Berita Sumba Timur

Timer Traffic Light Jalur Pertigaan Payeti Jadi Potensi Rawan Lakalantas

pengendara tidak sabar menunggu dan cenderung nekat menerobos lampu merah sehingga rawan terhadap lakalantas

Penulis: Mutiara Christin Melany | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/CHRISTIN MALEHERE
JALUR - Suasana arus lalu-lintas di Jalur Pertigaan Traffic Light Payeti, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Traffic Light Jalur Pertigaan Payeti, Kota Waingapu menjadi salah satu titik yang rawan terjadi kecelakaan lalu-lintas yang cukup meresahkan masyarakat pengendara kendaraan bermotor.

Pasalnya, pada jalur pertigaan tersebut, traffic light menggunakan waktu (Timer), sehingga pengendara khususnya roda dua langsung melintas saat timer lampu merah masih berjalan dan belum lampu hijau.

Alferd Djara, warga setempat mengatakan bahwa pengendara roda dua yang melintas di jalur pertigaan terkadang tidak sabar untuk menunggu dan langsung melaju saat lampu merah.

Sedangkan dari arah berlawanan, ada kendaraan lain yang sedang melintas karena masih lampu hijau.

Baca juga: Pastikan Pelayanan Pemerintahan Optimal, Bupati Sumba Timur Kunjungi Pulau Selatan Prai Salura

"Kami sangat khawatirnya apabila sampai terjadi lakalantas, sehingga kami minta agar petugas dapat mengambil langkah untuk mengantisipasi lakalantas di jalur pertigaan Payeti," ungkap Alfred.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Sumba Timur, AKBP Fajar Widyadharma melalui Kasat Lantas, Iptu Jefry Paulus Kotta menggatakan bahwa pihaknya rutin melakukan pengaturan lalu-lintas pada sejumlah titik ruas jalan yang padat aktivitas kendaraan, termasuk pertigaan Payeti.

Menurutnya, pengaturan traffic light sangat membantu masyarakat pengendara, namun timer pada bagian atas lampu lalu-lintas membuat pengendara tidak sabar menunggu dan cenderung nekat menerobos lampu merah sehingga rawan terhadap lakalantas.

"Kami survei sejumlah lokasi di dalam Kota Waingapu, dan titik cukup rawan pada Jalur Pertigaan Payeti, karena banyak pengendara nekat terobos lampu merah karena timer menunggu lampu hijau cukup lama sampai 60 detik," terang Jefry.

Kedepannya, Pihak Satlantas akan berkomunikasi dengan Dinas teknis agar mencabut Timer pada lampu traffic light agar masyarakat pengendara hanya fokus pada warna lampu saja.

Baca juga: Bawaslu dan KPU Sumba Timur Ingatkan Parpol dan Caleg Aturan Kampanye Pemilu

"Kami menilai potensi menerobos lampu merah karena timer, sehingga kami akan cabut timer, dengan harapan dapat meminimalisir potensi lakalantas di jalur pertigaan Payeti," pungkasnya. (zee)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved