Minggu, 26 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Jumat 9 Februari 2024 Berjudul EFATA!

Ikatan itu terlepas dari mulut dan telinga orang itu. Dia akhirnya bisa mendengar dan berbicara kembali

Editor: Edi Hayong
DOK. POS-KUPANG.COM
Bruder Pio Hayon SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Jumat 9 Februari 2024 

Kisah itu dimulai dengan orang-orang itu meembawa kepada Yesus seorang yang gagap dan tuli serta memohon agar bisa disembuhkan. Lalu yang dibuat oleh Yesus adalah “Maka Yesus memisahkan dia dari orang banyak itu sehingga mereka sendirian.

Kemudian Ia memasukan jariNYa ke telinga orang itu,  lalu meludah dan meraba lidah orang itu. Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: “Efata!” artinya “Terbukalah”.

Dan orang itu bisa mendengar dan berbicara kembali, dia menjadi sembuh. Dalam terang injil ini, Yesus mau memberi kita pengajaran tentang selalu siap dan rela membebaskan diri dari ikatan-ikatan yang membelenggu kita.

Dan dalam perspektif ini, belenggu atau ikatan yang membuat kita tak mampu berbicara atau mendengar dengan baik itu bisa seperti uang, jabatan, pangkat serta kedudukan dan kekayaan.

Baca juga: Renungan Harian Katolik 8 Februari 2024, Menjadi Pemimpin Menurut Kehendak Allah

Tetapi juga bisa terjadi ada begitu banyak belenggu lain yang sudah seperti dewa-dewi yang kita sendiri secara sadar atau tidak kita sembah dengan kepenuhan diri kita. Hasil akhirnya adalah kita pilih jalan lain dan melupakan Tuhan dan ajaran serta kehendakNya.

Kita berpaling muka terhadap Tuhan dan memilih berjalan pada jalan “dewa-dewi” yang kita sembah itu seperti Salomon. Kita masing-masing pasti juga mempunya sembahan kita sendiri-sendiri dan yang sudah membelenggu kita.

Itu tak terbantahkan lagi maka pada kesempatan ini kita disadarkan kembali untuk mengenali terlebih dahulu apa saja yang telah membelenggu atau mengikat kita atau dewa-dewi apa saja yang sudah kita sembah kemudian datang kepada Yesus untuk membuka belenggu kita masing dan bukan mencari pembenaran dengan menunjukkan dosa dan belenggu atau ikatan dosa orang lain. Mari kita mulai dari diri kita sendiri.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama: semua kita adalah pengikut Kristus Tuhan kita lewat pembaptisan yang kita terima. Itu berarti kita telah masuk dalam anggota barisan umatNya.

Kedua, ketika kita telah menjadi umatNya maka kita harus mengikuti jalan Tuhan. Namun tidak semua kita ikut jalan Tuhan karena ada yang juga ikut jalan ‘para dewa-dewi’ masing-masing.

Ketiga, kita perlu mengenali dengan baik dewa-dewi apa saja yang telah membuat kita berpaling muka dari Allah barulah kita datang kepada Yesus untuk memohon dibebaskan.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved