Minggu, 26 April 2026

Berita Kota Kupang

Rosalinda Ndiwa Jadi Ketua WKRI Ranting YMY Liliba

Maria Rosalinda Ndiwa terpilih menjadi Ketua Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Ranting Stasi Yesus Maria Yoseph (YMY) Liliba

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
PENGUKUHAN - Romo Yonas Kamlasi mengukuhkan Ketua Terpilih WKRI Ranting Stasi YMY Liliba, Maria Rosalinda Ndiwa, Wakil Ketua I, Dr. Kristina H Ragu, dan Wakil Ketua II, Emiliana L Tobin, Rabu (19/7). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Maria Rosalinda Ndiwa terpilih menjadi Ketua Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Ranting Stasi Yesus Maria Yoseph (YMY) Liliba.

Lin Diwa begitu akrabnya yang sebelumnya menjadi Pelaksana tugas (Plt) Ketua WKRI Ranting YMY Liliba terpilih dalam Rapat Anggota Ranting (RAR) 2 Wanita Katolik RI Ranting Stasi YMY Liliba di Gedung Pramuka NTT, Rabu 19 Juli 2023.

Sementara Wakil Ketua I, Dr. Kristina H Ragu, dan Wakil Ketua II, Emiliana L Tobin.

Proses pemilihan belangsung alot, dan harus dilakukan dua kali, karena antara dua kandidat, yakni Maria Rosalinda Ndiwa dan Dr. Kristina H Ragu, memperoleh jumlah suara yang sama.

Baca juga: Jelang HUT RI, WKRI YMY dan Pemerintah Kelurahan Liliba Gelar Lomba Budikdamber

RAR Wanita Katolik RI Stasi YMY Liliba diawali dengan seremonial pembukaan dan Peneguhan Spritual oleh penasihat rohani (Penroh) yang diwakili oleh Rm. Yonas Kamlasi, Pr, dan pemaparan materi penunjang dengan topik 'Oganisasi Wanita Katolik Sebagai Wadah untuk Mewujudkan Kesejahteraan Bersama' oleh Presidium I WKRI DPD NTT, Dr. Yuliana Saloso.

Hadir dalam RAR 2 Wanita Katolik RI Ranting Stasi YMY Liliba, Plt. Ketua WKRI DPC Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui, Ketua Wilayah 2, Yuven Beribe, para suster dari Biara Roh Kudus dan RVM, dan undangan dari WKRI Ranting se-DPC St. Yosep Pekerja Penfui.

Rm. Yonas Kamlasi dalam peneguhan spiritual, mengatakan, Quo Vadis WKRI, dimana menjadi anggota WKRI tujuan untuk apa. Apakah mencari popularitas, menunjukkan gengsi, status sosial, ataukah untuk pelayanann bagi gereja, masyarakat dan negara.

Baca juga: RD Krispinus Saku Kukuhkan Badan Pengurus Wilayah V Stasi YMY Paroki Santo Yoseph Pekerja Penfui

"Kita pasti menjawab pertanyaan terakhir. Mari refleksi, kita sudah sekian lama jadi anggota apakah pelayanan yang kita dahulukan," katanya.

Ia mengatakan, anggota WKRI menjadi ibu dlaam ibu, apa mungkin? Gereja Katolik sejak awal disebut sebagai ibu karena secara konsisten menyebut gereja sebagai ibu. Ibu melambangkan peran gereja sebagai pengasuh rohani bagi para umat.

Dan, katanya, peran WKRI dalam gereja sebagai ibu yang mengambil bagian dalam keibuan gereja. Ibu yang melahirkan murid-murid Xristus. Ibu ibu mengambil bagian dalam gereja melalui organisasi WKRI. "Apakah sangup jadi ibu dalam gereja yang melahirkan hal baik bagi umat. Dan, untuk itu perlu kekuatan. Pertama, bijaksana, jadi ibu bijaksana yang berpikir sebelum berbuat. Kedua, berperan dalam keluarga, tidak mungkin menjadi anggota WKRI yang baik kalau tugas dalam keluarga tidak baik. Ketiga, partisipasi, dan tidak jadi penonton. Keempat, terlibat dalam organisasi sosial dan politik. Kelima, Endurance, mental baja, jangan cepat mengeluh. Keenam, pejuang HAM, ketujuh solidaritas antara wanita, dan kedelapan, kreativitas dan inovasi," kata Romo Yonas.

Baca juga: WKRI NTT Bantu Korban Bencana Alam di Fenun

Menurutnya, anggota WKRI juga harus mempunyai kekuatan spritual (doa, ibadah dan Ekaristi). Ia mengatakan, WKRI hadir sebagai prajurit setia yang melayani sesama. Selalu mengedepankan nilai Kristiani dalam perjumpaan dengan sesama.

Anggota WKRI harus berdiri di bawah kaki salib, melihat salib bukan jadi beban. WKRI sejati belajar dari Bunda Maria yang menghayati semangat misioner dalam kehidupan.

Sementara, Dr. Yuliana Salosso, dalam materinya, mengatakan, organisasi WKRI sebagai wadah untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Kesejahteraan bersama mulai dari dalam keluarga. Kesejahteraan bersama dapat diwujudkan melalui kepedulian.

Baca juga: Poltekkes Kemenkes Kupang Bersama DPD WKRI NTT Gelar Bakti Sosial

Bagaimana WKRI melayani di gereja dan masyarakat, melalui bidang-bidang, organisasi, kesejahteraan, pendidikan, humas, Kesehatan.

Ia mengatakan, kunci utama kesuksesan WKRI dalam mewujudkan kesejahteraan bersama adalah komitmen dan ketulusan dari pengurus dan anggotanya, pemimpin yang melayani dengan hati.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved