Komunitas Sastra Dusun Flobamora Gelar Literasi di Era Digital dan Diskusi Buku Toko Buku Terakhir

Tiga poin diharapkan dari kegiatan ini. Pertama, terjadi sharing informasi antara komunitas literasi yang sudah, sedang dan akan terus bekerja.

|
Editor: Dion DB Putra
DOK PRIBADI SADDAM HP
Saddam HP dari Komunitas Sastra Dusun Flobamora. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Komunitas Sastra Dusun Flobamora, Seminari Tinggi St. Mikael Kupang dan keterlibatan pemerintah melalui Dinas Kominfo NTT menyelenggarakan kegiatan awal tahun 2024 bertajuk panel dan diskusi Literasi di Era Digital dan Diskusi Buku Toko Buku Terakhir.

Ketua Panitia, Saddam HP dalam keterangan tertulis kepada Pos Kupang mengatakan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Sabtu (13/1/2024) di aula Dinas Kominfo Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jl. Palapa, Kota Kupang.

Saddam menjelaskan, ada tiga konsep kegiatan yang terselenggara pada hari ini. Pertama, Focus Group Discussion (FGD) mengenai apa yang sudah atau sedang dikerjakan komunitas literasi selama satu dekade melalui geliat seni dan literasi. FGD berlangsung pada pukul 11.00 -12.30 WITA.

Komunitas yang hadir dalam diskusi ini yaitu Komunitas Leko, Komunitas Buku Bagi NTT, Komunitas Bacarita NTT, Komunitas Children See Children Do, Komunitas Lowewini, Perkumpulan Duta Bahasa NTT, Perkumpulan JPIT, Komunitas Sadar Literasi, Komunitas Literasi SMPK ST. Yoseph Kupang, dan UKIM. Tia Ragat, seorang pegiat literasi akan memandu FGD tersebut.

Kegiatan kedua, kata Saddam HP, berupa diskusi bertajuk Literasi di Era Digital: Buku-buku Fisik dalam Gempuran Perangkat Digital pada pukul 14.00-16.00 WITA.

Diskusi yang dipandu penyair dan esais Mario F Lawi menghadirkan pembicara Bona Beding yang akan membedah topik Buku dan NTT.

Pdt. Emmy Sahertian akan menyampaikan kajian dari aspek pendidikan. Romo Dr Leo Mali, Pr dari kajian filosofis, dan Kepala Dinas Kominfo NTT membahas mengenai literasi digital dari perspektif pemerintah.

Buku karya Usman Kansong berjudul Toko Buku Terakhir.
Buku karya Usman Kansong berjudul Toko Buku Terakhir. (POS KUPANG/ISTIMEWA)

Kegiatan ketiga yaitu Pentas Senja mulai pukul 16.30 WITA sampai selesai. Sesi ini berupa orasi budaya dari Usman Kansong, penulis Buku Toko Buku Terakhir. Acara diwarnai penampilan Musik dan Sastra diselingi baca puisi-cerpen dan karya sastra NTT lainnya.

Menurut Saddam HP, peserta kegiatan dari berbagai kalangan antara lain wakil Pemerintah NTT, mahasiswa, pelajar, pegiat literasi, budayawan serta perwakilan berbagai komunitas seni dan literasi di NTT.

"Penanggungjawab kegiatan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Komunitas Sastra Dusun Flobamora, dan Seminari Tinggi ST. Mikael Penfui Kupang," kata Saddam HP.

Dia menambahkan, sejak 10 tahun terakhir, komunitas-komunitas literasi hadir dan menginisiasi berbagai gerakan literasi di NTT dan beradaptasi dalam berbagai era.

Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan minat baca dan menghadirkan ruang-ruang diskusi yang lebih kritis bagi masyarakat NTT.

"Memanfaatkan hari ulang tahun NTT ke-65, kami ingin menyatukan gerakan-gerakan literasi yang sudah ada menjadi gerakan lebih besar dan berkelanjutan."

"Untuk memperkuat niat ini, kami sertai dengan diskusi buku “Toko Buku Terakhir” sebagai satu contoh bagaimana buku-buku fisik yang mewakili kemampuan literasi dasar, bertahan di tengah gempuran perangkat digital," kata Saddam HP.

Baca juga: Komunitas Dusun Flobamora Terima Penghargaan 

Saddam menyebut tiga poin yang diharapkan dari kegiatan ini. Pertama, terjadi sharing informasi antara komunitas-komunitas literasi yang sudah dan sedang dan akan terus bekerja.

Kedua, adanya konsolidasi gerakan literasi yang berbasis komunitas di NTT, mulai dari Kota Kupang.

Ketiga, adanya mimpi serta komitmen bersama untuk memperluas serta memperkuat gerakan literasi di NTT secara berkelanjutan. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved