Berita Belu
Proses Otopsi WNA Asal Cina yang Tewas Perbatasan RI-RDTL, Polisi Koordinasi dengan Kedubes Cina
Lebih lanjut, terkait proses otopsi, Kapolres menjelaskan pihaknya masih menunggu kedatangan dan petunjuk dari Divisi Hubungan Internasional Mabes
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Kepolisian Republik Indonesia masih terus melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Rakyat Cina terkait kasus kematian seorang warga negara asing atau WNA Cina yang ditemukan tewas di wilayah perbatasan RI-RDTL pada Kamis 14 Desember 2023 lalu.
Kapolres Belu, AKBP Richo Nataldo Devallas Simanjuntak, kepada POS-KUPANG.COM menyampaikan pihak kepolisian masih terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Cina dalam menangani kasus ini.
"Kami masih menunggu hasil koordinasi dengan Kedutaan Besar Cina," ujar Kapolres Belu, ketika diwawancarai POS-KUPANG.COM Jumat 22 Desember 2023.
Baca juga: Polres Belu Gelar Apel Lilin Turangga 2023, 300 Personil Siap Amankan Natal dan Tahun Baru
Lebih lanjut, terkait proses otopsi, Kapolres Belu menjelaskan pihaknya masih menunggu kedatangan dan petunjuk dari Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri.
"Penanganan terhadap kasus tewasnya WNA Cina tersebut sudah ditangani oleh Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri," ujarnya.
Terkait jenasah, Ia menyampaikan saat ini masih di freezer ruang jenazah RSUD Atambua.
Baca juga: Kodim 1605/Belu Gelar Aksi Bersih-bersih Pantai untuk Pelestarian Alam
"Untuk Jenazah masih di Frezeer Ruang Jenazah RSUD Atambua, menunggu penyampaian lebih lanjut apakah proses otopsi nya di Atambua atau di Rumah Sakit Bhayangkara, yang pasti jenazah pasti akan di pulangkan," pungkasnya.
Diberikan sebelumnya, pada hari kamis 14 Desember 2023 sekitar pukul 11.35 WITA ditemukan mayat sosok laki-laki di wilayah perbatasan RI-RDTL, tepatnya di Dusun Webenahi, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.
Diketahui korban tersebut merupakan WNA asal China berinisial WM yang sedang melakukan penelitian Tambang di wilayah Kowa, Tepatnya di Daerah Railulik, Distrik Bobonaro, Timor Leste. (cr23)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.