Berita Alor
SMPN Fami Alor Tiga Tahun ANBK di Halaman Rumah Warga
pihak sekolah terpaksa membawa murid ke rumah warga yang jaraknya 1 km dari sekolah untuk bisa mengakses jaringan internet
Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Rosalina Woso
Mengherankan bagi Obeth bahwa di desanya memiliki sekolah penggerak, tetapi jaringan internet tidak memadai.
"Satu hal yang menjadi pertanyaan bagi saya adalah pemancar ini bisa dibangun di desa lain, tetapi di Desa Tasi sendiri ada sekolah penggerak, ada SD, ada gereja, ada desa. Kami juga harapkan agar ke depan kami turut diperhatikan oleh pemerintah daerah, provinsi, dan pusat untuk memudahkan anak-anak mengakses jaringan internet. Sarana sudah dipersiapkan sebaik mungkin melalui bantuan pemerintah. Tetapi karena jaringan internet tidak ada, siswa dan para guru sulit menggunakan ruangan tersebut," ungkapnya.
Demikian Obeth berharap, ada tindak lanjut nyata dari masalah ini.
"Harapan kami mudah-mudahan ada perhatian dari pemerintah. Waktu itu kami sempat dapat jawaban dari Kominfo Kabupaten, bahwa situasi di pemerintah pusat ada sedikit terganggu jadi kita menunggu hasil saja. Kita menunggu hasil ini, yang membuat anak-anak semakin terombang-ambing. Kalau hanya untuk hal-hal yang tidak melibatkan banyak orang, bagi kami bukan persoalan. Kami akan usahakan sendiri, tetapi ini sudah melibatkan anak-anak jadi kami mohon ada perhatian untuk hal ini," tutupnya.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.