Nyamuk Wolbachia
Menteri Kesehatan RI Resmi Launching Teknologi Wolbachia di Kota Kupang
Teknologi wolbachia merupakan teknologi yang menggunakan bakteri alamiah tanpa ada rekayasa genetik.
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG- Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin secara resmi melaunching teknologi wolbachia di Kota Kupang, Selasa 24 Oktober 2023.
Teknologi wolbachia merupakan teknologi yang menggunakan bakteri alamiah tanpa ada rekayasa genetik.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Maxi Rein Rondonuwu menyampaikan, Kota Kupang merupakan tempat keempat yang menjadi pilot project penerapan teknologi wolbachia setelah Semarang, Bontang dan Bali.
"Kita juga masih ada piloting di Bandung dan Jakarta Barat," katanya.
Baca juga: Menkes Budi Kunjungi Labuan Bajo, Tinjau Operasi Katarak dan Launching Permenkes RS Kapal
Maxi menyampaikan, tujuan pelaksanaan launching itu adalah diperolehnya komitmen bersama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam pengendalian dengue di Indonesia khususnya di Kota Kupang.
Selain itu, lanjutnya tujuan lainnya yaitu untuk mensukseskan pilot project implementasi teknologi wolbachia sebagai inovasi penanggulangan dengue.
"Kami akan melepas telur nyamuk yang sudah ada bakteri wolbachia. Satu minggu ada 700 ribu telur dan untuk Kota Kupang seluruhnya tiap minggu dibutuhkan 2,6 juta telur," kata Maxi.
Maxi menuturkan, diharapkan nyamuk-nyamuk itu cepat kawin dengan nyamuk lokal. Sehingga kalau polulasinya sudah 80 persen akan dilakukan survei untuk melihat tingkat keberhasilan.
Baca juga: Kunjungan Menkes RI ke NTT, Janji Siapkan Alat Antropometrikit di 10 Ribu Posyandu
"Artinya nyamuk-nyamuk di sini sudah mengandung wolbachia yang walaupun kita kena gigitan tetapi tidak menular dengue," jelasnya.
Menurut Maxi, pilot project itu benar-benar mulai dari kader, lurah,camat dapat memerhatikan program tersebut. Hal itu dikarenakan setiap minggu ember harus diganti dan harus diisi telur yang baru paling lambat dua minggu.
"Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kerja sama, karena keberhasilan pelaksanaan pilot ini sangat tergantung dari koordinasi dan kerja sama kita," harapnya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, khusus untuk penyakit dengue, yang mana dengue itu bisa menyebabkan nyamuk sama seperti malaria.
Baca juga: Tinjau Kesiapan RSUD Komodo Labuan Bajo Jelang KTT ASEAN, Menkes RI Mengaku Deg degan
"Virus ini yang dibawa oleh nyamuk. Dulu strategi kita adalah mengurangi jumlah nyamuk dan itu susah, tidak efektif dan mahal dan saat ini kita menggunakan teknologi ini," terangnya.
Budi menyampaikan, teknologi ini diteliti di UGM oleh peneliti UGM dengan menggunakan dana dari donatur Indonesia juga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Menkes-Budi-Launching.jpg)