Ahad, harga LPG 12 kilogram saat ini berada di kisaran Rp310.000 hingga Rp350.000 per tabung. Sementara itu, LPG ukuran 5,5 kilogram dijual dengan harga sekitar Rp165.000 hingga Rp210.000 per tabung.
“Untuk LPG 12 kilogram di level agen dan outlet resmi sekitar Rp310 ribu sampai Rp350 ribu. Sedangkan LPG 5,5 kilogram berada di kisaran Rp165 ribu sampai Rp210 ribu,” ujarnya kepada POS-KUPANG.COM.
Ia mengimbau masyarakat untuk membeli LPG melalui agen dan outlet resmi Pertamina guna mendapatkan harga yang sesuai ketentuan sekaligus memastikan keaslian produk dan ketersediaan stok.
Terkait informasi mengenai kelangkaan minyak tanah yang disertai kenaikan harga di sejumlah daerah, Ahad memastikan bahwa pasokan minyak tanah saat ini dalam kondisi tersedia dan distribusinya berjalan lancar setiap hari.
“Untuk minyak tanah dalam kondisi tersedia dan penyaluran berjalan lancar setiap hari. Untuk kelangkaan, agar lebih disampaikan spesifik di mana supaya bisa dilakukan pengecekan silang ke agen dan outlet di wilayah tersebut,” katanya.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Suplai 3 Ribu Tabung di Kabupaten TTS
Selain isu LPG dan minyak tanah, beredar pula informasi bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke kawasan Indonesia Timur, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT), akan ditekan atau dikurangi. Menanggapi hal tersebut, Pertamina memastikan informasi tersebut tidak benar.
“Tidak benar. Stok BBM dalam kondisi tersedia dan disalurkan sesuai kebutuhan yang ada di masing-masing wilayah,” tegas Ahad.
Pertamina memastikan akan terus menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi energi di seluruh wilayah, termasuk NTT, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap LPG, minyak tanah, dan BBM dapat terpenuhi dengan baik. (uan)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| BERITA POPULER: Laka Lantas di TTS Dua Tewas, Kisah Perjuangan Hermina Mau, Jasad Wisatawan Austria |
|
|---|
| Mensos Tinjau Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Oelnasi, Kabupaten Kupang NTT |
|
|---|
| Gus Ipul Puji Kemajuan Sekolah Rakyat Kupang, Dari 27 Siswa Tak Bisa Membaca Kini Tinggal Satu |
|
|---|
| BERITA POPULER: 30 Frater Ditahbiskan Jadi Diakon, Pertamina Suplai Tabung Gas, Kasus di Fafinesu B |
|
|---|
| Sukses jadi Koperasi Penyalur KUR, Kopdit Obor Mas Didorong Ekspansi ke Sektor Riil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/perusahan-pengisian-gas-elpiji-di-Bolok.jpg)