Berita Kabupaten Kupang
Petani Muda Amarasi Sulap Lahan Sawah Menjadi Objek Wisata Alam yang Menakjubkan
Kolam pemancingan itu kini menjadi objek wisata yang berada di Desa Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang
Penulis: Yohanes Alryanto Tapehen | Editor: Edi Hayong
Aktifitas selain mamancing wisatawan juga dapat berswafoto dengan latar belakang alam yang indah.
Dan objek wisata ini sudah dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti lopo-lopo dan toilet.
Baca juga: Bupati Kupang Bersyukur Revolusi 5P Diterima Banyak Orang
Objek wisata ini dibuka setiap hari dari Pukul 08.00 sampai dengan Pukul 18.00 Wita.
"Kami pernah mengalami musibah dimana baru dua tahun merintis usaha datanglah badai seroja. Badai memporak porandakan kolam yang membuat kami merugi jutaan rupiah. Kolam ikan juga jebol mengakibatkan belasan ribu ikan hilang karena jebolnya tanggul kolam," kata Rendi mengenang.
Dari musibah itu dirinya bersama anggota kelompok kemudian berbenah dan kembali menjajaki kerjasama baik dengan Undana, Pemkab Kupang, para Anggota DPRD dan DPR RI juga Kementrian Pertanian RI.
Dari situlah mereka mecoba memadukan pariwisata dan perikanan yang sudah dimukai sejak awal dengan pertanian, perkebunan, dan peternakan.
Seperti dipantau Pos Kupang sat diajak keliling oleh Rendi Baok, terlihat kolam ikan yang pernah rusak sudah mulai direnovasi kembali dengan membuat tanggul penahan kolam menggunakan semen.
Ada belasan kolam yang disebar berbagai jenis ikan mulai dari nila, lele, ikan mas, ikan patin, bawal. Kini dia mengaku lebih untung menjual benih ikan.
Lalu juga ada rumah pembuatan pakan baik pakan tenak juga pakan ikan dengan 5 mesin yang ada di dalamnya, mulai dari mesin pencacah hingga mesin pakan apung yang menghasilkan pakan jadi.
Lahan kolam Nuneno awalnya merupakan bekas sawah dan sejak tahun lalu sisa lahan yang belum diolah dia pakai untuk menanam labu.
Baca juga: Wujudkan Revolusi 5P Bupati Korinus Masneno Minta Dukungan DPRD Kabupaten Kupang
Labu tersebut tidak dia jual namun dipakai sebagai bahan pakan ternak babi yang masih satu lokasi paling bawah.
"Disini progran 5P itu lengkap, ada pariwisata dengan perikanan, juga ada pertanian ada tanaman hortikultura, lalu perkebunan saya banyak tanam pohon pinang bonak keliling lokasi, juga ada peternakan babi yang paling bawah itu. Semua terintegrasi disini," ujarnya sumrigah.
Kedepan dirinya sedang mengupayakan mendapatkan persetujuan membuka pusat pelatihan pertanian swadaya masyarakat (P3SM) disana dan dirinya akan mengikuti pelatihan selama dua minggu di Jawa terlebih dahulu.
Dirinya berharap apa yang dia lakukan ini dapat mengispirasi anak-anak muda di Amarasi juga di Kabupaten Kupang dan NTT untuk tidak malu bertani.
"Jadi petani itu tidak susah yang penting tekun dan ulet juga sabar, sebab tidak semua berjalan sesuai rencana dan pasti ada tantangan," tutupnya.(ary)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.