Berita Alor
SMPN Fami Alor Tiga Tahun ANBK di Halaman Rumah Warga
pihak sekolah terpaksa membawa murid ke rumah warga yang jaraknya 1 km dari sekolah untuk bisa mengakses jaringan internet
Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Else Nago
POS-KUPANG.COM, KALABAHI - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) SMP Negeri Fami, Jl. Bakabui - Tasi, Desa Tasi, Kecamatan Lembur, Kabupaten Alor selama tiga tahun menjalani Asesmen Nasional Berbasis Komputer atau ANBK di halaman rumah warga. Hal ini dikarenakan jaringan internet yang tidak memadai sehingga sekolah terpaksa menemukan di rumah warga yang memiliki akses jaringan internet yang cukup untuk melaksanakan ANBK.
Kepada Pos-Kupang, Fernandes D. Mau Tellu, S.Pd selaku Kepala Sekolah UPTD SMPN Fami mengatakan bahwa sekolah mengalami kendala jaringan.
"Saya memang baru 3 tahun menjabat di UPTD SMP Negeri Fami. Tiga tahun lalu pemerintah meluncurkan ANBK. Tahun pertama saya bertugas di sekolah ini, kami membawa murid ke SMP Negeri Alemba yang ada di Kota Kecamatan Lembur untuk bisa mendapatkan jaringan internet. Tetapi memang jaraknya dari desa kami cukup jauh, kami harus menempuh perjalanan sekitar 10 km dengan topografi daerah pegunungan dan jalan yang kurang bagus," ujarnya, Senin 18 September 2023.
Fernandes menuturkan bahwa selama 3 tahun, pihak sekolah terpaksa membawa murid ke rumah warga yang jaraknya 1 km dari sekolah untuk bisa mengakses jaringan internet dengan baik.
Baca juga: Waspada! BMKG Sebut Angin Kencang di NTT Meluas ke Alor dan Manggarai Barat Hari Ini
"Ketika mendapat bantuan chromebook dari pemerintah pusat di tahun 2022 dan 2023, kami memilih ke rumah warga yang ada di sekitar sini. Rumah warga ini berada di tempat ketinggian di Desa Tasi, dan situ ada jaringan yang cukup untuk bisa akses internet sehingga hampir 3 tahun ini kami ada di rumah warga karena di sekolah memang tidak ada akses internet. Jarak dari sekolah ke rumah warga kurang lebih 1 km," tuturnya.
Murid yang mengikuti ANBK berjumlah 16 orang, yang merupakan murid kelas VIII.
"Hari ini ANBK sudah berlangsung dan dilaksanakan selama dua hari, tanggal 18 - 19 September 2023. Hari ini literasi, besok numerasi. Murid yang ikut berjumlah 16 orang, dari kelas VIII. Sementara itu kelas VII dan IX di sekolah bersama beberapa guru yang ada di sekolah.
Terkait kendala jaringan, Fernandes mengaku bersama Kepala Desa Tasi telah mengupayakan berbagai langkah namun belum mendapat tindak lanjut dari pemerintah.
"Bantuan chromebook berasal dari dana afirmasi Kemendikbud Pusat tahun 2021, ada 15 unit. Kaitan dengan keterbatasan akses internet ini, kami bersama dengan kades sudah berupaya bahkan sampai ambil titik koordinat di kantor desa dan sekolah untuk mendapatkan bantuan pemerintah, dalam hal ini Kominfo Kabupaten Alor. Mungkin karena banyak yang mereka layani, jadi giliran kami belum," jelasnya.
Baca juga: PSI Alor Salurkan Bantuan Alat Semprot Padi Kepada Petani di Desa Kamot
Ia berharap, di tahun 2023 pemerintah bisa memberi perhatian khusus terhadap masalah ini karena SMPN Fami merupakan salah satu sekolah penggerak di Kabupaten Alor.
"Kami sangat berharap di pertemukan tahun 2023, menuju penghujung tahun pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat bisa melihat kami secara khusus yang ada di pedesaan ini. Di desa ini ada SD GMIT Tabolubui, dan juga SMPN Fami yang sudah diharuskan mengakses internet. Meskipun kami ada di pedalaman tapi sekolah kami SMPN Fami ini merupakan salah satu sekolah penggerak di Kabupaten Alor dan tahun ini sudah memasuki angkatan ke dua. Selama ini untuk sinkronisasi data Dapodik, kadang kami ke rumah warga, kadang ke kota kecamatan atau ke ibu kota kabupaten untuk dapat jaringan yang lebih kuat. K
Tentunya kami sangat membutuhkan akses internet, kalau dapat tower merah putih bisa dibangun di desa ini agar kami bisa mengakses media pembelajaran pendidikan dan kebutuhan akses pemerintah desa," ungkapnya.
Obeth Kamesa selaku Kepala Desa Tasi mengatakan bahwa berbagai upaya telah dilakukan baik mengajukan proposal maupun membawa usulan terkait jaringan ini di Musrembang desa dan kecamatan.
"Kami sudah berupaya mengusulkan di Musrembang, usulan ini bukan hanya bidang pendidikan yang membutuhkan, tetapi dari kami desa pun dalam mengelola semua data harus selalu berbasi internet sehingga 3 tahun berturut-turut hasil musrembang kecamatan adalah pengadaan tower. Tahun 2023 saya sempat melayangkan proposal terkait jaringan internet ini, arsipnya saya masih simpan. Saya rencana untuk mengajukan kembali proposal ini tetapi kadang membosankan juga, karena kita sudah tulis manis-manis tetapi respon dari pemerintah tidak selalu sesuai dengan harapan kami," ujarnya mengeluhkan respon pemerintah.
Mengherankan bagi Obeth bahwa di desanya memiliki sekolah penggerak, tetapi jaringan internet tidak memadai.
"Satu hal yang menjadi pertanyaan bagi saya adalah pemancar ini bisa dibangun di desa lain, tetapi di Desa Tasi sendiri ada sekolah penggerak, ada SD, ada gereja, ada desa. Kami juga harapkan agar ke depan kami turut diperhatikan oleh pemerintah daerah, provinsi, dan pusat untuk memudahkan anak-anak mengakses jaringan internet. Sarana sudah dipersiapkan sebaik mungkin melalui bantuan pemerintah. Tetapi karena jaringan internet tidak ada, siswa dan para guru sulit menggunakan ruangan tersebut," ungkapnya.
Demikian Obeth berharap, ada tindak lanjut nyata dari masalah ini.
"Harapan kami mudah-mudahan ada perhatian dari pemerintah. Waktu itu kami sempat dapat jawaban dari Kominfo Kabupaten, bahwa situasi di pemerintah pusat ada sedikit terganggu jadi kita menunggu hasil saja. Kita menunggu hasil ini, yang membuat anak-anak semakin terombang-ambing. Kalau hanya untuk hal-hal yang tidak melibatkan banyak orang, bagi kami bukan persoalan. Kami akan usahakan sendiri, tetapi ini sudah melibatkan anak-anak jadi kami mohon ada perhatian untuk hal ini," tutupnya.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.