Berita Nasional
China Tertarik Investasi di IKN, Indonesia Kerjasama Bidang Kesehatan Cegah Pandemi Baru
Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) bersama Ibu Negara Iriana Jokowi melakukan kunjungan kerja ke China.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) bersama Ibu Negara Iriana Jokowi melakukan kunjungan kerja ke China. Saat berada di Negeri Tirai Bambu, Iriana Jokowi juga mengikuti serangkaian acara, di antaranya minum teh bersama ibu negara China, Madam Peng Liyuan.
Jamuan minum teh tersebut dilakukan di Hotel Jinnui, Chengdu, China pada Kamis 27 Juli 2023. Sebelum menuju lokasi minum teh, terlihat Madam Peng menunjukkan dan menjelaskan sejumlah koleksi guci dan kain yang ditampilkan di hotel tersebut.
Selain itu, Iriana juga diperlihatkan kegiatan meracik teh hijau. Di sana, terlihat juga Iriana turut melukis di mangkuk teh.
Setibanya di lokasi minum teh, Iriana dan Madam Peng yang keduanya mengenakan pakaian senada berwarna krem, terlihat duduk bersebelahan sambil berbincang dan menyaksikan pertunjukan penyajian teh.
Pertemuan akrab tersebut berlangsung sekitar 30 menit dan kemudian Iriana bersama Madam Peng melanjutkan kegiatan untuk menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Joko Widodo dan Presiden Xi Jinping. Mendampingi Iriana dalam kegiatan tersebut yakni istri Duta Besar RI untuk China Sih Elsiwi Handayani Oratmangun.
Baca juga: Pemerintah Pastikan Tiga Prinsip Pembangunan Pertanian dan Ketahanan Pangan di IKN
Sebelumnya, Presiden dan Ibu Iriana Jokowi tiba di Hotel Jiniu sekitar pukul 16.20 waktu setempat. Setibanya di sana, Presiden dan Ibu Iriana kemudian disambut langsung oleh Presiden Xi Jinping dan Madam Peng yang kemudian dilanjutkan melaksanakan foto bersama dengan latar bendera dari masing-masing negara.
Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono, dan Duta Besar RI untuk RRT Djauhari Oratmangun.
Isu regional dan global turut dibahas saat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden China, Xi Jinping, di Chengdu. Terkait Indo-Pasifik, Presiden Jokowi menegaskan agar semua negara termasuk China untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan.
"Presiden menyampaikan bahwa rivalitas antara major powers harus dikelola agar tidak menimbulkan konflik yang merugikan kawasan," kata Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dalam pernyataannya, Jumat (28/7).
Baca juga: Peringati Penyatuan Air dan Tanah di IKN, Dosen Musik Unika Gelar Konser Akbar
Menlu Retno juga mengatakan bahwa Presiden Jokowi menyambut baik dimulainya kembali komunikasi antara China dan Amerika Serikat(AS). Presiden RI juga menyambut baik penyelesaian panduan percepatan negosiasi Code of Conduct di Laut China Selatan.
Retno melanjutkan, terkait ASEAN, Presiden RI meminta dukungan China untuk implementasi konkret ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Hal ini termasuk partisipasi BUMN dan sektor swasta China dalam ASEAN Indo-Pacific Forum yang akan diselenggarakan September 2023 mendatang di Jakarta.
Selain itu Presiden juga menyampaikan agar China dapat memberikan dukungan atas kesuksesan pelaksanaan East Asia Summit yang akan dilakukan pada bulan September mendatang.
"Presiden juga mengajak China bekerja sama memperjuangkan kepentingan negara berkembang di bidang sustainable tropical forestry and climate action. Dan mengundang partisipasi RRC pada World Water Forum ke-10 di Bali pada tanggal 18-24 Mei 2024," ujarnya.
Jokowi lanjut Menlu Retno meminta akses pasar yang lebih banyak di China bagi produk-produk Indonesia. "Dalam pertemuan, Bapak Presiden meminta akses pasar Tiongkok yang lebih banyak di Tiongkok bagi produk-produk Indonesia," kata Menlu.
Baca juga: Pemerintah Pastikan Tiga Prinsip Pembangunan Pertanian dan Ketahanan Pangan di IKN
Retno mengatakan kunjungan ini bertepatan dengan 10 tahun Kemitraan Strategis Komprehensif RI-China. China adalah mitra dagang terbesar Indonesia dengan nilai perdagangan tahun lalu mencapai lebih dari 133 miliar USD.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.