Berita Kota Kupang

Ajari Anak Pertanian Sejak Dini, SDN Kuasaet Kota Kupang Wajibkan Siswa Menanam 

tidak saja mendidik anak untuk cerdas, pintar dan berintelek, tetapi sekolah juga menjadi tempat anak belajar tentang karakter.

Penulis: Apolonia M Dhiu | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/APOLONIA MATILDE DHIU
BERSIHKAN - Anak-anak dari SD  Negeri Kuasaet, Kelurahan Kolhua, Kota Kupang, saat membersihkan rumput di Ruang Terbuka Hijau di sekolah tersebut yang mereka tanami tanaman umur panjang dan holtikultura. 

Sehingga, setingan untuk tanaman dibuat sedemikian rupa sehingga tidak menggangu ketika ada pekerjaan pembangunan gedung baru. Bagian tengah menjadi ruang terbuka hijau.

Wakil kepala sekolah, Jonathan Lena Djila, mengatakan, untuk ruang terbuka hijau diskep sesuai dengan kebutuhan, dibagi untuk pembangunan gedung dan juga untuk ruang terbuka hijau.

Saat ini, katanya, sudah ditanami tanaman umur panjang, seperti anakan lemon manis, mangga, jambu biji merah, dan buah naga. Sedangkan tanaman umur pendek seperti sayur okra, tomat dan lombok. 

Ia mengatakan, ia mengajari anak-anak menanam tanaman umur panjang agar anak-anak bisa melihat kembali hasil tanaman mereka nanti, jika sudah tamat dari sekolah. Jadi, ada kecintaan terhadap sekolah tersebut.

"Saat ini belum nampak karena baru ditanami bulan Maret tahun 2023, tetapi tanaman lain seperti buah naga sudah ditanami saat hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional," katanya. 

Ia ingin agar anak-anak ada kenang-kenangan di sekolah tersebut, dan mereka diwajibkan untuk menanam dan merawat, sedangkan guru hanya untuk mengawasi dan mendampingi. Tanaman yang ditanam ini, jika sudah menghasilkan akan diberikan kepada anak-anak untuk merasakan hasil yang mereka sudah tanam.

"Beberapa waktu lalu, kami memanen buah naga, tomat dan lombok, dan dipenan oleh anak-anak dan hasilnya juga mereka yang menikmati. Orang tua membantu membawa pupuk oganik dari rumah," katanya.

Dikatakanya, ajaran menanam sedini mungkin, karena ada hal yang dilupakan bahwa di dunia yang tidak berubah adalah pertanian dan peternakan.

Karena dua bidang ini akan tetap eksis walau tahun terus berubah.

"Ketika manusia lahir ke dunia, dilengkapi dengan organ perut dan perut membutuhkan makanan. Makanan datang dari pertanian dan peternakan. Seinstan apapun makanan yang diolah saat ini dengan kemajuan teknologi, bahan dasarnya tetap dari pertanian dan peternakan," ujarnya.

Siswa kelas V, Riki Bimosu, mengatakan, ia mendapat giliran menanam jeruk, jambu kristal dan buah naga. Dirinya senang karena belajar menanam di sekolah. Setiap hari ia belajar betanggung jawab dengan membawa air di botol untuk menyiram tanaman.

Siswa kelas V lainnya, Eka Kardiata Takene,  juga merasa gembira bisa bersama teman-teman menjaga lingkungan agar tetap hijau. Dan dirinya senang saat memetik hasil, yakni buah naga.

Siswa lainnya, Putri Bimosu, juga merasa senang dan gembira karena bisa tahu menanam sejak dini. "Saya pertama menanam tomat, lombok, dan kami sudah panen dan buat sambal lombok," katanya.

Ia mengajak teman-teman bisa semangat menanam dan menanam untuk menjaga lingkungan tetap hijau dan asri, apalagi tanaman yang menghasilkan.

Seperti pandangan Fransiscus Go, seorang pemerhati pendidikan dan ketenagakerjaan dalam tulisannya di Media Indonesia (9 Mei 2023), mengatakan, bahwa manusia seperti apa yang diharapkan, tentunya yang berintegritas dan hal itu hanya mungkin dibina melalui pendidikan.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved