Berita NTT

Juni 2023, Nilai Tukar Petani Turun 0,11 Persen

Hal ini pun disebabkan oleh perkembangan harga terima petani yang meningkat sedangkan harga bayar petani menurun.

POS-KUPANG.COM/EKLESIA MEI
PENYAMPAIAN MATERI- Demarce M. Sabuna selaku Statistisi Madya Badan Pusat Statistik (BPS) NTT saat menyampaikan informasi terkait NTP di Aula Kantor BPS NTT, Senin 3 Juli 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Pada Juni 2023, nilai tukar petani (NTP) mengalami penurunan 0,11 persen jika dibandingkan Mei 2023.

Hal ini disampaikan Demarce M. Sabuna selaku Statistisi Madya Badan Pusat Statistik (BPS) NTT di Aula Kantor BPS NTT, Senin 3 Juli 2023.

"Penurunan indeks harga ini disebabkan oleh penurunan indeks harga terima yang lebih cepat dibandingkan harga bayar. Hal ini terjadi pada subsector tanaman pangan dan perikanan," kata Demarce.

Baca juga: Kepala BPS NTT Sebut Publisitas Penting untuk Buka Kesadaran Masyarakat di Sektor Pertanian 

Demarce menyampaikan, NTP bulan Juni didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2018 (2018-100), Dimana, penghitungan NTP ini mencakup lima subsector yaitu subsector padi dan palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan..

Demance pun menyebutkan, pada Juni 2023, NTP NTT sebesar 96,58 dengan masing-masing subsector tercatat sebesar 94, 84 untuk subsector tanaman padi-palawija, 101,85 untuk subsector hortikultura, 92,70 untuk subsector tanaman perkebunan rakyat, 111,29 untuk subsector peternakan dan 96,11 untuk subsector perikanan.

Baca juga: BPS NTT Sampaikan Enam Isu Strategis Pertanian di NTT 

"Indeks harga yang diterima petani dari kelima subsector menunjukkan perubahan harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada Juni 2023, Indeks harga ynag diterima petani menurun 0,16 persen dibandingkan Meiyaitu dari 109,66 menjadi 109,48. Beberapa subsector yang mengalami penurunan adalah tanaman pangan dan perikanan," ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Demance, untuk indeks harga yang dibayar (ib) petani pada Juni 2023 dilaporkan mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan Mei yaitu dari 113, 41 menjadi 113,36, sedangkan secara subsector, indeks harga yang dibayar menurun di seluruh subsector pertanian.

Baca juga: Sensus Pertanian Segera Dimulai, BPS Manggarai Timur Beri Pelatihan Bagi 321 Petugas 

Demance mengatakan, untuk NTP subsector padi dan palawija di NTT mengalami penurunan 0,98 persen di bulan Juni 2023. Hal Ini disebabkan penurunan indeks terima petani cepat 1,02 persen disbanding indeks bayar yang melambat 0,04 persen.

"Komoditas padi dan palawija menurun karena di sebagian besar daerah memasuki masa panen, sedangkan Ib menurun khususnya dipengaruhi oleh penurunan makanan, minuman dan tembakau pada kelompok konsumsi rumah tangga," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Demance, subsector lain yang mengalami penurunan yaitu subsector perikanan yang secara umum mengalami penurunan 0,22 persen pada Juni 2023.

Baca juga: BPS NTT Sebut Kota Kupang Alami Deflasi -0,77 Persen

"Hal ini disebabkan karena indeks terima (It) mengalami penurunan 0,23 persen sedangkan Ib menurun 0,01persen. Indeks terima perikanan menurun dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas perikanan budidaya sebesar 1,44 persen," terangnya.

Lebih lanjut, Demance menuturkan, NTP untuk subsektor hortikultura mengalami peningkatan 0,66 persen pada bulan Juni.

Hal ini disebabkan oleh indeks terima meningkat dibandingkan indeks bayaryang mengalami penurunan.

Baca juga: Kepala BPS NTT: Empat Alasan Pentingnya Sensus Penduduk Lanjutan

"Perkembangan It dipengaruhi oleh peningkatan harga komoditas sayur-sayuran (0,67 persen),buah-buahan (0,81 % ). Sedangkan untuk Ib ini dipengaruhi oleh penurunan harga pada kelompok konsumsi rumah tangga tani (0,02 % ) khususnya kelompok makanan, minuman dan tembakau," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved