Berita Alor
Pedagang Pasar Kadelang Alor Adakan Syukuran, Ajukan Usul Tempat Sirih Pinang
Selain itu, Arifuddin juga mengusulkan agar disediakan tempat sampah yang lebih besar dan tempat buang sirih pinang.
Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Else Nago
POS-KUPANG.COM, KALABAHI - Pedagang yang menempati Pasar Kadelang, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor mengadakan syukuran karena telah menempati pasar termegah di NTT tersebut.
Muhammad Arifuddin, S.Si selaku Ketua Panitia mengatakan, syukuran ini merupakan inisiatif dari para pedagang.
"Sebagai orang beriman perlu adanya doa bersama dari berbagai agama yang menggunakan jasa pasar agar terhindar dari berbagai macam gangguan baik di siang hari maupun di malam hari, karena beberapa pedagang sayur juga bermalam di tempat usaha.
Kadang kejadian yang aneh-aneh pada malam hari terjadi sehingga kita sepakat untuk menggunakan kekuatan doa sehingga tidak terjadi masalah terutama gangguan di malam hari. Kami sekitar 300-an pedang dari berbagai agama berinisiatif untuk meminta para imam bersama pemerintah untuk bersyukur kepada Allah dan berterimakasih kepada Pihak Pemerintah melalui acara syukuran doa bersama agar kami dapat berusaha dengan tenang,” ujarnya, Minggu 18 September 2023.
Baca juga: Harga Bawang Putih Alami Kenaikan di Pasar Kadelang Alor
Selain itu, Arifuddin juga mengusulkan agar disediakan tempat sampah yang lebih besar dan tempat buang sirih pinang.
"Ada beberapa masalah kebersihan seperti sampah. Pemilik kios dan pedagang sudah menyiapkan tempat sampah kecil tetapi pembeli kurang memanfaatkan fasilitas tersebut. Kami mengusulkan agar ada tempat sampah yang lebih besar, serta ruang khusus untuk rokok dan tempat buang sirih pinang," usulnya.
Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, M.A.P., menyambut baik usulan tersebut.
“Bapa dan mama, sejak Saya dipilih pada periode pertama (2014) lalu saya sering lewat pasar, baik itu Pasar Kadelang maupun Pasar Lipa. Keduanya sama seperti kandang hewan saja, dan tidak layak menjadi tempat jualan bagi sama saudara semuanya. Untuk itu, saya langsung bangun kedua pasar itu yang sekarang bapak dan mama gunakan untuk bisa kasih sekolah anak," katanya.
Baca juga: Resmikan Pasar Kadelang, Ini Harapan Gubernur NTT Kepada Pemerintah dan Masyarakat Alor
Terkait dengan Pasar Lama di Kampung Cina, Bupati dua periode tersebut menuturkan bahwa pasar tersebut sudah ada sebelum masa pemerintahannya, dan urutan hukumnya saat itu belum tuntas.
"Pasar Lama juga waktu itu kita hendak bangun namun masih pada urusan hukum yang belum tuntas. Walaupun demikian saya berharap pada masa akhir jabatan saya, pasar Kampung Cina bisa diselesaikan sehingga para pedagang bisa berbagi menggunakannya. Keberhasilan pembangunan di Alor ini tidak lepas dari berbagai kritikan dan aksi. Ini kami gunakan sebagai pertimbangan dalam kebijakan pembangunan," jelasnya.
Bupati berharap, para pedagang tetap menjaga keharmonisan.
Baca juga: Dinobatkan Sebagai Pasar Termegah di NTT, Ini Fasilitas Pasar Kadelang Kalabahi Alor
"Saya berharap, agar kita tetap menjaga keharmonisan dalam berusaha dan tidak boleh membeda-bedakan unsur asal suku, agama, dan golongan. Karena hal tersebut tidak akan membangun diri dan daerah Alor, sehingga sejak awal masa kepemimpinan saya telah diletakan Kerangka Dasar Kabupaten Alor sebagai Bumi Persaudaraan dan Surga di Timur Matahari," pungkasnya..
Adapun kegiatan ini dilaksanakan di Lantai II, Plaza Pasar Kadelang. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perdagangan, Alyos Wakano, S. Sos, Camat Teluk Mutiara, Nikodemus Alokafani, SE, Ketua Dekranasda Kabupaten Alor, Dra. Beth Istiyani, sejumlah Tokoh Masyarakat dan ratusan pedagang Pasar Kadelang. (cr19)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.