Berita Alor
Jagung di Desa Nurbenlelang Alor Terancam Gagal Panen
Sementara itu Omri Manilani selaku Penyuluh Pertanian yang bermukim di Desa Nurbenlelang menyatakan hal serupa terjadi pada lahan jagungnya.
Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela
POS-KUPANG.COM, KALABAHI - Tanaman jagung di Desa Nurbenlelang, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor terancam gagal panen.
Pantauan POS-KUPANG.COM Sabtu, 6 Januari 2024 sejumlah lahan jagung yang ada di Desa Nurbenlelang tampak kering. Tanaman jagung yang ada di lahan petani, nampak kerdil dengan kondisi daun yang sudah menguning dan layu.
Semuel Boling salah satu warga Nurbenlelang berujar, kondisi tanah yang kering membuat tanaman jagung kekurangan air.
“Kemarin waktu hujan sudah mulai turun, kami tanam jagung. Ternyata semakin ke sini, jagung-jagung tersebut layu dan akhirnya kering. Menurut kami karena hujannya sedikit, jadi jagung tidak bisa tumbuh dengan baik,” ujarnya saat dijumpai di Desa Nurbenlelang.
Baca juga: Libatkan Kaum Disabilitas, DPK KNPI ATU Alor Apresiasi Gebyar Paskah Pemuda GMIT Klasis Altar
Selain jagung, lelaki yang akrab disapa semu ini mengatakan kondisi yang sama terjadi pada tanaman padi.
“Bukan hanya jagung, padi juga sama,” kata Semuel.
Sementara itu Omri Manilani selaku Penyuluh Pertanian yang bermukim di Desa Nurbenlelang menyatakan hal serupa terjadi pada lahan jagungnya.
“Saya habiskan 15 kg bibit jagung untuk ditanam, dan sekarang usia jagung sudah 2 bulan. Tetapi sekarang kondisinya gagal tumbuh,” ujar Omri menunjukan hamparan tanaman jagung yang daunnya tampak menguning.
Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya lanjut Omri kondisinya tidak sekering tahun ini.
“Sebelumnya ada juga kejadian yang mirip. Tetapi kali ini kondisinya betul-betul kering. Tahun kemarin Desember sudah pasti hujan, tetapi tahun ini baru Januari kondisi jagung sudah banyak yang kering. Ini berlaku hampir di semua Kecamatan Alor Tengah Utara,” jelasnya.
Sebagai penyuluh pertanian pihaknya telah menyampaikan kepada petani agar menanam ubi, untuk antisipasi.
“Sementara ini kami sampaikan kepada petani, kita siap batang ubi untuk ditanam di kondisi curah hujan yang sedikit ini. Kita manfaatkan lahan yang ada, supaya jangan kosong. Kedepannya kalau curah hujan sudah membaik mudah-mudahan diantara jagung yang sudah ditanam ini, ada yang berbuah dan kami bisa menanam kembali jagung atau tanaman hortikultura lainnya ,” pungkasnya. (cr19)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.