Opini

Ekonomi Emas

Cukup banyak orang hari ini belum paham istilah dan konsep baru, ahirnya membaca lurus saja lalu membuat kesimpulan atas pemahaman sendiri.

Editor: Dion DB Putra
YOUTUBE/SOUTH CHINA MORNING POST
Ilustrasi ibu kota Jakarta. 

Fakta ekonomi seperti ini memberi sinyal bahwa kesenjangan ekonomi semakin melebar karena yang kaya jarang menjadi miskin dan yang miskin makin bertambah miskin, dan mereka ini tidak mungkin menjadi 9 naga Indonesia.

Ada fakta menarik bahwa hari ini orang setengah kaya terus mengaku miskin karena pura-pura berkeluarga dengan program BLT, PKH, pemberdayaan ekonomi, dsb.

Pada konteks ini pemerintah menjadi Sinterklaas sehingga bertambah pula beban APBN dan APBD, benar saja karena sesuai regulasi bahwa itulah tugas negara.

Fakta ekonomi hari ini dan hari mendatang sulit diketahui arahnya karena itu feminism ekonomi (tulisan Timex 18/01/2023) menjadi lesson hari kemarin, menjadi gift hari ini dan menjadi motivasi hari mendatang.

Banyak prakiraan tahun 2024 baik untuk pemimpin negara, pemimpin Propinsi NTT dan pemimpin Kota Kupang sehingga membuat orang membangun strategi agar menjadi pemenang termasuk menang menjadi anggota DPR pusat dan daerah.

Tidak salah membangun strategi jika paham akan tugas, fungsi dan wewenang sesuai level posisinya. Tugas, fungsi dan wewenang pada posisi eksekutif dan legislatif sangat berbeda, jangan ambil porsi eksekutif jika kita adalah legislatif dan sebaliknya.

Hari-hari ini banyak terjadi janji kasih emas tetapi nanti yang dikasih adalah perak bahkan tembaga ketika emasnya tidak mungkin dibagi. Oleh karena itu bersiaplah kita untuk tidak memilih kucing dalam karung kecuali paham sekali apa isi karungnya.

Tentu kitapun akan bertanya apakah makna ekonomi emas dalam konteks kehidupan kita hari ini, karena target bahwa Indonesia sudah menjadi negara maju, modern, dan sejajar dengan Negara-negara adidaya di dunia tahun 2045.

Indonesia emas dan ekonomi emas bisa tercapai jika manusia kita tidak lagi korupsi, manusia kita punya rasa nasionalisme yang terikat, mental dan sikap bonus demografi, dan pihak asing tidak punya kekuatan penuh menguasai kekayaan alam kita.

Empat prasyarat di atas bisa saja tercapai jika kita tidak salah memilih pemimpin hari ini sesuai level dan posisinya, sebab kita semua ingin mendapat emas bukan perak dan tembaga.

Hari ini kita juga dibingungkan dengan konsep satu negara dan satu mata uang sehingga pertanyaan kita adalah apa mungkin akan seperti itu? Mungkin saja akan terjadi jika kita semua dikendalikan oleh satu sistim sehingga tidak ada pilihan (no way to run).

Contoh konkret bahwa hari ini kita tidak secara fisik bisa berkelana ke seluruh dunia, bisa berbicara dengan siapa saja dipelosok dunia, bisa melihat wajah orang di pelosok dunia oleh karena ada sistimnya.

Kita hari ini dihebohkan dengan crypto currency, bitcoin, ripple XRP, bahkan crypto religion dan kita pasti bertanya apa lagi ini, yang pasti kita lupa bahwa itulah sistim.

Hari ini dan ke depan ekonomi akan diatur dengan satu sistim sehingga semua kita akan mengikutinya, sebagai contoh disejumlah negara uang tunai sudah tidak berlaku untuk hampir semua transaksi keuangan.

Pada waktunya hal ini akan berlaku bagi kita di Indonesia bahwa akan ada sistim tanpa harus uang tunai. Memang benar dalam perspektif ekonomi bahwa sistim adalah tools of control terhadap aktifitas ekonomi, karena itu biasakanlah hidup menggunakan sistem.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved