Uskup Anton Pain Ratu Wafat

Daftar Uskup Keuskupan Atambua Sejak Tahun 1937, Anton Pain Ratu yang Ketiga

Anton Pain Ratu merupakan uskup ketiga Keuskupan Atambua sejak hirarki gereja lokal di Pulau Timor ini berdiri pada tahun 1937.

|
Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
Uskup Atambua, Mgr Dominikus Saku, Pr 

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Umat Keuskupan Atambua berduka dengan kepulangan Uskup Emeritus Mgr.Anton Pain Ratu, SVD pada Sabtu 6 Januari 2024.

Anton Pain Ratu merupakan uskup ketiga Keuskupan Atambua sejak hirarki gereja lokal di Pulau Timor ini berdiri pada tahun 1937.

Baca juga: Umat Sebut Uskup Anton Pain Ratu SVD Tokoh Pemersatu Umat Beragama

Berikut ini daftar Gembala umat Keuskupan Atambua yang dikutip Pos Kupang dari keuskupanatambua.org, Sabtu (6/1/2024).

1. Mgr. Jacobus Pessers, SVD (1937-1957)

Uskup pertama ini diangkat pemimpin Takta Suci menjadi Vikariat Apostolik Nederl-Timor pada 16 Juni 1936.

Wilayahnya meliputi seluruh Timor, Sabu, dan Pulau Rote. Kala itu, umat Katolik Timor berjumlah sekira 42.000 yang dilayani oleh 19 imam, 3 bruder dan 12 suster.

Gereja merintis pendidikan untuk kaderisasi tenaga pastoral. Para guru agama (awam Katolik) ditempatkan di setiap kampung.

Mereka itulah yang menemani para misionaris dari kampung ke kampung untuk mewartakan Injil melalui kerygma (katekese), doa kelompok, Misa dan kunjungan pastoral keluarga.

Penaburan benih-benih sabda dan tumbuhnya iman umat ditantang sekaligus diuji ketahanannya pada masa ini. Misi Gereja Katolik dihambat oleh penjajah Jepang.

Banyak misionaris Katolik ditawan di Pare-Pare Sulawesi sehingga menyebabkan karya misi terhenti sementara. Meski demikian, Gereja tidak pernah mati, malah semakin hidup dan berkembang.

Pada 11 November 1948 ketika Vikariat Apostolik Nederl- Timor berubah nama menjadi Vikariat Apostolik Atambua, Mgr. Yakobus Pessers SVD diangkat sebagai Vikaris Apostolik Atambua dari tahun 1948 – 1958.

Dalam era ini, beliau berhasil menambah beberapa stasi dan lembaga pendidikan, termasuk berdirinya Seminari Menengah Lalian pada 8 September 1950.

Pada 14 November 1958 beliau mengakhiri masa jabatannya sebagai Vikaris Apostolik Atambua. Mgr. Mgr. Jacobus Pessers, SVD meninggal dunia pada 3 April 1961 di Belanda dan dimakamkan di sana.

2. Mgr. Theodorus Fransiskus Maria van Den Tillart, SVD ( Vikaris Apostolik Atambua: 1958-1961 dan Uskup Atambua 1961-1984.

Nama Indonesia uskup ini adalah Mgr. Theodorus Fransiskus Maria Sulama, SVD.

Pada tanggal 14 November 1957 ditunjuk menjadi Vikaris Apostolik Atambua. Pada 29 Juni 1958 ditahbiskan sebagai Uskup di Atambua.

Pada 3 Januari 1961, Mgr. Theodorus Fransiskus Maria van Den Tillart, SVD menjadi Uskup Atambua dengan berdirinya hirarki di Indonesia.

Jumlah umat Vikariat Apostolik Atambua, pada masa itu 150.000 jiwa. Saat pembentukan hirarki Gereja di Indonesia, Vikariat Apostolik Atambua menjadi dioses atau keuskupan dan semua stasi menjadi paroki.

Mgr. Theodorus Fransiskus Maria van Den Tillart, SVD adalah pemimpin yang kharismatis dan kebapaan.

Pada 3 Februari 1984 beliau mengakhiri masa jabatannya sebagai Uskup Atambua. Selanjutnya ia menjadi Administrator Apostolik Atambua sampai dengan 9 Mei 1984.

Pada tanggal 9 Mei 1984 beliau menyerahkan jabatan Uskup Keuskupan Atambua kepada penggantinya Mgr. Anton Pain Ratu, SVD.

Mgr. Theodorus Sulama, SVD menjadi Uskup Emeritus Keuskupan Atambua dengan memilih menjadi Pastor Paroki Stellamaris Atapupu hingga meninggal dunia pada 7 Mei 1991 dan dimakamkan di dalam Gereja Katedral Atambua.

3. Mgr. Anton Pain Ratu, SVD (1984 – 2007)

Seorang ptera Adonara, Flores Timur, kelahiran 2 Januari 1929. Pada 21 September 1982, Anton Pain Ratu ditahbiskan menjadi Uskup di Atambua, dengan jabatan sebagai Uskup Tituler Zaba dan menjadi Uskup Pembantu Atambua dengan moto tahbisan: “Maranata: Tuhan datang!”.

Uskup Emeritus Mgr Anton Pain Ratu SVD menjadi Uskup Keuskupan Atambua sejak tahun 1984 hingga tahun 2007
Uskup Emeritus Mgr Anton Pain Ratu SVD menjadi Uskup Keuskupan Atambua sejak tahun 1984 hingga tahun 2007 (POS-KUPANG.COM/HO)

Pada 3 Februari 1984 diangkat sebagai Uskup Atambua dan pada 9 Mei 1984 menerima jabatan Uskup Atambua.

Anton Pain Ratu dikenang umat Keuskupan Atambua sebagai Uskup 3-BER, Uskup Politik, Uskup Pencinta lingkungan hidup dan Uskup yang mengumat karena “jam terbang ke umat yang tinggi.” Ia semangat dan setia bekerja dalam tim pastoral bersama awam.

Visi pastoralnya: Umat Keuskupan Atambua berkembang menjadi Gereja umat yang mandiri dan terlibat dalam masyarakat terutama untuk melakukan perubahan-perubahan yang bernilai/berarti bagi semua orang.

Perhatian pada pengorganisasian tenaga pastoral (imam dan awam), dan penataan struktur serta pendayagunaannya. Bidang pastoral yang diprioritaskan adalah pastoral pengembangan iman, pendidikan umat dan pastoral sosial ekonomi.

Penyelenggaraan Sinode III (di Emaus, 1985) merupakan Sinode perdana dalam era kepemimpinannya semenjak menduduki tahta Uskup Atambua tahun 1984.

Sinode tersebut menggumuli dan merefleksikan masalah-masalah kegerejaan dan kemasyarakatan dalam terang firman.

Pada 2 Januari 2003 bertepatan dengan hari ulang tahun Mgr. Anton Pain Ratu, SVD, diberkati pula Rumah Baru Keuskupan Atambua di Lalian Tolu. Sejak saat itu semua urusan pelayanan Uskup dan Kuria Keuskupan Atambua berpusat di Jalan Nela Raya, No.17, Lalian Tolu.

Pada tahun 2003 sesuai Kanon, Mgr. Anton mengajukan Surat pengunduran diri kepada Sri Paus di Roma.

Roma merestuinya dan sejak 2 Juni 2007 beliau diangkat sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Atambua sampai 21 September 2007 saat beliau menyerahkan jabatan Uskup Atambua kepada penggantinya Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr.

Mgr. Anton Pain Ratu, SVD memasuki usia purnabakti sebagai Uskup Emeritus Keuskupan Atambua dengan memilih tempat peristirahatan di Pastoran SMK Santo Pius X Bitauni, TTU hingga akhir hayatnya.

4. Mgr. Dr. Dominikus Saku (2007-hingga sekarang).

Uskup Dominikus Saku lahir di Taekas, Tunbaba, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada 3 April 1960.

Ditahbiskan menjadi imam pada 29 September 1992. Pada 2 Juni 2007 dipilih menjadi Uskup Atambua oleh Paus Benediktus XVI menggantikan Mgr. Anton Pain Ratu, SVD dan ditahbiskan menjadi Uskup Atambua pada 21 September 2007 dengan motto tahbisan: “Vos Amici Mei Estis: Kamu adalah Sahabat- Ku” (Yoh 15:14).

Pada 21 September 2007 tercatat sebagai peristiwa terpenting dalam sejarah Keuskupan Atambua.

Seorang putera terbaik dari kalangan imam praja Keuskupan Atambua ditahbiskan menjadi Uskup Atambua. Ini berarti pula telah terbersit kemandirian di bidang ketenagaan atau personalia pastoral yang menjadi cita-cita Gereja Keuskupan Atambua.

Pada 23-29 November 2008 berlangsung Musyawarah Pastoral (Muspas) I di era kepemimpinan Mgr. Dr. Dominikus Saku, atau Muspas VI Keuskupan Atambua. Mulai tahun 2008, panitia-panitia pastoral di tingkat Keuskupan ditingkatkan statusnya menjadi Komisi-komisi dan mengembangkan Pastoral Pemberdayaan.

Pada tahun 2013 ada perayaan syukur 100 tahun misi SVD di Timor, Indonesia dan 75 tahun Keuskupan Atambua pada 15-16 September 2013.

Perayaan akbar ini dihadiri oleh Duta Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Antonio Guido Filipazzi.

Ketua Umum Panitia pelaksana adalah Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez. Untuk menghadirkan Duta Vatikan di Atambua, panitia perayaan mencarter pesawat khusus Trans NUSA untuk membawa rombongan turun di Bandara Haliwen Atambua pada 14 September 2013.

Setelah perayaan akbar ini keesokan harinya dilanjutkan dengan Muspas KA VII di Emaus yang berlangsung dari 16 – 21 September 2013. Muspas VII ini menghasilkan visi, misi dan strategi pastoral Keuskupan Atambua era kepemimpinan Mgr. Dominikus Saku Quinquinial II (2014-2019).

Untuk mendukung fokus dan arah pastoral ini, Mgr. Dominikus Saku juga mengembangkan pola kerja sama kemitraan dengan berbagai pihak, khususnya dengan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan pemerintah Kabupaten Belu, Timor Tengah Utara (TTU) dan Malaka. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved