Polres Belu Amankan Imigran
Delapan Imigran Bangladesh Masuk NTT dengan KTP Palsu dari Medan, DPR: Masih Mungkin Ada yang Lain
Hal itu disampaikan anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani terkait adanya temuan imigran Bangladesh yang memasuki wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT)
Pengakuan Imigran
Salah satu WNA bernama Awang (Sesuai KTP Indonesia) mengakui bahwa Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang mereka miliki dibuat di Medan, Sumatra Utara.
Awang mengungkapkan bahwa layanan tersebut diberikan oleh seorang warga dengan membayar sejumlah uang.
"Kami membuat KTP di Medan, Sumatra Utara, dengan menggunakan jasa seorang warga, dengan membayar Rp 300 ribu per orang. Kita tidak tahu dia siapa, dia ambil uang 300 ribu setiap orangnya. Dia tidak ada gambarnya dan nomornya padam (tidak bisa dihubungi lagi)," terang M.B Nadim pemilik nama asli sesuai KTP Bangladesh.
"Setelah mendapatkan KTP tersebut, kami langsung berangkat menggunakan pesawat dari Medan ke Kupang dan terus ke Atambua secara bertahap," tambahnya.
Ia juga mengakui bahwa mereka sudah berada di Desa Takirin sejak tanggal 26 November lalu atau kurang lebih 2 minggu.
Menurutnya, tujuan kedatangan mereka ke Atambua adalah untuk bekerja. "Tujuan kami datang ke Atambua untuk bekerja, intinya bisa makan," pungkasnya.
Iklan untuk Anda: Bank BTN Serahkan Beasiswa kepada 16 Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kupang
Advertisement by
Identitas Palsu
Dari KTP yang dibuat di Medan tersebut masing memiliki identitas yakni, pertama, Nasir (L) kelahiran Rote, alamat Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kota Kupang.
Kedua, Awang Prawiro, kelahiran Kupang, alamat Namosain, Kecamatan Alak, Kabupaten Kupang.
Ketiga, Alberto, kelahiran Kupang, alamat Bakunase, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.
Keempat, Sobrianto, kelahiran Atambua, alamat Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Kelima, Antonius kelahiran Rote, alamat Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kota Kupang.
Keenam, Gipson, kelahiran Kupang, alamat Namosain, Kecamatan Alak, Kabupaten Kupang
Ketujuh, Ibrahim Bau, kelahiran Beiuru, alamat Desa Dubululik, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu.
Kedelapan, Alberto, kelahiran Maumere, alamat Wairlong, Desa Ian Tena, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka. (cr23/fan/ian)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEW
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.