Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Jumat 9 Februari 2024 Berjudul EFATA!
Ikatan itu terlepas dari mulut dan telinga orang itu. Dia akhirnya bisa mendengar dan berbicara kembali
POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik berikut ini ditulis Bruder Pio Hayon SVD mengangkat judul, EFATA!.
Renungan Harian Bruder Pio Hayon SVD Jumat Hari Biasa Pekan V merujuk pada Bacaan I, 1Raj. 11: 29-32; 12:19 dan Injil : Mrk. 7: 31-37
Berikut ini teks lengkap renungan yang ditulis, Bruder Pio Hayon SVD.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Salam damai sejahtera untuk kita semua. Efata adalah berasal dari bahasa Aram yang biasa dipakai dalam bahasa percakapan pada jaman Yesus yang berarti sebuah perintah “Terbukalah”.
Terbuka berarti sebelumnya tertutup atau terikat atau terbelenggu dan dilepaskan lalu menjadi bebas atau terbuka ikatannya.
Inti dari kata Efata atau terbukalah itu adalah sebuah perintah untuk membuka sebuah ikatan yang sudah membelenggu seseorang atau sebuah benda.
Dan ketika ikatan itu sudah dilepaskan atau terbuka maka ada pembebasan. Maka terbukalah di sini mengandung unsur pembebasan.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Pada hari ini kita sekali lagi disegarkan dengan suguhan rohani dari bacaan suci untuk kita renungkan dan refleksi bersama. Dalam bacaan pertama, tergambar dengan jelas akan rencana Allah untuk menghancurkan bangsa Israel dan Raja Salomon yang telah berpaling muka dari Allah.
Bangsa Israel akan terbagi-bagi dalam dua belas suku. Di antara semua suku itu, ada dua suku yang diberikan kepada Daud sedangkan yang lainnya akan diberikan kepada para musuh. Semua ini Tuhan lakukan sebagai tanda kemurkaanNya kepada semua yang telah melanggar perintah dan kehendakNya.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 8 Februari 2024, Tiga Cara Tetap Mau Berpikir Terbuka dan Positip
Salomon yang telah jatuh dalam dosa dan berpaling kepada jalan lain serta melupakan menjadi alasan utama Allah menjatuhkan hukuman kepadanya dan kepada umat Israel. Salomon masuk dalam ikatan setan karen dia menyembah para dewa dan bukan kepada Tuhan.
Dan kisah Injil hari ini, Yesus menyembuhkan seorang tulis dan bisu. Yesus membebaskan orang itu dari belenggu yang mengikatnya sampai dia bisa bicara dan mendengar. Yesus dalam menyembuhkan orang ini, Yesus melakukan dua tindakan.
Tindakan pertama adalah dengan berkata: “Efata” yang artinya terbukalah. Dan tindakan berikutnya adalah Yesus memisahkan orang sakit itu dari orang banyak dan menyentuh telinga dan meraba lidah orang itu lalu berkata Efata dan dia menjadi sembuh.
Ikatan itu terlepas dari mulut dan telinga orang itu. Dia akhirnya bisa mendengar dan berbicara kembali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/PIO-HAYON_07.jpg)