Selasa, 28 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik 27 September 2023, Memberikan Tenaga dan Kuasa

Inspirasi kitab suci yang kita dengar hari ini menyajikan tentang tugas perutusan yang kita embani sebagai seorang pengikut Kristus

Editor: Edi Hayong
FOTO PRIBADI
RENUNGAN - Renungan Harian Katolik Rabu 27 September 2023 berikut ditulis oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Memberikan Tenaga dan Kuasa. 

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Memberikan Tenaga dan Kuasa.

Bruder Pio Hayon menulis Renungan Harian Katolik pada Hari Senin Biasa XXV  PW. Sto. Vinsensius a Paulo, Imam merujuk pada Bacaan I: Ezr. 9:5-9 dan Injil:Luk.9:1-6

Berikut ini teks lengkap Renungan Harian Bruder Pio Hayon SVD.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus                                                                                                                                                                                                                                    

Salam damai sejahtera untuk kita semua. Dalam sebuah tugas yang diemban, selalu diawali dengan pengesahan atau pemberian mandat dari pimpinan kepada orang yang mau diberi tugas. Tugas itu selalu disesuaikan dengan tujuan yang akan dikejar dalam tugas-tugas yang diemban.

Pengesahan ini menjadi penting sebagai bukti akan tanggung jawab yang dipikul oleh orang yang diberi tugas. Pengesahan yang dibuat selalu resmi untuk menghindari manipulasi tugas.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 27 September 2023, Mengandalkan Tenaga dan Kuasa dari Yesus

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 27 September 2023, Menjadi Panutan

Dan dalam perutusan atau penugasan itu selalu saja disertai dengan hal-hal yang harus dikerjakan tetapi juga disertai dengan legalitas yang dipakai untuk tugas perutusan itu. Sehingga orang dapat bekerja dengan penuh kebebasan penuh.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Inspirasi kitab suci yang kita dengar hari ini menyajikan tentang tugas perutusan yang kita embani sebagai seorang pengikut Kristus. Dalam bacaan pertama, Nabi Ezra menyerukan pertobatan dan karena itu Allah menempatkan mereka di tanah mereka sendiri di Yerusalem untuk membangun kembali kenisah di Yerusalem.

Bangsa Israel telah dengan serta merta mengakui kesalahan lalu bertobat dan kembali kepada Allah, kembali dari perbudakaan dan menyadari bahwa Allah tetap menyertai mereka selama dalam perbudakan oleh bangsa-bangsa lain. Lalu dengan itu bangsa Israel kembali dan memulihkan lagi Kenisah yang telah hancur.

Bangsa Israel menyadari betapa mereka mendapat tugas penting untuk mengembalikan lagi tempat Kenisah sebagai pusat hidup spiritualitas mereka dengan menggunakan simbol kenisah itu. Ada satu gerakan bersama untuk kembali memulihkan kehidupan mereka sebagai bangsa pilihan Allah.

Dan para murid Yesus, keduabelasan itu yang juga mewakili keduabelasan suku Israel itu pun diberi satu tanggung jawab baru untuk menjalankan tugas mereka.

Dan dalam tugas perutusan itu, ada satu kegiatan awal mereka yang dibuat oleh Yesus sebagai guru mereka adalah dengan memberi mereka tugas perutusan itu disertai dengan tenaga dan kuasa yang menyertai mereka: “…Yesus memanggil keduabelasa muridNya lalu memberi mereka tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 27 September 2023,Tidaklah Cukup Bagiku untuk Mengasihi Tuhan

Ia mengutus mereka untuk mewartakan kerajaan Allah dan menyembuhkan orang.” Sebagai pengesahan secara legal atas tugas perutusan itu, Yesus memberi mereka tenaga dan kuasa. Dalam teks kitab suci berbahasa Inggris digunakan kata “power dan authority” yang melambangkan sebuah unsur legalitas bagi tugas yang diemban.

Power and authority dapat diterjemahkan dengan kekuatan dan kewenangan yang diberikan kepada para muridNya itu. Kekuatan atau power lebih merujuk kepada kemampuan para murid untuk menjalankan tugas perutusan itu dan wewenang atau authority lebih merujuk kepada unsur legalitas atas kewenangan yang diberikan oleh otoritas yang lebih tinggi kepada mereka untuk menjalankan tugas dengan menyembuhkan orang dan mewartakan firman Tuhan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved