Berita Timor Tengah Utara

Plt Kadis Pertanian Sebut Kabupaten Timor Tengah Utara Belum Alami Dampak Kekeringan 

Meskipun sesuai siklus normalnya Kabupaten TTU masuk dalam musim kemarau, namun hingga saat ini  masih terjadi hujan di Kabupaten TTU.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTU, Trinimus Olin 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Timor Tengah Utara, Trinimus Olin mengatakan, pada tahun ini khususnya hingga bulan Agustus 2023, Kabupaten TTU belum merasakan dampak kekeringan.

Ia menuturkan, kondisi di Kabupaten TTU musim kemarau biasanya dimulai sejak bulan April hingga bulan November. Sementara tahun ini dikategorikan anomali cuaca. Pasalnya, sampai saat ini Kabupaten TTU masih diguyur hujan.

"Walaupun intensitasnya tidak rutin dan tidak ada pola. Kalau musim hujan kita tahu persis hampir setiap hari hujan," ujarnya saat ditemui POS-KUPANG.COM, Senin, 14 Agustus 2023.

Baca juga: CPNS 2023, Kabupaten Timor Tengah Utara Dapat Kuota 963 PPPK

Meskipun sesuai siklus normalnya Kabupaten TTU masuk dalam musim kemarau, namun hingga saat ini  masih terjadi hujan di Kabupaten TTU.

Walaupun demikian, dari sisi pertanian ada persoalan yang timbul dari kondisi anomali cuaca ini. Karena masyarakat sulit memprediksi kapan mereka harus mempersiapkan lahan. Hal ini juga akan berdampak pada pola tanam. 

Dikatakan Trinimus, dalam upaya mengantisipasi hal ini, Dinas Pertanian Kabupaten TTU telah mengambil beberapa langkah. Pertama, mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan curah hujan sisa dengan menanam beberapa komoditas yang cocok seperti kacang-kacangan yang tidak membutuhkan terlalu banyak air.

Baca juga: Ketua KPU Timor Tengah Utara Beberkan Proses Pelaksanaan Tahapan Pemilu 2024 

Selain itu, Dinas Pertanian Kabupaten TTU juga telah mempersiapkan bantuan benih kepada masyarakat yang dialokasikan melalui APBD Kabupaten TTU

"Sehingga kita harapkan agar dalam beberapa waktu ke depan, kota sudah bisa membantu para petani kita dengan benih untuk persiapan di musim tanam," ungkapnya.

Bagi Trinimus, selain melalui APBD, Dinas Pertanian Kabupaten TTU juga selalu membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dimana Pemda TTU menerima sejumlah bantuan melalui dana APBN. 

Baca juga: Begini Kata Kadis Kesehatan Timor Tengah Utara Terkait Kasus Kematian Ibu dan Anak Tahun 2023

"Jadi tidak hanya benih termasuk juga dengan sarana-prasarana lainnya. Sudah ada beberapa (sarana-prasarana) kita bagikan," bebernya.

Ia berharap, bantuan-bantuan yang sudah diberikan dan yang akan diberikan bisa dimanfaatkan oleh para petani termasuk untuk mengatasi persoalan tersebut.  

Sejauh ini, ucap Trinimus, lahan kering potensial sebanyak 176.000 hektare. Sementara yang sudah diolah menjadi lahan fungsional sebanyak 26.000 hektare. Lahan fungsional ini terkesan sedikit. Namun hal ini disebabkan oleh faktor cara menggarap lahan masyarakat Kabupaten TTU yang masih berkisar seputar tebas bakar atau berpindah-pindah.

Ia menjelaskan, lahan basah potensial di Kabupaten TTU sebanyak 14.000 hektare. Sedangkan yang sudah diolah saat ini menjadi lahan fungsional sebanyak 9000 hektare. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved