Breaking News

Opini

Opini: Ricky dan Alma, Oebelo dan Atambua

Saat itu, “aku” dalam puisinya bukanlah persona lain, sebagaimana para tokoh dalam puisi-puisinya di buku Lalu Kau Menulis Atambua. 

Editor: Dion DB Putra
DOK PRIBADI
Mario F. Lawi. 

Oleh: Mario F. Lawi
Komunitas Sastra Dusun Flobamora, Kupang - Nusa Tenggara Timur

POS-KUPANG.COM - Penyair Ricky Ulu menikah dengan Almada Lasi pada 11 Juli 2025. Pemberkatan keduanya dilakukan di Paroki Panite, dan resepsi dilakukan di rumah orang tua Alma, di Desa Oebelo, Timor Tengah Selatan. 

Kabar pernikahan tersebut telah saya peroleh jauh-jauh hari, ketika kami mendiskusikan buku puisinya, Lalu Kau Menulis Atambua, bersama buku cerpen Christian Dan Dadi, Jasad sang Pelacur dan Pemakaman Keduanya, di Seminari Menengah St. Maria Immaculata, Lalian, pada 3 April 2025. 

Untuk keperluan diskusi tersebut, kawan-kawan Dusun Flobamora menempuh perjalanan dari Kupang ke Atambua, dan menginap di rumah Ricky. 

Waktu itu, tanpa tahu pasti tanggal resepsinya, saya menyatakan kepada Ricky bahwa saya akan menghadiri acara pernikahannya, dalam keadaan mabuk, dan berjanji akan membawakannya sopi pada saat resepsi.

Ketika dua bulan kemudian, pada 5 Juli 2025, Ricky mengirimkan undangan digitalnya kepada saya melalui WhatsApp, saya menegaskan kesanggupan saya untuk menghadiri resepsinya, dengan sedikit salah paham. 

Tanpa membuka titik peta digital yang disematkan di undangan, saya menganggap bahwa Desa Oebelo yang dimaksud adalah salah satu desa di Kabupaten Kupang. 

Ketika kawan-kawan dari Komunitas Sastra Dusun Flobamora, Romo Amanche, Christian Dan Dadi dan Rini Foa, menghadiri misa pernikahan Ricky dan Alma di Paroki Panite dan mengirimkan foto-foto mereka ke grup WhatsApp komunitas, saya masih belum menyadari bahwa saya keliru memperkirakan jarak dan tempat. 

Hanya pada saat setelah mempersiapkan diri untuk mengikuti resepsi tersebut, 30 menit sebelum waktu acara seperti tertera dalam undangan, 11 Juli 2025, saya membuka peta dan melihat bahwa Desa Oebelo yang dimaksud berada di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah
Selatan, dekat Pantai Oetune, dua setengah jam jarak tempuh berkendara dari rumah saya di Naimata, Kota Kupang.

Pelan saya berkendara ke Oetune, ditemani bulan purnama dan langit malam yang cerah, saking cerahnya sehingga ketika memasuki area persawahan Bena saya bisa melihat hamparan bintang yang bersembunyi di balik awan-awan yang diterangi purnama. 

Saya tiba di tempat resepsi pukul 20.48, terlambat nyaris tiga jam dari waktu resepsi yang ditentukan. 

Di tenda, pemadaman listrik membuat resepsi tertunda, dan baru dimulai 20 menit kemudian setelah pemadaman berakhir. Di salah satu bagian acara, Ricky mengucapkan secara spontan puisinya buat Alma, sebelum mencium kening sang istri. 

Saat itu, “aku” dalam puisinya bukanlah persona lain, sebagaimana para tokoh dalam puisi-puisinya di buku Lalu Kau Menulis Atambua. 

Namun, pengalaman tersebut menunjukkan kepercayaan Ricky kepada kata-kata yang dipilihnya, kata-kata yang juga menjerumuskannya ke dalam semesta puisi.

Tidak banyak orang yang percaya pada kekuatan kata-kata dalam puisi, dan menghidupi kata-katanya dengan penuh integritas seperti yang dilakukan Ricky. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved