Uskup Anton Pain Ratu Wafat

Daftar Uskup Keuskupan Atambua Sejak Tahun 1937, Anton Pain Ratu yang Ketiga

Anton Pain Ratu merupakan uskup ketiga Keuskupan Atambua sejak hirarki gereja lokal di Pulau Timor ini berdiri pada tahun 1937.

|
Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
Uskup Atambua, Mgr Dominikus Saku, Pr 

Pada 2 Januari 2003 bertepatan dengan hari ulang tahun Mgr. Anton Pain Ratu, SVD, diberkati pula Rumah Baru Keuskupan Atambua di Lalian Tolu. Sejak saat itu semua urusan pelayanan Uskup dan Kuria Keuskupan Atambua berpusat di Jalan Nela Raya, No.17, Lalian Tolu.

Pada tahun 2003 sesuai Kanon, Mgr. Anton mengajukan Surat pengunduran diri kepada Sri Paus di Roma.

Roma merestuinya dan sejak 2 Juni 2007 beliau diangkat sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Atambua sampai 21 September 2007 saat beliau menyerahkan jabatan Uskup Atambua kepada penggantinya Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr.

Mgr. Anton Pain Ratu, SVD memasuki usia purnabakti sebagai Uskup Emeritus Keuskupan Atambua dengan memilih tempat peristirahatan di Pastoran SMK Santo Pius X Bitauni, TTU hingga akhir hayatnya.

4. Mgr. Dr. Dominikus Saku (2007-hingga sekarang).

Uskup Dominikus Saku lahir di Taekas, Tunbaba, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada 3 April 1960.

Ditahbiskan menjadi imam pada 29 September 1992. Pada 2 Juni 2007 dipilih menjadi Uskup Atambua oleh Paus Benediktus XVI menggantikan Mgr. Anton Pain Ratu, SVD dan ditahbiskan menjadi Uskup Atambua pada 21 September 2007 dengan motto tahbisan: “Vos Amici Mei Estis: Kamu adalah Sahabat- Ku” (Yoh 15:14).

Pada 21 September 2007 tercatat sebagai peristiwa terpenting dalam sejarah Keuskupan Atambua.

Seorang putera terbaik dari kalangan imam praja Keuskupan Atambua ditahbiskan menjadi Uskup Atambua. Ini berarti pula telah terbersit kemandirian di bidang ketenagaan atau personalia pastoral yang menjadi cita-cita Gereja Keuskupan Atambua.

Pada 23-29 November 2008 berlangsung Musyawarah Pastoral (Muspas) I di era kepemimpinan Mgr. Dr. Dominikus Saku, atau Muspas VI Keuskupan Atambua. Mulai tahun 2008, panitia-panitia pastoral di tingkat Keuskupan ditingkatkan statusnya menjadi Komisi-komisi dan mengembangkan Pastoral Pemberdayaan.

Pada tahun 2013 ada perayaan syukur 100 tahun misi SVD di Timor, Indonesia dan 75 tahun Keuskupan Atambua pada 15-16 September 2013.

Perayaan akbar ini dihadiri oleh Duta Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Antonio Guido Filipazzi.

Ketua Umum Panitia pelaksana adalah Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez. Untuk menghadirkan Duta Vatikan di Atambua, panitia perayaan mencarter pesawat khusus Trans NUSA untuk membawa rombongan turun di Bandara Haliwen Atambua pada 14 September 2013.

Setelah perayaan akbar ini keesokan harinya dilanjutkan dengan Muspas KA VII di Emaus yang berlangsung dari 16 – 21 September 2013. Muspas VII ini menghasilkan visi, misi dan strategi pastoral Keuskupan Atambua era kepemimpinan Mgr. Dominikus Saku Quinquinial II (2014-2019).

Untuk mendukung fokus dan arah pastoral ini, Mgr. Dominikus Saku juga mengembangkan pola kerja sama kemitraan dengan berbagai pihak, khususnya dengan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan pemerintah Kabupaten Belu, Timor Tengah Utara (TTU) dan Malaka. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved