Berita Kabupaten Kupang
Sungai Kapsali dan Taen Meluap, Warga Nekat Terjang Banjir
Warga Manubelon juga dengan sigap masuk ke dalam sungai dan mengukur ketinggian air sungai serta memeriksa jalur dangkal yang harus dilewati.
Penulis: Yohanes Alryanto Tapehen | Editor: Oby Lewanmeru

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen
POS-KUPANG.COM, OELAMASI- Musim hujan yang sudah mulai merata di wilayah Amfoang membuat sungai-sungai besa meluap dan membuat arus transportasi menjadi macet.
Seperti video yang beredar yang dibagikan Camat Amfoang Barat Daya Yonathan Natun, Minggu 14 Januari 2024 dua sungai besar yang mengapit Desa Manubelon Kecamatan Amfoang Barat Daya meluap akibat hujan yang turun sejak pagi.
"Itu video siang hari, hujan sudah turun dari pagi," ujar Yon Natun saat dikonfirmasi Pos Kupang.
Namun warga yang setia menunggu sungai surut nekat menerjang banjir di sungai kapsali meskipun air masih setinggi pinggang orang dewasa.
Dalam video tersebut salah satu truk yang bermuatan penuh barang dan menusia menak menerjang banjir tersebut tanpa mengalami kendala dan berhasil sempai ke seberang sungai.
Baca juga: Ambruknya Gelagar Jembatan Kapsali, Anak Sekolah di Wilayah Amfoang Barat Daya Sulit ke Sekolah
Warga Manubelon juga dengan sigap masuk ke dalam sungai dan mengukur ketinggian air sungai serta memeriksa jalur dangkal yang harus dilewati.
"Kalau sudah sore tidak ada yang berani lewat lagi, dan masyarakat juga sudah pulang ke rumah," ujarnya.
Biasanya diwaktu musim hujan seperti ini warga disana biasa dengan mengandalkan tenaga mereka sigap membantu kendaraan yang hendak melintas.
Sementara sungai Taen masyarakat tak bisa berbuat apa-apa, pasalnya luapan sungai yang begitu besar masyaralat hanya bisa menunggu sampai sungai surut.
Kata dia musim penghujan seperti ini menjadi momok bagi masyarakat di empat kecamatan wilayah pantai utara wilayah Kabupaten Kupang yakni Kecamatan Amfoang Barat Daya, Amfoang Barat Laut, Amfoang Utara, dan Amfoang Timur.
Dia menerangkan jembatan Kapsali yang jebol pada Desember 2022 lalu membuat masyarakat di empat kecamatan tersebut akan terisolir sementara waktu sampai menunggu bajir surut.
Baca juga: Perbaikan Jembatan Kapsali Kabupaten Kupang Wewenang Pemrov NTT
Setelah beberapa kali terjadi hujan di mengakibatkan banjir dan membuat kendaraan tidak bisa melintas bahkan beberapa kendaraan terjebak dalam banjir di sungai Kapsali.
"Kondisi sungai kapsali sangat memperihatinkan, infonya dari pemerintah dikerjakan tahun 2023 kemarin tapi sampai akhir tahun tapi belum ada tanda-tanda perhatian baik dari Pemrprov dan Pempus," ungkap Yon Natun.
"Kalau hujan dengan intensitas cukup tinggi diatas 1 jam maka masyarakat untuk sementara terisolir," sambungnya.
Dia menyarankan sebelum pemilu 2024 Pemerintah bisa membangun jembatan darurat agar masyarakat bisa melintas bila sedang terjadi banjir.
"Meskipun saat ini intensitas hujan belum terlalu tinggi tapi kalau hujan terjadi diatas 1 jam maka tidak bisa dilewati lagi," tukasnya. (ary)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.