Sabtu, 11 April 2026

Berita Nasional

Tewaskan 6 Orang, Ini Kesaksian Warga Soal Tabrakan Maut Kereta Api Dhoho dengan Luxio di Jombang 

Adapun kecelakaan antara kereta api Dhoho relasi Surabaya - Kertosono dan mobil Daihatsu Luxio itu terjadi sekira pukul 23.14 WIB.

Editor: Ryan Nong
KOMPAS.COM
Suasana pasca tabrakan kereta api Dhoho dan mobil Luxio di Jombang pada Sabtu (29/7/2023) malam. 

POS-KUPANG.COM, JOMBANG - Kecelakaan kereta api dan mobil kembali terjadi di kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur pada Sabtu (29/7/2023) malam. 

Kecelakaan maut itu pun menyebabkan enam penumpang mobil MPV Daihatsu Luxio dengan nomor polisi L 1009 XD meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara dua lainnya dalam kondisi kritis. 

Adapun kecelakaan antara kereta api Dhoho relasi Surabaya - Kertosono dan mobil Daihatsu Luxio itu terjadi sekira pukul 23.14 WIB.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Anang Setyanto mengatakan mobil Daihatsu Luxio berpenumpang 8 orang itu tertabrak kereta api saat berada di perlintasan kereta api tak berpalang pintu, di jalan Dusun Gondekan, Desa Jabon, Kecamatan Jombang. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Tunggal di Kota Kupang, Pemuda Asal Belu Tewas

Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut di Manggarai Timur Pikap vs Vario, Pengendara Motor Tewas di Tempat

Baca juga: Kasus Suap Proyek Jalur Kereta Api Makassar-Parepare, KPK Amankan Uang Senilai Rp 5,6 Miliar

Mobil Luxio itu awalnya melaju dari arah utara lalu melintasi rel kereta api tak berpalang pintu, di jalan Dusun Gondekan, Desa Jabon, Kabupaten Jombang.

Saat menyeberangi perlintasan, Kereta Api Dhoho relasi Surabaya - Kertosono dari arah timur melaju di perlintasan yang sama.

“Dari keterangan saksi di lapangan, saat menyeberang, pengemudi tidak memperhatikan kondisi dari arah timur, sehingga tertabrak oleh kereta api Dhoho,” ujar Anang, Minggu (30/7/2023).

Dia menyebut mobil naas itu itu dikemudikan oleh Wahyu Kuspoyo (42), warga Desa Bakung Temenggungan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur.

 

Kesaksian warga

Saksi di lokasi kejadian, Ali Mashudi mengungkapkan, kendaraan berpenumpang 8 orang tersebut melaju dari arah utara dan bermaksud melewati perlintasan kereta tanpa palang pintu di Dusun Gondekan, Desa Jabon.

Detik detik sebelum menyeberangi perlintasan kereta, sebenarnya ada orang yang berteriak mengingatkan pengemudi agar berhenti karena ada kereta api dari arah timur.

“Itu sebenarnya sudah diteriaki sama orang-orang. Sudah diberitahu kalau ada kereta, tapi enggak tahu, entah tidak mendengar atau ada apa, mobil terus maju,” ungkap Ali.

Dikatakan Ali, mobil tersebut akhirnya tertabrak kereta hingga terseret ke arah barat sekitar 100 meter dari lokasi tabrakan.

“Mobil terseret cukup jauh, kira-kira ya seratusan meter terus masuk ke sawah, (jatuh) di sebelah utara rel,” ujar dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved