Berita Kota Kupang
Ajari Anak Pertanian Sejak Dini, SDN Kuasaet Kota Kupang Wajibkan Siswa Menanam
tidak saja mendidik anak untuk cerdas, pintar dan berintelek, tetapi sekolah juga menjadi tempat anak belajar tentang karakter.
Penulis: Apolonia M Dhiu | Editor: Rosalina Woso
Sudah waktunya melihat peran penting orang muda dalam memajukan daerahnya. Ide untuk pemda selayaknya memperhatikan kapasitas angkatan muda dengan memberikan pendidikan setinggi mungkin atau pendidikan vokasi, sehingga melahirkan angkatan muda yang handal.
Merupakan tanggung jawab pemangku kebijakan daerah untuk membangun peluang dan kekuatan anak muda di daerah. Sembari pendidikan dan pelatihan terus berjalan, orangtua dan kaum tidak mampu di wilayah tersebut dibantu pemerintah pusat lewat bantuan sosial atau BLT dan paket-paket lainnya.
Angkatan muda secara berkelompok dibina dan dipacu untuk berlomba mengenyam bangku kuliah di universitas-universitas ternama. Peran kerja sama antara pemda dan kampus-kampus tersebut selayaknya dijalin dan diutamakan, bahkan dengan kontrak dan kuota tahunan.
Sifatnya bukan hanya sekadar jadi atau program berjalan yang mana anak muda dikirim ke tempat yang biasa-biasa saja dan dilepas tanpa pengawasan. Pendampingan berkelanjutan sudah dimulai sedari pemda berkomitmen untuk meningkatkan taraf pendidikan dan kualitas SDM yang ada.
Sementara itu bagi yang belum sempat kuliah dipastikan memperoleh keterampilan-keterampilan yang mumpuni melalui BLK dan pusat pelatihan lainnya, termasuk memanfaatkan modul-modul pelatihan berbasis digital.
Faktor pendidikan formal dan vokasi tidak boleh dianggap remeh dalam situasi pembangunan ekonomi saat ini. Pemda hendaknya juga melihat program-program pengembangan yang ditawarkan oleh pemerintah pusat untuk kemajuan kualitas penduduk lokal, termasuk kaum muda.
Sembari tetap berkanjang dalam akar budaya, yaitu kearifan lokal, skill perlu ditingkatkan bahkan hingga pemuda daerah bisa merambah dunia usaha di luar negeri.
Pendidikan vokasi di daerah menjadi vital dalam hal ini. Program magang di perusahaan-perusahaan besar misalnya sangat membantu, sehingga walaupun tidak sarjana mereka memiliki keahlian yang hebat. Pemda kiranya urgen untuk memikirkan terobosan dalam pendidikan vokasi sebagai modal di masa depan.
Ibarat membuka jalan, pemda yang memikirkan orang muda membuka akses yang mudah dan lebar untuk peluang-peluang pengembangan. Akses yang mudah dan lebar ini juga berarti kesempatan bagi semua, tidak dibeda-bedakan atau ada perlakuan berbeda terhadap anak karena latar belakang keluarganya.
Bagaimana menjawab tantangan zaman yang tidak selalu mudah? Dari pihak kaum muda juga kiranya diperlukan ketangguhan mental dan moral yang baik. Sekarang ini sedang maraknya artificial intelligence yang mau tidak mau, semua harus beradaptasi dengan perkembangan tersebut.
Pepatah Latin berbunyi ‘tempus mutantur et nos mutamur in illis’, yakni waktu terus berubah dan seniscayanya kita pun harus berubah di dalamnya.
Akhirnya walaupun pemerintah diharapkan berperan, ini tanggung jawab siapa? Pemerintah saja atau pemimpin agama atau keluarga atau kita semua? (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.