Berita NTT Hari Ini
Kepala BPS NTT: Empat Alasan Pentingnya Sensus Penduduk Lanjutan
Selanjutanya dilakukan penarikan sampel untuk mendata rumah tangga menggunakan kuesioner lebih rinci atau jenis kuesioner C2.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT menyampaikan empat hal penting Sensus Penduduk 2020 Lanjutan atau SP2020 sebagai sumber data pembangunan NTT.
Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, dalam keterangan tertulisnya Jumat 10 Juni 2022, menyebut SP2020 Lanjutan ini merupakan rangkaian atau kelanjutan dari Sensus Penduduk yang dilaksanakan pada tahun 2020.
Empat hal penting agar sensus ini disukseskan masyarakat adalah karena menjadi tolok ukur atau patokan indikator
kependudukan Indonesia. Kedua, potret demografi Indonesia setelah melewati gelombang kedua pandemi COVID-19.
Baca juga: Aksi Pungut Sampah di Pantai Lasiana, Cara Unilever Area NTT Menjaga Lingkungan
"Ketiga, evaluasi capaian pembangunan di bidang kependudukan pada (Sustainable Development Goals (SDGs) dan RPJMN Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional)," jelas dia.
Keempat, sebagai dasar penentuan kebijakan pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Data yang dikumpulkan ini pun bertujuan memperkirakan jumlah, distribusi dan komposisi penduduk, juga memperoleh data untuk penghitungan parameter demografi seperti kelahiran, kematian, dan migrasi. Selain itu juga menjadi sumber data dari indikator Angka Kematian Ibu.
Baca juga: Cerita Dibalik Lagu Bale Pulang Justy Aldrin dan Toton Cribo yang Viral
"Juga memperbarui data yang akan digunakan dalam penghitungan proyeksi penduduk, menyediakan data karakteristik penduduk dan perumahan, sumber data dari indikator kependudukan untuk SDGs yang tidak dapat diperoleh dari sumber lain," tambahnya lagi.
Data yang dihasilkan nantinya adalah terkait dengan karakteristik penduduk jenis kelamin, umur, dan lainnya.
Selain itu dihasilkan pula data migrasi baik migrasi seumur hidup, migrasi total, migrasi risen, migrasi internasional, komuter, stok migran. Data lain yang dihasilkan juga adalah pendidikan dan komunikasi, disabilitas, ketenagakerjaan, fertilitas, mortalitas hingga perumahan.
Baca juga: Cerita Dibalik Lagu Bale Pulang Justy Aldrin dan Toton Cribo yang Viral
Kegiatan SP2020 Lanjutan dimulai dengan pemutakhiran rumah tangga yang telah dilaksanakan pada 15-30 Mei 2022 pada Blok Sensus terpilih.
Selanjutanya dilakukan penarikan sampel untuk mendata rumah tangga menggunakan kuesioner lebih rinci atau jenis kuesioner C2.
"Pendataan dilaksanakan pada 1 sampai 30 Juni 2022 mendatang," sebutnya.
Moda pendataan yang digunakan yaitu menggunakan CAPI atau berbasis aplikasi melalui gadget (tablet/handphone), PAPI atau paper berbasis kuesioner kertas, CATI atau berbasis telepon di mana responden diwawancara melalui telepon, kemudian yang terakhir adalah
CAWI atau berbasis website.
"Usaha kami akan sia-sia jika terjadi penolakan pendataan oleh masyarakat terhadap petugas. Masyarakat juga berkontribusi pada baiknya data yang kami hasilkan," tukasnya. (*)