Uskup Anton Pain Ratu Wafat

Daftar Uskup Keuskupan Atambua Sejak Tahun 1937, Anton Pain Ratu yang Ketiga

Anton Pain Ratu merupakan uskup ketiga Keuskupan Atambua sejak hirarki gereja lokal di Pulau Timor ini berdiri pada tahun 1937.

|
Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
Uskup Atambua, Mgr Dominikus Saku, Pr 

Pada tanggal 14 November 1957 ditunjuk menjadi Vikaris Apostolik Atambua. Pada 29 Juni 1958 ditahbiskan sebagai Uskup di Atambua.

Pada 3 Januari 1961, Mgr. Theodorus Fransiskus Maria van Den Tillart, SVD menjadi Uskup Atambua dengan berdirinya hirarki di Indonesia.

Jumlah umat Vikariat Apostolik Atambua, pada masa itu 150.000 jiwa. Saat pembentukan hirarki Gereja di Indonesia, Vikariat Apostolik Atambua menjadi dioses atau keuskupan dan semua stasi menjadi paroki.

Mgr. Theodorus Fransiskus Maria van Den Tillart, SVD adalah pemimpin yang kharismatis dan kebapaan.

Pada 3 Februari 1984 beliau mengakhiri masa jabatannya sebagai Uskup Atambua. Selanjutnya ia menjadi Administrator Apostolik Atambua sampai dengan 9 Mei 1984.

Pada tanggal 9 Mei 1984 beliau menyerahkan jabatan Uskup Keuskupan Atambua kepada penggantinya Mgr. Anton Pain Ratu, SVD.

Mgr. Theodorus Sulama, SVD menjadi Uskup Emeritus Keuskupan Atambua dengan memilih menjadi Pastor Paroki Stellamaris Atapupu hingga meninggal dunia pada 7 Mei 1991 dan dimakamkan di dalam Gereja Katedral Atambua.

3. Mgr. Anton Pain Ratu, SVD (1984 – 2007)

Seorang ptera Adonara, Flores Timur, kelahiran 2 Januari 1929. Pada 21 September 1982, Anton Pain Ratu ditahbiskan menjadi Uskup di Atambua, dengan jabatan sebagai Uskup Tituler Zaba dan menjadi Uskup Pembantu Atambua dengan moto tahbisan: “Maranata: Tuhan datang!”.

Uskup Emeritus Mgr Anton Pain Ratu SVD menjadi Uskup Keuskupan Atambua sejak tahun 1984 hingga tahun 2007
Uskup Emeritus Mgr Anton Pain Ratu SVD menjadi Uskup Keuskupan Atambua sejak tahun 1984 hingga tahun 2007 (POS-KUPANG.COM/HO)

Pada 3 Februari 1984 diangkat sebagai Uskup Atambua dan pada 9 Mei 1984 menerima jabatan Uskup Atambua.

Anton Pain Ratu dikenang umat Keuskupan Atambua sebagai Uskup 3-BER, Uskup Politik, Uskup Pencinta lingkungan hidup dan Uskup yang mengumat karena “jam terbang ke umat yang tinggi.” Ia semangat dan setia bekerja dalam tim pastoral bersama awam.

Visi pastoralnya: Umat Keuskupan Atambua berkembang menjadi Gereja umat yang mandiri dan terlibat dalam masyarakat terutama untuk melakukan perubahan-perubahan yang bernilai/berarti bagi semua orang.

Perhatian pada pengorganisasian tenaga pastoral (imam dan awam), dan penataan struktur serta pendayagunaannya. Bidang pastoral yang diprioritaskan adalah pastoral pengembangan iman, pendidikan umat dan pastoral sosial ekonomi.

Penyelenggaraan Sinode III (di Emaus, 1985) merupakan Sinode perdana dalam era kepemimpinannya semenjak menduduki tahta Uskup Atambua tahun 1984.

Sinode tersebut menggumuli dan merefleksikan masalah-masalah kegerejaan dan kemasyarakatan dalam terang firman.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved