Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 28 September 2023, Siapakah Gerangan Dia Ini ?
kadangkala perasaan takut atau cemas itu bisa membawa orang untuk membangun benteng pertahanan diri agar apa yang ditakutkan itu tidak menimpa dirinya
Begitulah juga dengan kita, kebanyakan dari kita lebih gampang merasa terancam karena ada orang lain yang terlihat lebih hebat atau lebih baik dari kita baik di tempat kerja atau teman-teman bermain dan biasanya juga di tetangga atau bahkan di dalam keluarga sendiri dimana antara sanak saudara pun masih saling curiga atau merasa terancam hanya karena ada keluarga yang terlihat lebih baik dan hebat.
Apalagi pada masa kampanye calon-calon pimpanan pusat sampai ke daerah. Orang-orang bisa saling membunuh hanya karena ketakutan atau kecemasan yang diciptakannya sendri hanya karena satu jabatan atau kekuasaan atau perbedaaan pilihan politik.
Kita sebagai manusia terlalu gampang jatuh dalam egoisme diri yang melahirkan begitu banyak ketakutan dan kecemasan akan sesuatu yang kita ciptakan sendiri.
Egoisme diri melahirkan juga kecenderungan untuk mempertahankan diri yang terlahir lewat ketakutan yang berlebihan karena merasa ego diri terancam oleh kehadiran orang lain apalagi yang memiliki banyak kelebihan.
Mari kita belajar untuk meredam ego diri kita agar kita terhindar dari ketakutan dan kecemasan yang kita ciptakan sendiri.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Pesan untuk kita, Pertama: Allah menciptakan manusia selalu baik adanya dan membuat dirinya penting. Kedua, egoisme diri selalu membatasi diri kita terhadap keberadaan orang lain dalam hidup kita. Ketiga, ketakutan dan kecemasan dalam hidup biasanya lahir dari ciptaan diri kita sendiri dari alam bawah sadar kita sendiri.(*)
Lampiran Bacaan 28 September 2023
Bacaan I: Hag 1:1-8
Bangunlah rumah Tuhan, dan Aku akan berkenan menerimanya.
Pembacaan dari Nubuat Hagai:
Pada tahun kedua pemerintahan raja Darius,
pada hari pertama bulan keenam,
datanglah sabda Tuhan dengan perantaraan nabi Hagai
kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda,
dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, bunyinya:
"Beginilah sabda Tuhan semesta alam,
'Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya
untuk membangun kembali rumah Tuhan!"
Maka datanglah sabda Tuhan dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya:
Apakah sudah tiba waktunya bagi kalian
untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik,
sedang rumah Tuhan tetap menjadi reruntuhan?
Oleh sebab itu beginilah sabda Tuhan semesta alam,
'Perhatikanlah keadaanmu!
Kalian menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit.
Kalian makan, tetapi tidak sampai kenyang.
Kalian minum, tetapi tidak sampai puas.
Kalian berpakaian, tetapi badanmu tidak menjadi hangat.
Dan orang yang bekerja untuk upah,
ia bekerja tetapi upahnya ditaruh dalam pundi-pundi yang berlubang!'
Beginilah sabda Tuhan semesta alam, 'Perhatikanlah keadaanmu!
Maka naiklah ke gunung,
bawalah kayu dan bangunlah Rumah Tuhan.
Maka Aku akan berkenan menerimanya,
dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ'."
Demikianlah sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan: Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b
R:4a
Tuhan berkenan akan umat-Nya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pio-Hayon-SVD-Bruder_01.jpg)