KKB Papua

Sindikat Pemilikkan Senjata KKB Papua Berhasil Diurai, Bayu Suseno Beberkan Fakta Ini

Kepemilikkan senjata api oleh KKB Papua saat menyerang prajurit TNI Polri di Kabupaten Pegunungan Bintang, kini berhasil diurai aparat penegak hukum.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
BERHASIL DIURAI – Misteri kepemilikkan senjata api KKB Papua akhirnya dibongkar oleh Satgas Damai Cartenz. Senjata api itu ada yang merupakan hasil selundupan dari Papua Nugini, ada juga senjata organik buatan dalam negeri, PT Pindad. 

Senjata api itu, katanya, disita dari tangan anggota KKB Papua yang ditemukan telah meninggal dunia seusai insiden baku tembak dengan prajurit TNI pada akhir pekan lalu, tepatnya, Sabtu 30 September 2023 dini hari sekitar pukul 05.00 WIT.

Dengan demikian, kata Bayu Suseno, dua senjata api buatan PT Pindad yang hilang sejak 28 Juni 2019 itu, kini telah didapatkan kembali oleh TNI Polri. Senjata api tersebut ternyata selama ini digunakan Kelompok Separatis Teroris.

Untuk diketahui, dalam kontak tembak dengan KKB Papua itu, lima anggota kelompok separatis dinyatakan tewas. Lima orang itu ditemukan telah menjadi mayat, setelah prajurit TNI Polri menyisir lokasi yang menjadi medan pertempuran pada Sabtu 30 September 2023 dini hari tersebut.

Selain ditemukan lima jenazah, prajurit TNI Polri yang tergabung dalam Satgas Ops Damai Cartenz itu juga mengamankan tiga senjata api, yakni dua senjata api laras panjang dan sebuah senjata api laras pendek atau postol jenis FN.

Dari dua senjata api laras panjang tersebut, satunya diduga buatan Amerika Serikat (USA) dan satunya lagi buatan PT Pindad, produksi dalam negeri Indonesia.

Selain itu, disita pula sebuah kotak kecil berisi 160 amunisi kaliber 5,56, 199  butir peluru caliber 5,56, sebanyak 27 amunisi kaliber  9 mm, satu anak peluru kuningan, 3 buah magazine SS1 dan 2 magazine AS dan satu kantong amunisi.

Hal ini dibeberkan Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Dafi Bastoni, SIK, MIK. Ia menyebutkan, selain senjata dan amunisi, ada juga satu Kartu Tanda Penduduk Nasional atau KTPN atas nama Otobius Bidana serta sebuah busur dan anak panah.

Berikutnya, lanjut Kapolres Dafi Bastoni, diamankan pula dua unit HP merek Vivo dan satu buah Hp Samsung, satu lembar bendera bintang kejora, tiga lembar uang pecahan Rp 100.000 dan uang pecahan Rp 50.000. Ada juga uang Ringgit Malaysia dan uang Brunai Darussalam.

Lima anggota KKB yang tewas itu, katanya, adalah mereka yang terlbat dalam sejumlah aksi kejahatan di Pegunungan Bintang. Ada yang terlibat dalam tindakan pdana di Okbibab, pembunuhan tukang ojek dan pembakaran.

Senjat api selundupan KKB dari Papua Nugini
HASIL SELUNDUPAN - Senjata api ini disita dari tangan KKB Papua seusai insiden baku tembak di Kampung Mondusit, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Sabtu 30 September 2023. Senjata api ini ada buatan PT Pindad dan ada juga diduga hasil selundupan KKB dari Papua Nugini tahun 2022 lalu.

Bahkan ada juga yang terlibat dalam insiden penyerangan terhadap prajurit TNI Polri, salah satunya adalah penembakan anggota brimob, Briptu Rudi Agung Ashari yang gugur saat sedang melakukan patrol keamanan dan penegakkan wilayah NKRI di Papua, Senin 18 September 2023 sekitar pukul 11.00 WIT.

Untuk diketahui dalam sebulan terakhir, KKB Papua pimpinan Ananias Atimimin sepertinya haus akan kejahatan. Pasalnya, mereka terus melancarkan aksi kejamnya dalam beberapa pekan terakhir.

Kasus pertama di Kabupaten Pegunungan Bintang, terjadi pada Senin 18 September 2023. Kasusnya berawal dari penembakan prajurit TNI Polri yang sedang melakukan patroli keamanan wilayah dan penegakkan hukum di Distrik Serambakon sekitar pukul 11.00 WIT.

Dalam insiden itu, seorang anggota brimob atas nama Briptu Rudi Agung Ashari gugur setelah sebuah peluru bersarang di bahu bagian kiri. Saat itu, korban sempat dilarikan ke RSUD Oksibil untuk mendapatkan perawatan intensif, namun usaha tersebut sia-sia.

Baca juga: TERBONGKAR, KKB Papua Gunakan Senjata Api Buatan Amerika Serikat dan PT Pindad

Briptu Rudi Agung Ashari keburu menghembuskan nafas terakhir sesaat hendak diberikan bantuan emergensi. Sore itu juga korban diterbangkan ke Bandara Sentani Jayapura dan selanjutnya dipulangkan ke keluarga di Manado, Sulawesi Utara.

Beberapa jam kemudian setelah insiden penembakan itu, KKB Papua melakukan tindakan brutal lagi, yakni membakar sejumlah kios yang ada di Pasar Yapimakot, Kampung Yapimakot, Distrik Serambakon, kabupaten setempat.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved