Sinode GMIT

Ketua Sinode GMIT Terpilih Pdt Samuel Pandie Mendorong Sektor Pendidikan Jadi Unggulan

Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) terpilih Pdt Samuel Pandie berkomitmen mendorong sektor pendidikan jadi unggulan.

|
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG/IRFAN HOI
Ketua Sinode GMIT terpilih Pdt Samuel Pandie saat diwawancarai, Jumat (5/1/2024). 

Laporan wartawan Pos Kupang, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) terpilih Pdt Samuel Pandie berkomitmen mendorong sektor pendidikan jadi unggulan dalam program kerja kepengurusan GMIT selama empat tahun ke depan.

Pdt Samuel Pandie mengatakan, dalam HKUP penguatan II ada lima hal yang menjadi perhatian. Lima hal itu berkaitan dengan koinonia, diakonia pelayanan kasih, liturgia, kesaksian dan penata layanan.

"Semua itu akan dilanjutkan ke persidangan majelis sinode yang pertama. Di persidangan itu kita fokus untuk melanjutkan apa yang diinginkan oleh HKUP," kata Samuel Pandie, Jumat (5/1/2024).

"Kalau penekanan pada pengembangan sumber daya manusia maka aspek yang paling penting itu soal pendidikan," ujarnya. Menurut Samuel Pandie, yayasan Kristen maupun sekolah GMIT patut menjadikan itu sebagai perhatian. Dia menyebut, ada 565 sekolah GMIT dan guru honorer 2.000-an orang.

Baca juga: Makna Natal dan Tahun Baru di Gereja GMIT Jemaat Talitakumi Pasir Panjang Kota Kupang

Pdt Samuel Pandie juga menyebut, dalam sidang itu akan dibacakan rekomendasi menjalankan program. "Karena jujur selain soal pengembangan, ada soal fisik yang harus diselesaikan, misalnya GMIT Center dan beberapa persoalan seperti klinik di Soe," ujarnya.

Nanti ada pembenahan yayasan dan pembentukan Sekber untuk mengkombinasikan beberapa hal dalam kaitan kerja sama yang bermuara pada jemaat.

"Ada HKUP II khusus lingkup Sinode maka kita terjemahkan ke dalam kegiatan. Kegiatan ini yang akan jadi fokus dalam persidangan," kata Pdt Samuel Pandie.

Menurut dia, setelah proses serah terima kepengurusan pada tanggal 10 Januari 2024, kepengurusan baru mulai menggelar rapat perdana membahas program pendahuluan pengurus baru.

Pdt Samuel Pandie menerangkan, tiap tahun akan ada soal yang perlu mendapat perhatian. Berbagai masalah perlu diselesaikan. Hal itu, sebut dia, tergantung kesepakatan bersama untuk memulai kegiatan yang mana.

"Jemaat GMIT jangan habiskan energi untuk hal-hal yang tidak penting. Kami berharap doa, dukungan untuk proses persiapan serah terima. Kami percaya bahwa apapun yang kita doakan Tuhan akan membuka jalan," katanya.

Pdt Samuel Pandie mengatakan, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. GMIT akan kuat lewat persekutuan dan kolaboratif dibingkai kekeluargaan.

Pdt Samuel Pandie mengungkapkan, pada 10 Januari 2024 akan dikukuhkan pengurus Sinode GMIT yang baru. Secara organisasi, proses itu telah diperhadapkan dan menunggu serah terima.

Tiap pemimpin, menurut dia bekerja berdasarkan rencana induk pelayanan dan haluan kebijakan umum pelayanan. Mengawali itu, pada 9 Januari 2024 akan dilaksanakan ibadat pengembalaan mulai pukul 16.00 WITA di GMIT Center.

"Tanggal 10 Januari 2024 serah terima di gereja Getsemani Baubau, Kabupaten Kupang," katanya.

Dalam proses itu akan dilakukan perhadapan majelis terpilih berjumlah 9 orang dan 57 ketua majelis Klasis terpilih. Semua persiapan diatur majelis Sinode GMIT sebelumnya dan tuan rumah. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved