Berita Sikka

Krisis Air Bersih di Sikka, Warga Desa Darat Gunung Konsumsi Air Kotor dan Berkapur

Akibat krisis air bersih yang terjadi hampir sebulan lebih ini membuat warga terpaksa mengkonsumsi air kotor dan berkapur

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ARNOLD WELIANTO
CARI AIR - Krisis air bersih ratusan warga di tiga dusun di Desa Darat Gunung, Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka, NTT terpaksa mengkonsumsi air kotor dan berkapur di mata air wair pu'an, Selasa 22 Agustus 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto 

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Krisis air bersih yang melanda tiga dusun di Desa Darat Gunung, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT membuat warga terpaksa mengkonsumsi air kotor dan berkapur.

Tiga dusun tersebut yakni Dusun Natarita, Dusun Natarleba dan Dusun Hurabegor. Akibat krisis air bersih yang terjadi hampir sebulan lebih ini membuat warga terpaksa mengkonsumsi air kotor dan berkapur yang kemudian dijadikan air untuk dikonsumsi tiap hari.

Air dalam bak penampungan yang terlihat kotor dan berlumpur ini digunakan warga untuk minum, mandi dan mencuci, sebab air ini merupakan satu-satunya sumber mata air yang ada di wilayah mereka disaat musim kemarau.

Baca juga: Bupati Sikka Ancam Tempeleng Bendahara yang Potong Utang Guru ASN

Sebelum mengambil air ini, warga terpaksa membersihkan lumpur didalam bak penampung, bila tidak dibersihkan maka air tersebut sangat kotor dan berkapur.

Usai membersihkan lumpur didalam bak penampung, air tersebut harus dibiarkan selama empat sampai lima jam untuk bisa mendapatkan air yang bersih, baru bisa diambil.

Helena Nole, warga dusun Natarleba mengakui disaat musim kemarau, mereka kesulitan mendapatkan air bersih pasalnya air pdam di wilayah mereka tidak mengalir, sehingga ratusan warga terpaksa mengkonsumsi air kotor dan berkapur.

Baca juga: Pengumuman DCS Bacaleg DPRD Kabupaten Sikka Pemilu 2024

Dikatakannya, agar dapat diminum, terlebih dahulu air ini harus dimasak selama tiga sampai empat kali, kemudian disaring untuk menghilangkan kapur dalam air dan baru bisa di konsumsi.

"Kami di sini air susah, kami harap air disini saja,airnya kotor sehingga kami harus bersihkan lagi penampungan, harap air dari PDAM tetapi mati hidup," ujarnya Selasa 22 Agustus 2023.

Sementara itu, Antonius Tesen mengakui, sejak satu bulan terakhir ini, Warga tiga dusun di desa darat gunung mengkonsumsi air kotor dan berkapur di mata air wair pu'an.

Ia mengatakan air ini digunakan untuk, masak, mandi, cuci dan air ini juga digunakan untuk kebutuhan minum ternak dan siram tanaman karena kadar kapur di dalam air sangat tinggi.

Ia mengharapkan kepada pemerintah agar bisa membantu merenovasi bak penampung agar air dalam bak penampung ini tidak lagi kotor dan berlumpur. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved