Berita Nasional
Tewaskan 6 Orang, Ini Kesaksian Warga Soal Tabrakan Maut Kereta Api Dhoho dengan Luxio di Jombang
Adapun kecelakaan antara kereta api Dhoho relasi Surabaya - Kertosono dan mobil Daihatsu Luxio itu terjadi sekira pukul 23.14 WIB.
POS-KUPANG.COM, JOMBANG - Kecelakaan kereta api dan mobil kembali terjadi di kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur pada Sabtu (29/7/2023) malam.
Kecelakaan maut itu pun menyebabkan enam penumpang mobil MPV Daihatsu Luxio dengan nomor polisi L 1009 XD meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara dua lainnya dalam kondisi kritis.
Adapun kecelakaan antara kereta api Dhoho relasi Surabaya - Kertosono dan mobil Daihatsu Luxio itu terjadi sekira pukul 23.14 WIB.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Anang Setyanto mengatakan mobil Daihatsu Luxio berpenumpang 8 orang itu tertabrak kereta api saat berada di perlintasan kereta api tak berpalang pintu, di jalan Dusun Gondekan, Desa Jabon, Kecamatan Jombang.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Tunggal di Kota Kupang, Pemuda Asal Belu Tewas
Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut di Manggarai Timur Pikap vs Vario, Pengendara Motor Tewas di Tempat
Baca juga: Kasus Suap Proyek Jalur Kereta Api Makassar-Parepare, KPK Amankan Uang Senilai Rp 5,6 Miliar
Mobil Luxio itu awalnya melaju dari arah utara lalu melintasi rel kereta api tak berpalang pintu, di jalan Dusun Gondekan, Desa Jabon, Kabupaten Jombang.
Saat menyeberangi perlintasan, Kereta Api Dhoho relasi Surabaya - Kertosono dari arah timur melaju di perlintasan yang sama.
“Dari keterangan saksi di lapangan, saat menyeberang, pengemudi tidak memperhatikan kondisi dari arah timur, sehingga tertabrak oleh kereta api Dhoho,” ujar Anang, Minggu (30/7/2023).
Dia menyebut mobil naas itu itu dikemudikan oleh Wahyu Kuspoyo (42), warga Desa Bakung Temenggungan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur.
Kesaksian warga
Saksi di lokasi kejadian, Ali Mashudi mengungkapkan, kendaraan berpenumpang 8 orang tersebut melaju dari arah utara dan bermaksud melewati perlintasan kereta tanpa palang pintu di Dusun Gondekan, Desa Jabon.
Detik detik sebelum menyeberangi perlintasan kereta, sebenarnya ada orang yang berteriak mengingatkan pengemudi agar berhenti karena ada kereta api dari arah timur.
“Itu sebenarnya sudah diteriaki sama orang-orang. Sudah diberitahu kalau ada kereta, tapi enggak tahu, entah tidak mendengar atau ada apa, mobil terus maju,” ungkap Ali.
Dikatakan Ali, mobil tersebut akhirnya tertabrak kereta hingga terseret ke arah barat sekitar 100 meter dari lokasi tabrakan.
“Mobil terseret cukup jauh, kira-kira ya seratusan meter terus masuk ke sawah, (jatuh) di sebelah utara rel,” ujar dia.
Usai kejadian dua korban mengalami luka berat dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan perawatan intensif.
Baca juga: Rencana Bangun Kereta Api di NTT Sangat Mungkin Dilakukan
Baca juga: Giliran China Dilanda Banjir: 12 Tewas, Ribuan Dievakuasi, Stasiun Kereta Api dan Jalan Terendam
Penjelasan PT KAI
Humas PT KAI Daop 7 Madiun Supriyanto menjelaskan, kereta api yang terlibat dalam kecelakaan dangan mobil Daihatsu Luxio adalah KA 243 Rapih Dhoho.
Supriyanto menuturkan, berdasarkan pemeriksaan di lokasi, diperoleh informasi bahwa sebelum menyeberangi perlintasan kereta, pengemudi kendaraan sebenarnya sudah diingatkan beberapa orang agar berhenti.
“Sudah diperingatkan dan diteriaki oleh warga yang melihat, namun tidak mendengar dan tetap melaju, terus melewati perlintasan KA. Sehingga tidak terhindarkan menemper KA 423 Dhoho,” ungkap Supriyanto dikutip pada Minggu.
Diberitakan sebelumnya, mobil Daihatsu Luxio berpenumpang 8 orang, tertabrak kereta api di perlintasan kereta tak berpalang pintu di jalan Dusun Gondekan, Desa Jabon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/7/2023) malam.
Nesy Neneng Rahayu (43), Kerabat korban menuturkan, rombongan keluarganya berangkat dari Balongbendo, Sidoarjo, menuju Purwoasri, Kabupaten Kediri.
Perjalanan ke Kediri, lanjut dia, merupakan perjalanan yang seringkali dilakukan karena keluarga besar dari rombongan yang mengalami kecelakaan itu berada di Kediri.
“Rombongan dari Balongbendo (Sidoarjo) mau ke Kediri. Kesana karena keluarga besarnya di sana, Pakde-pakde ada di sana (Kediri),” tutur Nesy.
Adapun para penumpang yang menjadi korban dalam kecelakaan kereta api dan mobil itu mayoritas berasal dari Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur.
Berdasarkan keterangan polisi, korban yang meninggal dunia akibat peristiwa itu, yakni Wahyu Kuspoyo (42), Desa Bakung Temenggungan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.
Empat korban meninggal lainnya juga berasal dari alamat yang sama, yakni Sutria Mingsih (38), Sumiyowati (60), serta Alinsya Mareta Mingkana (16), serta Az Zahra Rohima Khoirunnisa (13).
Kemudian, ada satu korban meninggal, yakni Adelia (19), berasal dari Desa Kedungpadang, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.
Adapun penumpang yang dirawat di rumah sakit akibat luka berat, yakni Fikri (22), mahasiswa Dusun Bangi, Desa Woromarto, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, serta Arimbi (11), warga Desa Bakung Temenggungan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. (*)
Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Suasana-pasca-tabrakan-kereta-api-Dhoho-dan-mobil-Luxio-di-Jombang.jpg)