Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 28 September 2023, Siapakah Gerangan Dia Ini ?
kadangkala perasaan takut atau cemas itu bisa membawa orang untuk membangun benteng pertahanan diri agar apa yang ditakutkan itu tidak menimpa dirinya
POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Siapakah Gerangan Dia Ini ?.
Bruder Pio Hayon menulis Renungan Harian Katolik pada Hari Kamis Biasa XXV merujuk pada Bacaan I: Hag. 1:1-8 dan Injil: Luk.9: 7-9
Berikut ini teks lengkap Renungan Harian Bruder Pio Hayon SVD.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Salam damai sejahtera untuk kita semua. Ketakutan dan kecemasan akan bisa selalu menghantui siapa saja. Sebagai manusia, perasaan-perasaan seperti ini akan selalu muncul dalam kehidupan manusia pada umumnya.
Ketakutan atau kecemasan selalu muncul karena ada hal yang sedang ditakuti atau dicemaskan akan bakal terjadi. Biasanya ketakutan karena merasa diri hal itu akan menyerang diri atau status atau kedudukan atau perasaan manusia itu.
Maka kadangkala perasaan takut atau cemas itu bisa membawa orang untuk membangun benteng pertahanan diri agar apa yang ditakutkan itu tidak menimpa diri mereka.
Baca juga: Renungan Harian Katolik 27 September 2023, Memberikan Tenaga dan Kuasa
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 27 September 2023, Mengandalkan Tenaga dan Kuasa dari Yesus
Walaupun begitu, kadangkala secara tidak sadar bahwa sebenarnya kecemasan dan ketakutan itu hasil dari ciptaan dari alam bawah sadar sendiri dan bukan lahir karena dari dalam kesadaran diri.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Hari ini kita disajikan kembali dengan salah satu figur kontroversi yaitu Herodes. Dia dikenal sebagai penguasa yang tak pernah takut dengan siapa saja dan punya kuasa untuk bisa melakukan apa saja sesuai dengan keinginannya. Sebagai seorang penguasa wilayah, dia pasti akan selalu mau mempertahankan kekuasaannya.
Dan semua orang yang berkuasa dan mau terus berkuasa biasanya selalu memiliki kecenderungan untuk tetap mempertahankan kursi panasnya sampai ajal menjemput mereka. Ini yang biasa disebut sebagai “post power sindrom” yang dapat menyerang siapa saja yang duduk di tahkta kerajaan atau pimpinan yang memiliki banyak kuasa untuk melakukan apa saja.
Sifat dasar dari orang yang secara kuat mau mempertahankan terus posisi kekuasaannya, selalu dihinggapi ketakutan atau kecemasan tertentu yang mengancam posisi kursi kekuasaan mereka. Maka secara psikologis, orang-orang seperti ini pasti akan sangat merasa terganggu ketika ada orang lain yang bisa “dianggap” sebagai ancaman untuk dapat mengganggu “stabilitas loci” yang dia genggam selama bertahun-tahun.
Hal inilah yang dialami oleh Raja Herodes ketika mendengar tentang Yesus yang sudah mulai dikenal di mana-mana secara khusus di wilayah kekuasaannya. Yesus yang bisa menyembuhkan orang, membangkitkan orang, memperbanyak roti, dan masih begitu banyak lagi, termasuk firman-firmanNya yang mengedepankan ajaran-ajaran baru yang akan bisa meruntuhkan kekuasaan atau kuasa atau pengaruh dirinya sebagai penguasa tunggal di wilayahnya.
Maka muncullah kecemasan atau ketakutan dalam dirinya yang diciptakannya sendiri karena merasa terancam oleh kehebatan dan semua mujizat yang dibuat oleh Yesus. Dan ketakutan atau kecemasannya adalah kursi kekuasaannya akan diambil oleh Yesus: “Yohanes kan telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini yang kabarnya melakukakn hal-hal besar itu?”
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 27 September 2023, Menjadi Panutan
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 27 September 2023,Tidaklah Cukup Bagiku untuk Mengasihi Tuhan
Ketakutan itu muncul karena merasa terancam akan kekuasaannya dapat diambil oleh orang yang mampu melaukan hal-hal besar. Sebenarnya tidak ada hubungan apa-apa antar dirinya sebagai penguasa dan Yesus yang melakukan tugas perutusanNya bagi semua orang sesuai dengan kehendak BapaNya. Maka sebenarnya Herodes sendiri menciptakan ketakutan atau kecemasannya sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pio-Hayon-SVD-Bruder_01.jpg)