Berita NTT
Cerita Jemaah Haji Asal NTT, Tas Berisi Uang dan Surat Berharga Ditemukan 10 Hari Kemudian
Kewajiban melaksanakan salah satu rukun Islam itu mendorong tiap umat muslim di dunia berbondong-bondong berangkat untuk melakukan ibadah haji.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sejumlah jemaah haji sudah mulai kembali ke Indonesia setelah menunaikan Ibadah Haji di Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi.
Kewajiban melaksanakan salah satu rukun Islam itu mendorong tiap umat muslim di dunia berbondong-bondong berangkat untuk melakukan Ibadah Haji.
Dari Provinsi NTT, setidaknya ada 714 jemaah haji yang berangkat dan terbagi dalam tiga kloter. NTT masuk dalam debarkasi Surabaya, Jawa Timur. Hampir 30 hari ratusan jemaah haji dari Flobamora itu mengikuti rangakaian Ibadah Haji.
Baca juga: Sambut Jemaah Haji, Bupati Belu: Semoga Menjadi Haji yang Mabrur
Ada berbagai cerita dari pelaksanaan Ibadah Haji. Lama menunggu hingga belasan atau puluhan tahun maupun usia untuk menunaikan Ibadah Haji yang beragam.
Seperti Basri Daeng Bin Baga (56), salah satu jemaah haji dari Kabupaten Nagekeo. Pria asal Selayar pulau Sulawesi itu mendaftar lewat kuota jemaah haji di Kabupaten Nagekeo.
Ia memilih Nagekeo karena terbilang cepat jika harus menunggu di daerah asalnya. Basri Daeng mendaftar di Kemenag Nagekeo sejak tahun 2013 bersama istrinya Nurpati. Sebetulnya dia berangkat pada tahun 2019 lalu tetapi karena pandemi covid-19, keberangkatan ditunda.
Baca juga: Empat Jemaah Haji Asal NTT Wafat di Mekkah dan Madinah
Basri Daeng yang dijumpai di Bandara Komodo Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat, Jumat 28 Juli 2023 siang tampak bahagia. Dia berangkat ke tanah suci membawa dua saudara, selain istrinya.
Kebahagiaan Basri Daeng itu tiada henti, sebatang rokok yang dia pegang ketika berada di area luar bandara, mengepul bebas mengeluarkan asap. Basri Daeng semangat ketika berbagi cerita. Berbeda dengan dua saudaranya yang lebih tampak tenang.
Basri Daeng mengaku senang kembali ke Indonesia dengan keadaan sehat. Ibadah haji telah dilaksanakan dengan keyakinan bahwa sudah berjalan sesuai petunjuk agama.
Selama di Mekkah, Basri Daeng maupun jemaah haji lainnya melakukan dzikir, sholat dan doa. Ketiga hal itu menjadi utama dalam keseharian.
Baca juga: 713 Jemaah Haji Asal NTT, Empat Jemaah Meninggal di Arab Saudi
"30 hari di Mekkah, 9 hari di Nabawi, sholat, yang tidak pernah ditinggalkan di masjid selama berturut-turut," ucapnya membagi ceritanya Jumat siang.
Baginya perjalanan ke tanah suci yang dia perjuangkan sejak lama ini merupakan kepuasan tersendiri. Dia berharap predikat haji yang dia dapat bisa memberi dampak positif, bagi diri sendiri dan orang lain.
Dia punya prinsip pekerjaan dan usaha yang dilakukan selama ini bertujuan untuk mengabdikan diri ke Allah SWT melalui ibadah haji. Harta kekayaan yang diperoleh selama hidup, menurut dia, tidak ada artinya jika tidak digunakan.
"Kita bukan mau cerita sombong, tapi begitu ceritanya," sebutnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.