Berita NTT

Cerita Jemaah Haji Asal NTT, Tas Berisi Uang dan Surat Berharga Ditemukan 10 Hari Kemudian

Kewajiban melaksanakan salah satu rukun Islam itu mendorong tiap umat muslim di dunia berbondong-bondong berangkat untuk melakukan ibadah haji.

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Basri Daeng Bin Baga (kiri), salah satu jemaah haji dari Kabupaten Nagekeo, bersama dua saudaranya ketika tiba dari debarkasi Surabaya. Ketiganya ditemui di Bandara Komodo Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat. Jumat 28 Juli 2023. 

Sebagai pedagang keliling berjualan perabotan rumah tangga, Basri Daeng selalu menyempatkan sedikit rejekinya untuk niat mulianya mengikuti ibadah haji. Setiap hari, dia wajib menyisihkan uang untuk tabungan. Mulanya dia mendaftar dengan setoran awal Rp 25 juta dan dicicil hingga lebih Rp 50 juta. 

Baca juga: Kepala Kantor Kemenag Sumba Barat,Berharap Kualitas Iman 18 Jemaah Haji Dapat Ditingkatkan

Dia bilang pola itu terbilang mudah sekalipun dalam pelaksanaannya cukup sulit. Ujian selalu datang ketika situasi ini. Tetapi, niat untuk untuk menunaikan ibadah haji tetap menjadi pertimbangan paling penting. Alhasil, dia berhasil mengumpulkan pundi rupiah dan membiayai perjalanan ke tanah suci. 

Pada prinsipnya, kata dia, rejeki yang dihasilkan harus benar halal. Tentu proses itu dilewati dengan tidak mudah. Doa dan pengharapan kepada sang pencipta dia panjatkan agar kerja kerasnya itu bisa berbuah hasil. Basri Daeng, mewujudkan itu ketika diberangkatkan ke Mekkah. 

Satu hal yang dia tidak pernah lupakan dalam hidup selama beribadah haji adalah tas berisi uang dan surat berharga, ketinggalan dalam bus pengantar jemaah haji. 10 hari tas itu tidak kembali ke tangannya. 

"Saya punya tas, saya lupa di bis, lebih 10 hari. Mengapa bisa kembali ke tangan saya, saya berdoa. Kalau ada uang yang tidak halal, maka ambillah dengan isinya. Tapi kalau halal ke tanah suci, maka kembalikan ke pangkuan saya ya Allah, akhirnya kembali. Utuh. Arloji, uang, berkas, tidak ada yang kurang," tutur dia. 

Segala perbuatan yang dilakukan selama beribadah haji, sebut dia, akan langsung ditebus. Penebusan itu bisa baik dan buruk tergantung amal ibadah termaksuk harta yang dibawa. Kejadian ini, baginya tidak akan pernah lupa. Fakta bahwa sesuatu akan terjadi dan ditebus selama di tanah suci, benar adanya. 

Baca juga: Kronologi Haji Asal Aceh Batal Pulang Gegara Paspor   

Sisi lain, Basri Daeng juga menyebut  pelayanan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia lewat penyelenggara ibadah haji di Mekkah dan tempat lainnya di Arab Saudi, sangat baik. Semua kebutuhan selalu dipenuhi, begitu juga dengan perhatian lainnya. 

Dia memaklumi ada kekurangan yang dialami oleh jemaah lain dari petugas penyelenggara haji. Menurut dia, hal itu wajar terjadi karena petugas tidak mengurus satu atau dua orang, melainkan lebih dari ratusan orang. 

Basri Daeng berpesan agar umat Islam di NTT, bisa menabung sejak dini. Apalagi pemuda-pemudi muslim bisa memulai untuk menabung sekalipun itu dalam nominal kecil. Paling tidak, tabungan itu juga bisa membantu melancarkan niat untuk beribadah haji. 

"Saya pesan begitu. Kalau ada rejeki yang belum atau bagaimana itu bisa kita perbaiki. Doa dan terus berdoa, dan usaha. Allah pasti bantu kita," ucapnya. (fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved