Berita LL Dikti XV

Gubernur Minta LL DIKTI XV Konsolidasi Antar PT Lahirkan Generasi Unggul Masa Depan

Kita patut berbangga jika ilmu yang diraih di perguruan tinggi berguna bagi orang lain. Itulah perspektif dunia pendidikan.

|
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Gerardus Manyela
POS-KUPANG.COM
GUNTING PITA -Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, Suharti didampingi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Kepala LL Dikti Wilayah XV, Adrianus Amheka menggunting pita saat meresmikan gedung kantor LL Dikti Wilayah XV di Kelurahan Naimata, Kota Kupang, Kamis, 13 Juli 2023. 

Menurut dia, dunia pendidikan hari ini berbeda dengan cita-cita sesungguhnya. Hasil riset dari Harvard University tentang nilai yang diperoleh sarjana.

Orang dengan nilai baik ke atas, bekerja pada level manager dan sejenisnya. Justru orang dengan nilai pas-pasan memiliki dan bekerja pada perusahaan yang dibangun sendiri.

Baca juga: Meningkat 20 Persen Peserta dari 386 Perguruan Tinggi Ikuti Kompetisi Ide Bisnis Pertamina

Politisi Partai Nasdem ini  menyarankan perguruan tinggi memperlakukan tiap mahasiswa sebagai mitra intelektual dan pengetahuan. Hal ini juga terlihat di NTT yang terus terpuruk padahal punya kekayaan yang melimpah.

Untuk itu, ia mengajak pertemuan sekaligus peresmian itu bisa membantu merancang sebuah pendidikan yang bisa mengarahkan orang intelektual  mengaplikasikan keilmuannya, tidak secara teoritis saja.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI,  Suharti mengatakan, gedung itu pada akhirnya selesai dibangun setelah mengalami beberapa kendala di masa pandemi Covid-19.

Adanya gedung itu tentu diharapkan LL Dikti  Wilayah XV bisa memberi pelayanan yang lebih baik. Pegawai, menurut dia, bisa bekerja lebih nyaman. Keberadaan LL Dikti  Wilayah XV juga didorong untuk bersinergi dengan perguruan tinggi yang ada dalam membangun sumberdaya di NTT.

Baca juga: Ini Jumlah Perguruan Tinggi yang  Melakukan MoU dengan IAKN Kupang

"Tidak hanya menelurkan sarjana, menjadikan sarjana peternakan tetapi menciptakan SDM yang bisa membangun NTT dengan sumberdaya alam yang luar biasa," jelasnya.

Suharti juga meminta LL Dikti  Wilayah XV bisa melanjutkan kebijakan merdeka belajar dengan program kegiatan yang sudah dirancang di perguruan tinggi. Hal itu karena memberikan kesempatan bagi perguruan tinggi untuk berkembang.

Salah satu program, kata dia, adalah kampus mengajar atau mengirim mahasiswa mengajar di daerah atau sekolah tertinggal. Jika semua mahasiswa perguruan tinggi di NTT didorong untuk itu, maka akan sangat membantu pembangunan sumberdaya.

Menurut dia, mahasiswa bisa membantu pembangunan itu asalkan ada kerja sama dari perguruan tinggi menerapkan program tersebut. Ia berharap NTT bisa menjadi lebih baik dari saat ini, termasuk indeks pembangunan manusia hingga angka pendidikan maupun kesehatan.

Baca juga: Berapa Gaji Dosen PNS Perguruan Tinggi, Berapa Tunjangan Dosen PNS Universitas

"Kami memiliki program ISMA (mendorong mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri), itu juga untuk vokasi. Untuk memberi kesempatan bagi anak didik, mengikuti pendidikan satu sampai dua semester di tempat lain, termaksuk di negara lain. Manfaatkan itu, LL Dikti Wilayah XV, koordinasi dengan perguruan tinggi," ujarnya.

Pemerintah juga, katanya, telah menyiapkan adanya dana abadi untuk kegiatan pendidikan mahasiswa, seperti penelitian hingga aspek kebudayaan dan pendidikan bagi komunitas. NTT yang memiliki kekayaan cukup banyak bisa menggunakan potensi ini untuk pengembangan.

Suharti meminta pemerintah NTT untuk menuntut ke LL Dikti Wilayah XV atas pembangunan sumber daya manusia. Sebab, pemerintah telah menghibahkan tanah sebagai area pembangunan. Menurut dia, gedung yang dibangun dengan dana SSBSN itu sungguh tidak mudah. Syaratnya lebih kepada aspek kebermanfaatan.

"Kami menilai gedung ini dibangun karena ada manfaat yang kita harapkan. Membantu LL Dikti  Wilayah XV untuk melaksanakan tugas dengan baik. Gedung ini tidak hanya fisik, perlu diberi jiwa adalah tugas dan tanggung jawab. Tolong pemeliharaan diperhatikan. Hadirkan senyum di gedung ini," kata Suharti.

Baca juga: Rektor Unwira Kupang Sebut Perpustakaan Sebagai Jantung Perguruan Tinggi

Dia meminta secara khusus tentang masalah kebersihan di kantor itu. Dia menilai banyak sekali satuan pendidikan hingga perguruan tinggi, masih belum memperhatikan secara serius mengenai kebersihan.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved