Berita Nasional

Presiden Jokowi: Rasio Utang Indonesia Paling Rendah di Antara G20 dan ASEAN

Jokowi mengatakan, rasio utang Indonesia termasuk yang paling rendah dibandingkan negara G20 dan ASEAN.

Editor: Alfons Nedabang
YOUTUBE KOMPASTV
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato RAPBN 2024 dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2023, Rabu 16 Agustus 2023. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ( Jokowi ) mengatakan, rasio utang Indonesia termasuk yang paling rendah dibandingkan negara G20 dan ASEAN.

Hal tersebut disampaikan dalam Pidato Penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2024 beserta Nota Keuangan di Depan Rapat Paripurna DPR RI, Rabu 16 Agustus 2023.

"Rasio utang Indonesia juga salah satu yang paling rendah di antara kelompok negara G20 dan ASEAN," kata dia.

Jokowi menambahkan, rasio utang Indonesia sudah menurun dari 40,7 persen produk domestik bruto (PBD) di 2021, menjadi 37,8 persen pada Juli 2023.

Lebih lanjut, Jokowi menjabarkan perbandingan rasio utang di negara lain. Misalnya, rasio utang Malaysia saat ini ada di tingkat 66,3 persen dari PDB.

Sedangkan rasio utang China mencapai 77,1 persen dari PDB. Kemudian, rasio utang India mencapai 83,1 persen dari PDB.

Selain itu, ia juga menyebut kebijakan fiskal Indonesia menjadi salah satu yang paling efektif dalam menangani pandemi Covid-19 dan menjaga pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Jokowi Sebut 36 Negara Terlilit Utang Imbas Pandemi, Indonesia Berhasil Pulih

Sebagai gambaran, defisit fiskal Indonesia sudah kembali di bawah 3 persen PDB. "Satu tahun lebih cepat dari rencana awal. Di sebagian besar negara, defisit fiskal masih sangat lebar," imbuh Jokowi.

Sebagai perbandingan, defisit fiskal di India mencapai 9,6 persen PDB per 2022, Jepang 7,8 persen, China 7,5 persen, Amerika Serikat 5,5 persen, dan Malaysia 5,3 persen.

Utang Menyusut

Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia kembali menyusut pada kuartal II-2023. Penurunan ini utamanya bersumber dari penyusutan ULN swasta.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, posisi utang luar negeri RI pada kuartal II-2023 sebesar 396,3 miliar dollar AS. Nilai ini lebih rendah dibandingkan posisi kuartal pertama 2023 sebesar 403,2 miliar dollar AS.

"Dengan perkembangan tersebut, utang luar negeri Indonesia secara tahunan mengalami kontraksi pertumbuhan 1,4 persen (yoy), melanjutkan kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 1,9 persen (yoy)," ujar dia, dalam keterangannya, Selasa 15 Agustus 2023.

Lebih lanjut Erwin menjabarkan, ULN RI terdiri dari ULN pemerintah sebesar 192,5 miliar dollar AS dan ULN swasta sebesar 199,7 miliar dollar AS. Jika dilihat lebih rinci, utang luar negeri pemerintah menyusut dibanding kuartal pertama sebesar 194 miliar dollar AS.

Baca juga: Utang Indonesia Rp 5,800 Trilun Melonjak ? Sri Mulyani Buka Suara Kondisi Ekonomi Indonesia

Meskipun demikian, jika dilihat secara tahunan utang luar negeri pemerintah meningkat 2,8 persen. Penurunan posisi utang luar negeri pemerintah secara kuartalan disebabkan oleh pembayaran neto pinjaman luar negeri dan global bond yang jatuh tempo.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved