Berita Nasional
Tewaskan 6 Orang, Ini Kesaksian Warga Soal Tabrakan Maut Kereta Api Dhoho dengan Luxio di Jombang
Adapun kecelakaan antara kereta api Dhoho relasi Surabaya - Kertosono dan mobil Daihatsu Luxio itu terjadi sekira pukul 23.14 WIB.
Usai kejadian dua korban mengalami luka berat dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan perawatan intensif.
Baca juga: Rencana Bangun Kereta Api di NTT Sangat Mungkin Dilakukan
Baca juga: Giliran China Dilanda Banjir: 12 Tewas, Ribuan Dievakuasi, Stasiun Kereta Api dan Jalan Terendam
Penjelasan PT KAI
Humas PT KAI Daop 7 Madiun Supriyanto menjelaskan, kereta api yang terlibat dalam kecelakaan dangan mobil Daihatsu Luxio adalah KA 243 Rapih Dhoho.
Supriyanto menuturkan, berdasarkan pemeriksaan di lokasi, diperoleh informasi bahwa sebelum menyeberangi perlintasan kereta, pengemudi kendaraan sebenarnya sudah diingatkan beberapa orang agar berhenti.
“Sudah diperingatkan dan diteriaki oleh warga yang melihat, namun tidak mendengar dan tetap melaju, terus melewati perlintasan KA. Sehingga tidak terhindarkan menemper KA 423 Dhoho,” ungkap Supriyanto dikutip pada Minggu.
Diberitakan sebelumnya, mobil Daihatsu Luxio berpenumpang 8 orang, tertabrak kereta api di perlintasan kereta tak berpalang pintu di jalan Dusun Gondekan, Desa Jabon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/7/2023) malam.
Nesy Neneng Rahayu (43), Kerabat korban menuturkan, rombongan keluarganya berangkat dari Balongbendo, Sidoarjo, menuju Purwoasri, Kabupaten Kediri.
Perjalanan ke Kediri, lanjut dia, merupakan perjalanan yang seringkali dilakukan karena keluarga besar dari rombongan yang mengalami kecelakaan itu berada di Kediri.
“Rombongan dari Balongbendo (Sidoarjo) mau ke Kediri. Kesana karena keluarga besarnya di sana, Pakde-pakde ada di sana (Kediri),” tutur Nesy.
Adapun para penumpang yang menjadi korban dalam kecelakaan kereta api dan mobil itu mayoritas berasal dari Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur.
Berdasarkan keterangan polisi, korban yang meninggal dunia akibat peristiwa itu, yakni Wahyu Kuspoyo (42), Desa Bakung Temenggungan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.
Empat korban meninggal lainnya juga berasal dari alamat yang sama, yakni Sutria Mingsih (38), Sumiyowati (60), serta Alinsya Mareta Mingkana (16), serta Az Zahra Rohima Khoirunnisa (13).
Kemudian, ada satu korban meninggal, yakni Adelia (19), berasal dari Desa Kedungpadang, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.
Adapun penumpang yang dirawat di rumah sakit akibat luka berat, yakni Fikri (22), mahasiswa Dusun Bangi, Desa Woromarto, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, serta Arimbi (11), warga Desa Bakung Temenggungan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. (*)
Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Suasana-pasca-tabrakan-kereta-api-Dhoho-dan-mobil-Luxio-di-Jombang.jpg)