Berita Nasional
Kronologi Haji Asal Aceh Batal Pulang Gegara Paspor
Peserta haji asal Kabupaten Aceh Besar itu batal pulang ke tanah air meski ia sudah berada di Bandara King Abdul Azis Jeddah, Arab Saudi.
POS-KUPANG.COM - Farida, peserta haji asal Aceh mengalami kejadian tidak mengenakan usai melaksanakan ibadah haji di tanah suci.
Peserta haji asal Kabupaten Aceh Besar itu batal pulang ke tanah air meski ia sudah berada di Bandara King Abdul Azis Jeddah, Arab Saudi.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh Azhari menceritakan, Faridah kehilangan paspor sehingga tidak dapat pulang bersama dengan kelompok terbang (Kloter) pertama sebagaimana sudah dijadwalkan.
Baca juga: Jamaah Haji Asal Labuan Bajo Meninggal Dunia di Mekkah
Beruntung, peserta haji itu akhirnya mengantongi Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dan dijadwalkan akan kembali ke tanah air bersama kloter tiga.
“Alhamdulillah telah keluar SPLP-nya dan Insya Allah akan diberangkatkan di kloter tiga,” kata Azhari dikutip dari Kompas.com.
Dengan batalnya satu peserta haji di kloter pertama, maka jumlah jemaah haji kloter pertama yang tiba di tanah air menjadi 392 orang.
Mereka telah tiba pada Rabu (5/7/2023) sekitar pukul 03.17 WIB melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar.
Baca juga: 159.188 Orang Pulang Kembali Karena Tidak Memiliki Izin Haji
“Alhamdulillah jamaah haji kelompok terbang pertama Embarkasi Aceh telah mendarat dengan selamat,” ujar Azhari.
Ia menjelaskan, jamaah haji kloter pertama ini berasal dari Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Pidie Jaya.
Adapun setelah mengikuti serangkaian pemeriksaan di asrama haji, para jamaah langsung diantar ke kampung halaman dan dijemput keluarganya.
Jamaah haji Aceh yang berangkat ke Tanah Suci sebanyak 4.561 orang beserta petugas. Kemudian, tujuh orang meninggal dunia, dua orang mutasi masuk antar embarkasi, sehingga peserta haji yang akan pulang sebanyak 4.556 orang.
Tujuh peserta haji Aceh yang meninggal dunia pada musim haji tahun ini berasal dari dua orang asal Kota Lhokseumawe, dua orang asal Aceh Utara, dan masing-masing satu orang asal Bireuen, Banda Aceh, dan Aceh Barat. (*)
Berita ini telah tayang di Kompas.com
Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ilustrasi-Paspor-Indonesia.jpg)