Berita Kabupaten Kupang

Kelompok Pelestari Penyu Cemara di Kabupaten Kupang, Awalnya Konsumsi Penyu Kini Lestarikan Penyu

Dengan sukarela tanpa dukungan biaya mereka yang awalnya merupakan pengkonsumsi daging dan telur penyu kini menjadi mentor dalam konservasi penyu

POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN
Tukik jenis Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) yang berhasil ditetaskan Kelompok Pelestari Penyu Cemara Kelapa Tinggi Kupang. 

Mengingat kawasan ini dekat dengan Australia, menjadikan laut Teluk Kupang sebagai jalur migrasi beberapa hewan laut dan burung.

Selain itu, pantainya yang panjang menjadikan TWAL Teluk Kupang sebagai lokasi strategis pendaratan penyu.

Beberapa jenis penyu yang mendarat di Pantai Kelapa Tinggi yakni penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea) dan juga penyu sisik (Eretmochelys imbricata).

Jenis-jenis penyu tersebut dilindungi Undang-Undang Republik Indonesia melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehtanan Nomor 106 tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.

Kini kegiatan konservasi penyu ini tidak dilakukan sendiri oleh masyarakat dan BBKSDA NTT, melainkan juga menggandeng beberapa pihak, yaitu pemerintahan setempat, airnav dan Yayasan konupa.

Dalam penjelasan BBKESDA Kupang usaha konservasi kelompok ini berawal  demplot sederhana, berkat kerjasama beberapa pihak (Airnav melalui Yayasan Konupa) kini kelompok telah memiliki demplot permanen

Selain itu, kelompok juga terlah memiki ruangan khusus penetasan dengan incubator. Peningkatan SDM kelompok melalui pelatihan terus dilakukan oleh BBKSDA NTT maupun Yayasan Konupa.

Selain itu, sebagai bentuk dukungan BBKSDA NTT terhadap peningkatan ekonomi kelompok konservasi penyu, pada tahun ini kelompok Cemara mendapat bantuan ekonomi produktif senilai Rp 50.000.000,

Kelompok ini cukup aktif dalam kegiatan konservasi, pada musim pendaratan penyu, kelompok yang dibagi menjadi tim kecil melakukan patroli pendaratan penyu.

Penyu yang dijumpai kemudian diidentifikasi dan diukur. Telur-telur kemudian dibawa ke demplot penetasan dan ditetaskan.

Setelah 40 sampai dengan 60 hari telur-telur tersebut menetas dan siap untuk dilepasliarkan. Sampai dengan tahun 2022, telah tercatat sekitar 5000 telur diselamatkan dan 2000 tukik menetas kemudian dilepasliarkan.

Pada tahun 2023 terdapat 82 sarang penyu yang diselamatkan dengan total telur sebanyak 8.661 butir, yang menetas sebanyak 4.451 tukik, 2.812 tukik telah dilepasliarkan. Sejumlah 761 tukik mati. Saat ini masih terdapat 878 tukik yang berada di demplot. (ary)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved