Wawancara Eksklusif
Wawancara Eksklusif - Ketua Komnas Haji: Menteri Haji dan Umrah Harus Tahan Banting
Pemerintah resmi membentuk Kementerian baru yakni Kementerian Haji dan Umrah.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Pemerintah resmi membentuk Kementerian baru yakni Kementerian Haji dan Umrah agar tata kelola penyelenggaraan haji dan umrah bisa dipermudah.
Hal ini setelah DPR RI telah mengesahkan RUU Perubahan Ketiga atas UU No. 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, menjadi Undang-Undang dalam rapat paripurna DPR RI, Selasa (26/8/2025) lalu.
Terkait itu, Ketua Komnas Haji, Mustolih Siradj menyoroti soal sosok pejabat yang nantinya akan dipilih untuk menahkodai kementerian tersebut yang dinilai harus mempunyai integritas tinggi sesuai ekspetasi masyarakat.
Hal itu disampaikan Mustolih saat wawancara eksklusif dengan Tribunnews di Studio Tribunnews.com, Palmerah, Jakarta Pusat pada Kamis (28/8/2025).
"Nanti dalam perjalanannya maka siapapun yang menjadi Menteri Haji dan Umrah ini harus tahan banting, tahan bantingnya apa? Dia akan selalu dibanding-bandingkan dengan capaian maupun situasi yang pernah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh di Kementerian Agama," kata Mustolih.
Selain itu, Mustolih juga meminta agar sosok pengisi jabatan di Kementerian Haji dan Umrah bukan merupakan orang baru sehingga program-program yang sudah berjalan bisa dilanjutkan.
"Dalam hari-hari ini yang kemudian kita berkerja, karena saya bilang begitu Menterinya dilantik atau nanti ada Wakil atau tidak begitu ya, itu bukannya harus langsung jalan, tapi harus langsung lari. Menata di internal birokrasinya seperti apa," ucapnya.
Berikut wawancara lengkap Mustolih dengan Tribunnews.com terkait pandangannya soal Kementerian Haji dan Umrah:
Pak Mustolih, ini sebuah gebrakan baru, tiba-tiba dibentuk Kementerian baru setelah beberapa bulan kepemimpinan Presiden Prabowo yakni Kementerian Haji dan Umrah.
Ya memang ini bisa dibilang bukan hanya gebrakan, tapi sejarah baru dalam perhajian kita. Sekarang eranya Pak Prabowo Subianto yang menarik adalah perjalanan ibadah haji. Awalnya konsepnya, kan hanya badan gitu ya. Tapi seiring dinamika internal dan eksternal sampai lah menjadi Kementerian. Dipimpin oleh menteri, kalau tradisi sekarang biasanya ada wamen-nya.
Stelah revisi undang-undang nomor 8 tahun 2019, memunculkan adanya Kementerian Haji dan Umrah, maka ekspektasi masyarakat berharap, kementerian berarti harus lebih serius. Integritasnya dijaga, kemudian pelayanannya ditingkatkan. Siapapun yang menjadi Menteri Haji dan Umrah ini harus tahan banting. Dia akan selalu dibanding-bandingkan dengan capaian maupun situasi yang pernah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah di Kementerian Agama.
Seperti terburu-buru kesannya gitu ya (Kementerian Haji dan Umrah)?
Kritik memang ada, misalnya DIM (daftar inventarisasi masalah) undang-undang ini tidak dibuka ke publik. Kemudian pembahasan juga relatif. Tentu ini menjadi catatan juga, mudah-mudahan tidak ada yang menggugat ke MK. Urgensinya, sebetulnya dua faktor besar. Yang pertama adalah faktor internal, yang kedua adalah eksternal.
Internalnya ada political will. Pak Prabowo ingin menata penyelenggaran ibadah haji lebih baik. Yang kedua faktor eksternal, transformasi penyelenggaran ibadah haji yang diselenggarakan, yang dilakukan oleh negara tuan rumah, siapa? Arab Saudi. Nah karena kita membawa jamaat ke negara sana, begitu sampai di sana undang-undang kita kan tidak berlaku yang berlaku adalah namanya ta'limatul hajj aturan-aturan hajinya Arab Saudi.
Kementerian Haji dan Umrah ini digadang-gadang akan menjadi one stop service dari ibadah haji dan umroh di Indonesia, seperti apa itu?
Menteri Haji dan Umrah
Kementerian Haji dan Umrah
Ketua Komnas Haji
Mustolih Siradj
wawancara eksklusif
Eksklusif
Tribunnews
POS-KUPANG.COM
Wawancara Eksklusif - Wamen Viva Yoga: 2.000 Tim Ekspedisi Patriot Riset Transmigrasi di 154 Daerah |
![]() |
---|
Wawancara Eksklusif - Wamen Viva Yoga Ungkap 3 Amanat Presiden Prabowo Soal Program Transmigrasi |
![]() |
---|
Wawancara Ekslusif - Picauly Sebut Ekologi Pangan Berpengaruh Pada Peningkatan Kualitas SDM NTT |
![]() |
---|
Wawancara Ekslusif - NTT Punya Potensi Ketahanan Pangan Tapi Belum Dimaksimalkan |
![]() |
---|
Wawancara Eksklusif - 4S Kebijakan Strategis Kelola Sumber Daya Pesisir Inklusif dan Berkelanjutan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.