Pilpres 2024

PDI Perjuangan: Kami Mohon, Mohon dan Mohon Jokowi Mewujudkan Keteladanan

Endah menyampaikan kondisi Kabupaten Gunungkidul, DIY, yang mencekam ketika Jokowi datang. Sebab, mobil tank dan mobil Brimob berlalu-lalang.

Editor: Alfons Nedabang
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. 

Hasto mengatakan, tindakan tersebut seharusnya tidak perlu dilakukan. Sebab, PDIP merupakan peserta Pemilu yang dijamin undang-undang (UU).

“Kami ini peserta pemilu resmi, dijamin oleh undang-undang. Tetapi mengapa bendera PDIP dilarang untuk dikibarkan,” kata Hasto.

Selain itu, dia juga menyesali adanya dugaan pemukulan terhadap seorang pendukung pasangan Ganjar Pranowo – Mahfud MD saat kunker Jokowi di Gunungkidul.

Dugaan pemukulan itu terjadi setelah seorang pendukung Ganjar-Mahfud membentangkan spanduk bertuliskan ‘Selamat Datang Pak Jokowi, Kami Sudah Pintar, Kami Pilih Ganjar!’.

“Apa yang terjadi di Gunungkidul ketika menjelang kehadiran Presiden Bapak Jokowi yang sangat kami hormati tapi kemudian dilakukan pengerahan dari aparatur negara,” ucap Hasto.

Baca juga: PDI Perjuangan Tak Undang Gibran Saat Pertemuan Para Bupati-Walikota Se-Jawa Tengah

Menurutnya, rakyat seakan-akan menjadi ancaman sehingga ditakut-takuti dengan pengerahan mobil-mobil aparat.

Intimidasi Kepala Daerah

Hasto mengatakan, ada kepala daerah dari partainya diintimidasi aparat penegak hukum agar tak mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

“Saya punya bukti-buktinya di sini, bagaimana kepala daerah di PDIP coba diintimidasi,” kata Hasto dalam kesempatan yang sama.

Hasto mengatakan, aparat menekan kepala daerah PDIP melalui pengaduan masyarakat (dumas).

“Caranya bagaimana? Ada orang diminta untuk menggunakan mekanisme dumas, pengaduan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, melalui dumas tersebut kepala daerah PDIP diminta untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

“Lalu dengan dumas ini dipakai sebagai alat pressure (penekan) bagi kepala daerah kami untuk tidak bergerak, silahkan memenangkan PDIP, tapi jangan dukung Ganjar-Mahfud, dukung 02,” ucap Hasto.

Hasto menjelaskan, hal tersebut dilakukan secara masif oleh oknum-oknum anggota Polri.

“Kami baru saja melakukan rapat konsolidasi secara nasional. Ada beberapa kepala daerah yang melaporkan modus-modus itu,” ungkapnya.

Hasto pun mengimbau semua pihak untuk wujudkan kampanye yang damai, bergembira, mendidik, dan mencerdaskan rakyat. (tribun network/yuda)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved