Berita Nasional
Jokowi Sebut 36 Negara Terlilit Utang Imbas Pandemi, Indonesia Berhasil Pulih
Indonesia berhasil menangani krisis pandemi Covid-19 dari sisi kesehatan maupun ekonomi.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Indonesia berhasil menangani krisis pandemi Covid-19 dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Sementara ada banyak negara yang ekonominya masih terus terpuruk.
Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menyampaikan hal ini dalam Pidato Pengantar RAPBN Tahun Anggaran 2024 beserta Nota Keuangan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 16 Agustus 2023.
Jokowi mengatakan, dalam tiga tahun terakhir, dunia dihadapkan pada guncangan hebat pandemi Covid-19 yang menelan korban 6,9 juta manusia.
Krisis pandemi telah menggerus perekonomian global sekitar 2 triliun dollar AS.
"Ini memaksa seluruh negara menggunakan instrumen kebijakan fiskal, moneter, dan keuangan secara luar biasa. Tidak semua negara berhasil mengatasi krisis ini," ujar Jokowi.
Menurut Jokowi, banyak negara yang justru terlilit utang imbas pandemi Covid-19.
Berdasarkan data Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) per Juni 2023, ada 36 negara yang berada dalam tekanan ekonomi akibat beban utang yang meningkat.
Baca juga: Jokowi Cabut Status Pandemi, Masyarakat Berobat Covid-19 Harus Bayar
Baca juga: Capaian Vaksin Inklusif Covid-19 di NTT Dorong Kelanjutan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kesehatan
Jokowi bersyukur karena Indonesia berhasil mengatasi tantangan besar akibat pandemi tersebut dengan hasil yang baik. Bahkan, RI menjadi salah satu negara yang berhasil menangani krisis kesehatan dengan cepat dan baik.
"Indonesia merupakan salah satu dari sedikit negara dengan pemulihan ekonomi yang cepat, konsisten, dan inklusif," kata dia.
Kondisi Indonesia yang berangsur pulih tercermin dari kinerja pertumbuhan ekonomi selama 7 kuartal terakhir, sejak akhir 2021, secara konsisten berada di atas 5 persen.
Tingkat pengangguran juga berhasil diturunkan dari 6,26 persen pada Februari 2021 menjadi 5,45 persen pada Februari 2023.
Sementara tingkat kemiskinan juga terus menurun menjadi 9,36 persen pada Maret 2023, dari puncaknya di masa pandemi 10,19 persen pada September 2021.
Begitu juga dengan kemiskinan ekstrem yang turun dari 2,04 persen pada Maret 2022 menjadi 1,12 persen pada Maret 2023.
"Pemulihan ekonomi yang cepat dan kuat telah membawa Indonesia naik kelas, masuk kembali ke dalam kelompok negara berpendapatan menengah atas (upper middle income countries) di tahun 2022," kata Jokowi. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.